Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Desmosedici GP26 Mentok, Ducati Mulai Siapkan Strategi Besar untuk MotoGP 2027

Pengembangan GP26 MentokPengembangan GP26 Mentok
MENTOK: Pengembangan Ducati Desmosedici GP26 disebut sudah mentok. Ducati pun mulai mengalihkan fokus ke motor untuk regulasi MotoGP 2027

BANYUMASEKSPRES.ID, MOTOGP – Ducati mulai mengalihkan perhatian ke persiapan MotoGP 2027 setelah pengembangan Desmosedici GP26 dinilai telah mencapai batas maksimal.

Keputusan tersebut diambil ketika persaingan musim 2026 mulai menunjukkan tantangan serius bagi dominasi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut.

MotoGP 2026 telah memasuki 12 seri. Namun, Ducati belum mampu menunjukkan dominasi seperti musim-musim sebelumnya.

Tiga pembalap Aprilia, yakni Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura, justru menempati tiga posisi teratas klasemen.

Sementara itu, pembalap Ducati dengan posisi terbaik adalah Marc Marquez yang berada di peringkat keempat.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena Ducati selama enam musim terakhir mampu menguasai klasemen konstruktor.

Dominasi itu kini mulai mendapat ancaman dari para pesaing, terutama Aprilia yang tampil kompetitif sepanjang musim.

Salah satu persoalan yang dihadapi Ducati adalah pengembangan Desmosedici GP26 yang disebut sudah mencapai titik akhir.

Test rider Ducati, Michele Pirro, menilai tidak banyak solusi instan yang dapat diterapkan untuk mengubah performa motor tersebut pada sisa musim.

“Tidak ada solusi segera untuk masalah-masalah tersebut. Kami sedang mengerjakannya, tetapi kami menganggap proyek ini sekarang sudah mencapai akhir,” ujar Pirro kepada GPOne.

Meski pengembangan Desmosedici GP26 disebut telah mentok, Pirro tidak menutup kemungkinan Ducati kembali meraih kemenangan pada seri-seri berikutnya.

Menurutnya, performa motor Ducati masih sangat dipengaruhi karakteristik setiap sirkuit.

Karena itu, hasil yang diperoleh Ducati pada satu seri belum tentu mencerminkan kekuatan sebenarnya pada seri berikutnya.

“Kami telah melihat bahwa trek, kondisi, dan karakteristik sirkuit lebih menentukan dibandingkan apa pun. Jadi, saya memperkirakan kami mungkin akan kembali di Aragon. Marc bisa menjadi patokannya,” kata Pirro.

Namun, Pirro memperkirakan Ducati bakal menghadapi tantangan lebih besar ketika balapan berlangsung di Misano.

Salah satu alasannya adalah performa Marco Bezzecchi yang sangat kuat ketika mengendarai motor Aprilia di sirkuit tersebut.

“Misano akan sulit karena Bezzecchi cepat. Dia juga cepat tahun lalu,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, Ducati tampaknya tidak lagi mengandalkan perubahan besar pada GP26 untuk membalikkan keadaan.

Pabrikan Italia tersebut mulai mempersiapkan proyek yang lebih besar, yakni motor yang akan digunakan pada MotoGP 2027.

MotoGP 2027 akan menjadi titik penting bagi seluruh pabrikan karena regulasi teknis mengalami perubahan cukup besar.

Ducati pun harus memastikan motor generasi berikutnya mampu beradaptasi sejak awal.

Salah satu perubahan utama adalah kapasitas mesin yang akan turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc.

Pengurangan kapasitas tersebut tentu akan memengaruhi karakter mesin, performa, serta strategi pengembangan motor.

Selain kapasitas mesin, perangkat ride-height device atau perangkat pengatur ketinggian motor juga akan dilarang mulai musim 2027.

Regulasi aerodinamika juga diperketat. Pembatasan tersebut akan membuat para pabrikan harus kembali mencari formula baru untuk menghasilkan performa maksimal tanpa mengandalkan perangkat aerodinamika seperti pada era regulasi sebelumnya.

Perubahan besar lainnya datang dari sektor ban. Mulai MotoGP 2027, pemasok ban akan berganti dari Michelin ke Pirelli.

Pergantian pemasok ban menjadi tantangan tersendiri karena karakter ban dapat memengaruhi berbagai aspek performa motor, mulai dari pengereman, akselerasi, stabilitas, hingga pengelolaan ban selama balapan.

Dengan banyaknya perubahan regulasi tersebut, keputusan Ducati mengalihkan fokus ke MotoGP 2027 menjadi langkah strategis.

Pengembangan GP26 yang dianggap telah mencapai akhir dapat membuat sumber daya teknis Ducati dialihkan untuk mengembangkan motor generasi berikutnya.

Ducati tetap memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan pada MotoGP 2026. Pabrikan tersebut masih harus mempertahankan posisinya di klasemen konstruktor sekaligus mencari peluang kemenangan di sisa musim.

Namun, tantangan terbesar Ducati adalah memastikan proyek MotoGP 2027 mampu kembali membawa mereka ke posisi terdepan.

Dengan kapasitas mesin yang lebih kecil, larangan ride-height device, aturan aerodinamika yang lebih ketat, serta penggunaan ban Pirelli, seluruh tim akan menghadapi kondisi persaingan yang relatif baru.

Bagi Ducati, musim 2027 sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun kembali keunggulan teknis.

Setelah GP26 disebut telah mencapai batas pengembangannya, motor baru akan menjadi tumpuan utama untuk mempertahankan dominasi Ducati di MotoGP. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dua Elang Dilepasliarkan di Nusakambangan

Dua Elang Dilindungi Dilepasliarkan di Nusakambangan Cilacap, Warga Diimbau Tak Memelihara Satwa Liar

Berita Selanjutnya
93 Calhaj Ikuti Pelimpahan Porsi

93 Calon Haji Banyumas Ikuti Pelimpahan Porsi untuk Keberangkatan 2027