Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Dinkes KB Cilacap Gelar PEKPPP, Dorong Layanan Kesehatan Semakin Mudah Diakses
BYD Bangun Fasilitas Produksi Mobil Listrik di Subang, Bakal Serap 20 Ribu Tenaga Kerja

BYD Bangun Fasilitas Produksi Mobil Listrik di Subang, Bakal Serap 20 Ribu Tenaga Kerja

BYD Perkuat Industri Mobil Listrik IndonesiaBYD Perkuat Industri Mobil Listrik Indonesia
RAKIT MOBIL: Pekerja memantau proses produksi mobil listrik BYD

BANYUMASEKSPRES.ID, SUBANG – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi realisasi investasi hingga berdirinya fasilitas produksi kendaraan listrik BYD di Indonesia.

Pabrik BYD yang berada di Subang tersebut resmi diresmikan pada Kamis (3/9/2026).

Menurut Agus, hadirnya fasilitas produksi BYD di Indonesia merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan diplomasi pemerintah untuk menarik investasi di sektor kendaraan listrik.

Agus secara khusus menyampaikan apresiasi kepada mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, yang dinilai memiliki peran dalam mengawal proses diplomasi investasi BYD ke Indonesia ketika masih menjabat.

“Realisasi investasi hingga berdirinya fasilitas produksi BYD di Indonesia ini merupakan hasil dari proses yang sangat panjang, diplomasi pemerintah yang dikawal oleh Pak Luhut ketika beliau menjabat sebagai menko marves,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, realisasi investasi BYD di Indonesia tidak berlangsung secara instan.

Kehadiran perusahaan kendaraan listrik tersebut merupakan bagian dari proses investasi yang melibatkan komunikasi dan diplomasi antara pemerintah Indonesia dengan pihak BYD.

Setelah proses diplomasi dilakukan, kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan BYD.

Realisasi fasilitas produksi di Subang menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya pemerintah membangun industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Menurut Agus, investasi tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendorong upaya pengurangan emisi.

Dengan adanya fasilitas produksi di dalam negeri, pengembangan kendaraan listrik diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penggunaan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan sektor manufaktur dan rantai industri pendukung.

Pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia turut mendapatkan dukungan melalui sejumlah kebijakan pemerintah.

Salah satunya adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan.

Selain regulasi, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif yang ditujukan untuk mendorong investasi serta pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk mendorong masuknya investasi perusahaan global ke sektor manufaktur dalam negeri.

Kehadiran pabrik BYD di Subang menjadi salah satu wujud realisasi dari upaya tersebut.

Fasilitas produksi BYD Indonesia berada di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park. Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 126 hektare.

Fasilitas produksi itu dirancang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit kendaraan per tahun ketika beroperasi sesuai kapasitas yang ditargetkan.

Skala fasilitas tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Selain memenuhi kebutuhan pasar, keberadaan fasilitas produksi di dalam negeri juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dan industri pendukung kendaraan listrik.

Pabrik tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan aktivitas manufaktur di kawasan industri Subang.

Investasi BYD di Subang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik.

Kehadiran pabrik tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, fasilitas produksi BYD Indonesia telah mempekerjakan lebih dari 5.000 karyawan lokal.

Jumlah tenaga kerja tersebut diperkirakan masih dapat bertambah.

Ketika fasilitas beroperasi pada kapasitas penuh, jumlah pekerja diperkirakan dapat meningkat hingga lebih dari 20.000 orang.

Potensi penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu dampak yang diharapkan dari masuknya investasi industri kendaraan listrik ke Indonesia.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan secara langsung, perkembangan industri kendaraan listrik juga berpotensi mendorong tumbuhnya sektor pendukung di sekitar kawasan manufaktur.

Pemerintah berharap berdirinya pabrik BYD di Subang dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Keberadaan fasilitas produksi dengan kapasitas besar di dalam negeri diharapkan dapat mendorong perkembangan industri manufaktur sekaligus memperkuat hilirisasi.

Investasi tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, terutama melalui peningkatan aktivitas industri dan penciptaan lapangan kerja.

Dengan dukungan regulasi, insentif investasi, serta masuknya perusahaan global, pemerintah terus mendorong Indonesia menjadi salah satu basis pengembangan industri kendaraan listrik.

Berdirinya fasilitas produksi BYD di Subang menjadi salah satu bagian penting dari proses tersebut.

Selain memperluas kapasitas manufaktur kendaraan listrik, investasi ini diharapkan turut memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan listrik dan baterai di kawasan.

Pada akhirnya, pemerintah berharap investasi kendaraan listrik tidak hanya menghasilkan produk untuk pasar domestik, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan industri nasional, hilirisasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penciptaan lapangan pekerjaan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dinkes KB Jalani Penilaian PEKPPP, Dorong Pelayanan Makin Berkualitas

Dinkes KB Cilacap Gelar PEKPPP, Dorong Layanan Kesehatan Semakin Mudah Diakses