BANYUMASEKSPRES.ID, CINCINNATI – Iga Swiatek melaju ke semifinal Cincinnati Open 2026 dengan cara yang tidak terduga.
Petenis Polandia itu tidak perlu menyelesaikan pertandingan perempat final setelah Elena Rybakina memutuskan mundur karena mengalami masalah pada pergelangan kaki kiri.
Swiatek saat itu sedang unggul 4-1 pada set pertama ketika Rybakina mulai kesulitan bergerak.
Setelah mendapatkan pemeriksaan medis, petenis Kazakhstan tersebut akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan. Hasil ini sekaligus memastikan Swiatek mendapatkan tiket ke babak empat besar Cincinnati Open.
Cedera tersebut muncul ketika pertandingan baru berjalan sekitar setengah jam. Rybakina terlihat mengalami kesulitan melakukan tolakan setelah sebuah reli di depan net.
Kondisinya semakin terlihat ketika ia hendak melakukan servis berikutnya. Rybakina kemudian meminta pemeriksaan medis.
Setelah mencoba memastikan kondisi fisiknya, petenis peringkat dua dunia tersebut memilih mengakhiri pertandingan.
Swiatek mengaku situasi tersebut membuatnya khawatir. Ia mengatakan harus tetap menjaga konsentrasi selama jeda pemeriksaan medis, tetapi pada saat yang sama merasa sedih melihat lawannya mengalami cedera.
“Saya merasa sedikit takut karena saya tidak tahu apakah pernah melihat pemain mengalami cedera seperti itu,” kata Swiatek seperti dikutip dari WTA.
Rybakina sendiri mengungkapkan bahwa masalah pada pergelangan kaki tersebut sebenarnya sudah dirasakan sebelumnya.
Kondisinya sempat kembali terasa ketika menghadapi Magdalena Frech pada babak ketiga Cincinnati Open.
Setelah pertandingan tersebut, Rybakina sempat mendapatkan waktu istirahat dan merasa kondisinya membaik. Namun, masalah kembali muncul ketika menghadapi Swiatek di perempat final.
Petenis Kazakhstan itu bahkan mengaku mengalami kesulitan berjalan setelah pertandingan.
Ia berharap dapat memperoleh informasi lebih jelas mengenai kondisi cederanya dalam beberapa hari mendatang.
Situasi tersebut tentu menjadi perhatian besar karena US Open 2026 akan segera berlangsung. Cedera Rybakina datang hanya sekitar 10 hari sebelum turnamen Grand Slam tersebut dimulai.
Mundurnya Rybakina juga berdampak pada persaingan ranking WTA. Sebelumnya, Rybakina memiliki peluang mengambil alih posisi nomor satu dunia dari Aryna Sabalenka.
Peluang tersebut terbuka setelah Sabalenka secara mengejutkan tersingkir dari Cincinnati Open.
Rybakina membutuhkan hasil maksimal hingga final untuk memiliki kesempatan menggusur petenis Belarus tersebut.
Namun, kekalahan melalui retirement membuat peluang itu langsung berakhir.
Dengan demikian, Aryna Sabalenka dipastikan tetap berada di posisi nomor satu dunia ketika memasuki US Open.
Bagi Rybakina, hasil ini tentu menjadi pukulan ganda. Selain gagal melanjutkan perjalanan di Cincinnati Open, ia juga harus segera memulihkan kondisi fisiknya sebelum menghadapi agenda penting di akhir musim.
Di babak semifinal, Swiatek akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Jessica Pegula.
Pegula memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan Amanda Anisimova dalam pertandingan ketat.
Ia menang melalui pertarungan tiga set yang berakhir dengan tie-break penentuan.
Pertemuan Swiatek dan Pegula diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Cincinnati Open 2026.
Secara keseluruhan, Pegula masih unggul dalam rekor pertemuan. Berdasarkan catatan head-to-head terbaru, Swiatek tertinggal 1-3 dari Pegula.
Namun, pertemuan terakhir mereka di Roma pada Mei 2026 menjadi milik Swiatek dengan kemenangan telak 6-1, 6-2.
Artinya, semifinal Cincinnati Open akan menjadi kesempatan bagi Swiatek untuk memperbaiki rekor pertemuannya sekaligus membuktikan bahwa kemenangan di Roma bukan kebetulan.
Swiatek juga memiliki motivasi tambahan di Cincinnati. Ia berstatus sebagai juara bertahan dan kini tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk kembali mengangkat trofi.
Jika berhasil menjadi juara, Swiatek akan mencatat prestasi istimewa dengan mempertahankan gelar Cincinnati secara beruntun.
Ia berpeluang menjadi petenis putri kedua sejak 2004 yang mampu melakukannya setelah Serena Williams pada 2014 dan 2015.
Perjalanan Swiatek menuju gelar kedua berturut-turut tentu tidak mudah. Selain Pegula, sejumlah pemain top masih bersaing ketat di turnamen WTA 1000 tersebut.
Namun, mundurnya Rybakina membuat Swiatek mendapatkan jalan menuju semifinal tanpa harus menguras energi dalam pertandingan panjang.
Kondisi ini bisa menjadi keuntungan tersendiri menjelang pertandingan berikutnya.
Semifinal Iga Swiatek vs Jessica Pegula pun menjadi salah satu laga yang paling ditunggu di Cincinnati Open 2026.
Dengan Pegula memiliki keunggulan head-to-head dan Swiatek datang sebagai juara bertahan, pertarungan keduanya berpotensi berlangsung sengit.
Sementara itu, perhatian publik juga tertuju kepada Rybakina. Kondisi fisiknya menjadi tanda tanya besar menjelang US Open, terutama karena cedera tersebut terjadi ketika turnamen Grand Slam terakhir musim ini semakin dekat.
Pada akhirnya, Swiatek memang lolos ke semifinal, tetapi kemenangan tersebut datang dalam situasi yang tidak diharapkan.
Cedera Rybakina menjadi drama utama perempat final Cincinnati Open sekaligus mengubah peta persaingan menuju gelar dan posisi nomor satu dunia. (*/stch/dda)