Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rafael Jodar Selangkah Lagi Tembus 10 Besar ATP, Bisa Pecahkan Rekor Boris Becker

Jodar Kejar Rekor BeckerJodar Kejar Rekor Becker
Rafael Jodar

BANYUMASEKSPRES.ID, MONTREAL – Rafael Jodar menjadi salah satu nama muda yang tengah mencuri perhatian dalam dunia tenis pada musim 2026.

Petenis asal Spanyol tersebut tampil konsisten sepanjang musim dan kini memiliki peluang untuk menembus 10 besar peringkat ATP sekaligus memecahkan rekor legendaris Boris Becker.

Jodar yang akan genap berusia 20 tahun pada September mendatang menjalani musim yang luar biasa.

Performa konsistennya membuat posisi sang petenis terus menanjak dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu calon bintang besar tenis Spanyol.

Tidak hanya mengejar posisi 10 besar dunia, Jodar juga berpeluang mencatat sejarah baru.

Ia tengah memburu rekor Becker yang sudah bertahan selama lebih dari empat dekade.

Jodar mencatat statistik impresif dalam 50 pertandingan pertamanya di ATP Tour ketika masih berstatus remaja.

Ia mengoleksi 35 kemenangan dan 13 kekalahan dalam periode tersebut. Catatan itu tidak memasukkan pertandingan beregu yang dijalaninya.

Statistik tersebut membuat Jodar melewati sejumlah nama besar dalam catatan kemenangan pada 50 pertandingan awal ATP Tour saat masih remaja, termasuk John McEnroe dan Andy Roddick.

Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Jodar kini semakin diperhitungkan.

Performa sang petenis menunjukkan perkembangan yang cukup cepat meski usianya masih sangat muda.

Jodar bahkan hanya membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk memecahkan rekor Boris Becker dalam perjalanan dari peringkat 100 besar menuju 10 besar dunia.

Pada 1985, Becker berhasil mencatatkan rekor tercepat dengan menembus 10 besar dunia hanya dalam waktu 210 hari sejak masuk peringkat 100 besar.

Kini, rekor tersebut berada dalam jangkauan Jodar. Jika mampu memenangkan Canadian Open di Montreal, petenis Spanyol itu berpeluang mencatat perjalanan menuju 10 besar hanya dalam waktu sekitar 140 hari.

Kegagalan meraih gelar di Montreal juga tidak otomatis menutup peluang Jodar untuk mengejar rekor Becker.

Masih terdapat beberapa turnamen besar yang dapat menjadi kesempatan bagi petenis muda tersebut untuk terus mengumpulkan kemenangan dan poin peringkat.

Jodar dapat memanfaatkan turnamen di Cincinnati maupun US Open untuk melanjutkan perburuan tersebut.

Performa yang konsisten di dua ajang tersebut dapat semakin mendekatkannya ke jajaran elite tenis dunia.

Penampilan Jodar di Kanada sendiri sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu menghadapi lawan-lawan dengan level tinggi.

Dalam perjalanannya di turnamen tersebut, ia berhasil mengalahkan sejumlah pemain, termasuk Lorenzo Musetti dan Jiri Lehecka.

Hasil tersebut semakin memperkuat status Jodar sebagai salah satu pemain muda yang patut diperhatikan dalam persaingan tenis dunia.

Selain mengejar rekor Becker, Jodar juga memiliki peluang mencatat pencapaian yang sebelumnya hanya dilakukan dua petenis muda Spanyol.

Ia berpeluang menjadi remaja ketiga setelah Rafael Nadal dan Carlos Alcaraz yang mampu mencapai tiga perempat final turnamen Masters secara beruntun.

Jika berhasil mewujudkannya, pencapaian tersebut akan menjadi bukti lain mengenai perkembangan pesat Jodar.

Ia tidak hanya mampu memenangkan pertandingan, tetapi juga mulai konsisten tampil jauh dalam turnamen level tinggi.

Kehadiran Jodar turut menambah panjang daftar petenis muda Spanyol yang menjadi sorotan dunia.

Setelah Nadal dan Alcaraz, munculnya Jodar memberikan harapan baru bagi masa depan tenis Spanyol.

Di balik perkembangan pesat Jodar, terdapat sosok sang ayah yang memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya.

Ayah Jodar memperkenalkannya kepada olahraga tenis sejak sang anak berusia empat tahun.

Sejak saat itu, ia terus mendampingi perkembangan Jodar hingga memasuki level profesional.

Hingga kini, sang ayah masih menjadi bagian dari tim kepelatihan Jodar.

Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis permainan, tetapi juga membantu Jodar menghadapi tekanan sebagai petenis profesional.

Sang ayah terus mengingatkan Jodar untuk tetap menikmati olahraga yang ditekuninya.

Pesan tersebut menjadi penting karena karier seorang petenis muda tidak hanya menghadirkan tuntutan untuk meraih kemenangan, tetapi juga tekanan dari ekspektasi publik.

Bagi Jodar, perjalanan menuju jajaran elite ATP masih panjang. Namun, performanya sepanjang 2026 menunjukkan bahwa dirinya memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu bintang baru tenis dunia.

Jika mampu mempertahankan konsistensi, Rafael Jodar bukan hanya berpeluang menembus 10 besar ATP.

Ia juga dapat mengukir namanya dalam sejarah dengan memecahkan rekor Boris Becker yang telah bertahan selama 41 tahun. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Inovasi Ompreng Berbasis IoT Dilirik Jerman

Inovasi Ompreng Pendeteksi Keracunan Siswa SMAN 2 Cilacap Dilirik Mahasiswa Doktoral Jerman

Berita Selanjutnya
18.850 Pelajar Punya Rekening

18.850 Pelajar Banjarnegara Sudah Punya Rekening, OJK Soroti Literasi Keuangan