BANYUMASEKSPRES.ID, BEIJING – Seorang pria asal China mencuri perhatian dunia setelah berhasil mencatatkan rekor dunia lari maraton dengan menyelesaikan jarak penuh 42,195 kilometer setiap hari selama 372 hari berturut-turut.
Pria tersebut adalah Li Shuangyong, warga Shandong, China, yang berhasil menjalankan tantangan ekstrem tersebut tanpa melewatkan satu hari pun.
Rekornya kemudian resmi diakui oleh Guinness World Records pada 9 Agustus 2026 di Jinan, Shandong.
Pencapaian Li membuatnya memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat atlet Brasil, Hugo Farias. Pada 2023, Farias berhasil menyelesaikan maraton selama 366 hari berturut-turut.
Dengan torehan 372 hari, Li berhasil menambah enam hari dari rekor sebelumnya.
Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan namanya dalam daftar pelari dengan kemampuan daya tahan luar biasa.
Selama menjalankan tantangan tersebut, Li tidak hanya berlari di satu lokasi. Pria berusia 41 tahun itu menjelajahi lebih dari 300 kota di China dengan total jarak lari mencapai lebih dari 15.000 kilometer.
Setiap hari, Li rata-rata membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk menyelesaikan satu maraton. Kecepatan larinya berada di kisaran lima hingga tujuh menit per kilometer.
Jika dihitung berdasarkan jarak maraton standar, satu kali lari Li berarti harus menempuh 42,195 kilometer. Jarak tersebut kemudian dilakukan berulang kali selama lebih dari satu tahun.
Tantangan tersebut membutuhkan konsistensi tinggi karena Li harus menjaga kondisi tubuh agar tetap mampu berlari setiap hari.
Bahkan ketika melakukan perjalanan ke berbagai kota, rutinitas maraton tetap dijalankan.
Perjalanan Li menjadi pelari maraton tidak langsung dimulai sejak usia muda. Ia baru serius menekuni olahraga lari sekitar lima tahun sebelum berhasil mencatatkan rekor dunia.
Keputusan tersebut muncul setelah Li menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Ia sempat mengalami masalah bisnis serta berakhirnya pernikahan.
Dari kondisi tersebut, Li kemudian membangun rutinitas baru melalui olahraga. Lari secara perlahan menjadi bagian penting dalam kesehariannya.
Rutinitas tersebut kemudian ia bagikan melalui media sosial. Aktivitas Li dalam menjalani latihan dan perjalanan maratonnya menarik perhatian banyak orang.
Popularitasnya di media sosial juga terus berkembang. Li kini memiliki sekitar 890 ribu pengikut di Bilibili, salah satu platform digital populer di China.
Popularitas Li tidak hanya membuat aktivitas larinya dikenal masyarakat. Perjalanan tersebut juga membuka peluang baru dalam kehidupan profesionalnya.
Sejumlah sponsor mulai tertarik dengan aktivitas yang dilakukannya. Li kemudian memanfaatkan popularitas tersebut melalui siaran langsung serta promosi berbagai merek.
Dari aktivitas tersebut, olahraga lari yang awalnya menjadi rutinitas pribadi akhirnya berkembang menjadi pekerjaan penuh waktu.
Perjalanan Li menunjukkan bagaimana konsistensi dalam melakukan sesuatu dapat membuka peluang lain.
Tantangan yang awalnya dijalankan sebagai bagian dari rutinitas hidup kemudian berkembang menjadi aktivitas yang mendapatkan perhatian publik.
Meski sudah berhasil mendapatkan pengakuan dari Guinness World Records, Li Shuangyong ternyata belum ingin menghentikan tantangannya.
Ia justru memasang target baru yang lebih panjang. Li berencana terus menyelesaikan satu maraton setiap hari hingga Tahun Baru.
Jika target tersebut berhasil dicapai, Li ingin mencatatkan total 520 hari berturut-turut berlari maraton. Ia juga berencana mengakhiri perjalanan tersebut di Lhasa, Tibet.
Target tersebut tentu kembali membutuhkan konsistensi dan persiapan fisik yang sangat besar.
Setelah menyelesaikan 372 hari, Li masih harus mempertahankan rutinitasnya selama ratusan hari berikutnya apabila ingin mencapai target baru tersebut.
Bagi Li, pencapaian ini bukan sekadar persoalan memecahkan rekor dunia. Ia ingin menunjukkan bahwa seseorang dapat mencapai sesuatu yang luar biasa ketika memiliki tekad, tujuan, dan konsistensi.
Kisah Li Shuangyong pun menjadi perhatian karena perjalanan tersebut berawal dari upaya membangun kembali rutinitas hidup.
Dari mulai serius berlari sekitar lima tahun lalu, ia akhirnya mampu mencatatkan namanya dalam rekor dunia lari maraton.
Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Setelah 372 hari dan lebih dari 15.000 kilometer, Li masih ingin terus berlari hingga mencapai target 520 hari berturut-turut. (*/stch/dda)