BANYUMASEKSPRES.ID, Bank Indonesia (BI) terus memperluas penggunaan QRIS untuk transaksi lintas negara. Pada September 2026, BI tengah menjajaki kerja sama QRIS Cross Border dengan Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi.
Perluasan tersebut dapat mempermudah masyarakat Indonesia saat bepergian ke luar negeri. Wisatawan nantinya berpotensi melakukan pembayaran melalui ponsel tanpa harus sering menukar uang tunai di negara tujuan.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan pembahasan dengan Hong Kong, Timor Leste, dan India sedang dilakukan secara intensif. Sementara itu, kerja sama dengan Arab Saudi juga tengah dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk jemaah haji dan umrah.
Saat ini QRIS Antarnegara sudah digunakan di enam negara mitra. Negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Hong Kong menjadi salah satu wilayah yang sedang dijajaki BI untuk konektivitas pembayaran QR lintas negara. Jika kerja sama terealisasi, wisatawan Indonesia dapat memiliki pilihan pembayaran digital yang lebih praktis selama berada di Hong Kong.
Timor Leste juga masuk dalam daftar negara yang sedang dipersiapkan. Perluasan ini menjadi bagian dari upaya BI membangun jaringan pembayaran digital yang semakin luas di kawasan.
India menjadi negara berikutnya yang tengah dibahas untuk konektivitas QRIS Cross Border. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memudahkan transaksi wisatawan Indonesia maupun masyarakat India yang berkunjung ke Indonesia.
Arab Saudi memiliki perhatian khusus karena menjadi tujuan masyarakat Indonesia untuk ibadah haji dan umrah. BI berharap konektivitas pembayaran di negara tersebut dapat membuat transaksi selama perjalanan menjadi lebih mudah tanpa harus selalu menukar uang tunai.
Sebelum menyasar empat negara baru, QRIS Antarnegara telah berjalan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. BI menjelaskan layanan ini memungkinkan wisatawan Indonesia membayar di merchant mitra dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.
Konektivitas Indonesia dan Korea Selatan resmi diluncurkan pada April 2026. Transaksi dapat dilakukan menggunakan aplikasi domestik tanpa perlu menukar valuta asing terlebih dahulu, dengan pembayaran yang berlangsung menggunakan mata uang lokal.
Data BI menunjukkan penggunaan QRIS lintas negara terus berkembang. Pada 2025, transaksi wisatawan asing di Indonesia mencapai 5.892.621 transaksi, sedangkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri mencapai 1.681.112 transaksi.
Hingga Februari 2026, transaksi QRIS dengan Malaysia mencapai 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun. Thailand mencatat 1,64 juta transaksi senilai Rp656,27 miliar, sedangkan Singapura mencapai 554.510 transaksi senilai Rp179,28 miliar.
Kerja sama dengan Jepang yang mulai digunakan pada Agustus 2025 juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Februari 2026, transaksi Indonesia-Jepang mencapai 5.088 transaksi dengan nilai sekitar Rp428,80 juta.
QRIS Cross Border dirancang agar pembayaran di negara mitra dapat dilakukan dengan cara sederhana. Pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut dan memindai kode QR pada merchant yang bekerja sama.
Transaksi dilakukan dengan sistem pembayaran yang terhubung dengan mata uang lokal. Mekanisme tersebut membuat pembayaran lintas negara menjadi lebih praktis dan efisien bagi wisatawan.
BI menyebut QRIS Antarnegara juga bertujuan mendukung perdagangan, pariwisata, dan UMKM. Sistem tersebut memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran digital dari wisatawan asing melalui jaringan yang telah terhubung.
Meski semakin luas, QRIS tidak otomatis dapat digunakan di semua merchant luar negeri. Pengguna perlu memastikan aplikasi pembayaran dan merchant yang dituju sudah mendukung QRIS Antarnegara di negara tersebut.
Empat negara baru, yakni Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi, juga belum berstatus sama dengan enam negara yang sudah terhubung. Masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi BI mengenai jadwal implementasi dan mekanisme penggunaannya.
Perluasan QRIS Cross Border menunjukkan semakin kuatnya konektivitas pembayaran digital Indonesia. Jika kerja sama baru terealisasi, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan transaksi praktis saat bepergian ke luar negeri. (mdr)