Iklan

Ratusan Warga Banyumas Jalani Screening TBC, Tracing Menyasar 11 Kecamatan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Upaya deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di Banyumas terus dilakukan melalui tracing yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan tersebut menyasar warga di sejumlah desa sejak Juli hingga September.

Program screening melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, puskesmas, pemerintah desa, kader TB Paru, hingga tenaga kesehatan.

Kegiatan dilakukan untuk menemukan potensi kasus TBC sedini mungkin. Selain membantu mempercepat penanganan, deteksi aktif juga menjadi bagian dari upaya mencegah penularan penyakit di lingkungan masyarakat.

Tracing TBC dilakukan melalui sejumlah tahapan pemeriksaan. Warga menjalani screening kesehatan, pembagian botol sampel dahak, investigasi kontak erat, hingga pemeriksaan lanjutan bagi warga yang diduga mengalami gejala atau masuk kategori suspek TBC.

Pemeriksaan lanjutan dapat berupa pemeriksaan laboratorium dahak dan rontgen dada.

Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas.

Kecamatan yang menjadi sasaran antara lain Sumpiuh, Kemranjen, Purwojati, Lumbir, Kembaran, Sumbang, Wangon, Purwokerto Utara, Karanglewas, Cilongok, dan Rawalo.

Pelaksanaan tracing dilakukan dengan melibatkan unsur kesehatan dan pemerintahan di tingkat desa.

Bhabinkamtibmas juga turut mendampingi kegiatan untuk membantu menjangkau masyarakat serta mendorong warga mengikuti pemeriksaan.

Di Kecamatan Kemranjen, misalnya, Bhabinkamtibmas mendampingi proses pemeriksaan dengan target sebanyak 100 warga.

Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Karanglewas juga menyasar 100 warga yang diduga suspek TBC.

Mereka menjalani rangkaian pemeriksaan mulai dari screening, tes dahak, hingga foto toraks.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga secara lebih menyeluruh.

Jika ditemukan indikasi yang mengarah pada TBC, warga dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Dengan pola tracing seperti ini, potensi kasus TBC di masyarakat diharapkan dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganan tidak menunggu kondisi semakin parah.

Sementara itu, hasil tracing di wilayah Cilongok menunjukkan hasil yang cukup baik.

Di desa yang mendapat pendampingan Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok, Aiptu Budi, tidak ditemukan warga yang terindikasi TBC.

“Di desa yang kami dampingi di wilayah Cilongok, tidak ditemukan kasus. Alhamdulillah semuanya normal,” jelasnya.

Hasil tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi aktif yang dilakukan bersama berbagai unsur di tingkat desa.

Meski tidak ditemukan indikasi TBC dalam pemeriksaan tersebut, kegiatan screening tetap penting dilakukan secara berkala.

Pasalnya, deteksi aktif memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus membantu petugas menemukan potensi kasus lebih awal.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan tracing merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan penanggulangan TBC.

Melalui Bhabinkamtibmas, kepolisian turut membantu proses tracing sekaligus mendorong masyarakat agar tidak ragu mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran TBC,” ujarnya.

Menurut Petrus, pemeriksaan sejak dini diperlukan agar potensi kasus dapat segera diketahui dan ditangani.

Selain itu, warga yang menjalani pengobatan juga perlu mengikuti seluruh proses hingga tuntas.

Hal tersebut penting karena pengobatan yang tidak tuntas dapat menjadi persoalan dalam upaya pengendalian TBC.

Karena itu, selain menemukan kasus, edukasi kepada masyarakat mengenai pemeriksaan dan kepatuhan menjalani pengobatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tracing.

Kegiatan tracing dan screening di Banyumas juga mendukung gerakan nasional TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh).

Gerakan tersebut menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif serta pengobatan hingga sembuh sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran TBC.

Pelibatan berbagai unsur di tingkat desa membuat kegiatan deteksi dini dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.

Bhabinkamtibmas, puskesmas, pemerintah desa, kader TB Paru, dan tenaga kesehatan bekerja bersama untuk menjangkau warga yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Dengan tracing yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis, pemeriksaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Banyumas.

Selain menemukan kasus, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam mencegah penularan TBC dan memastikan warga yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh tindak lanjut. (zet/stch/dda)

Iklan