Iklan

Setya Ari Nugroho Usulkan 3 Program Prioritas untuk Petani dan Nelayan Jateng

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Meskipun Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki status surplus, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Ari Nugroho, menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi oleh petani dan nelayan.

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan selatan Jawa Tengah, Ari mengusulkan tiga program prioritas yang dianggap dapat memberikan dampak positif secara langsung.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, produksi padi di tahun 2024 diproyeksikan mencapai 8,89 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), yang setara dengan 5,11 juta ton beras.

Capaian ini menempatkan Jawa Tengah di urutan kedua secara nasional setelah Jawa Timur.

Proyeksi dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa pada tahun 2025, produksi padi di daerah ini berpotensi meningkat menjadi 9,30 juta ton GKG.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,64 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional.

Namun, Setya Ari Nugroho berpendapat bahwa keberhasilan dalam produksi pangan tidak cukup hanya dilihat dari angka surplus hasil panen.

“Jateng surplus 9 juta ton itu catatan baik. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa petani dan nelayan Banyumas-Cilacap juga merasakan manfaat dari pencapaian tersebut. Yang paling krusial dan bisa langsung dikerjakan adalah memastikan ketersediaan air, tempat penyimpanan hasil pertanian, serta kepastian pasar,” ujar Ari dalam perbincangan melalui sambungan telepon seluler pada Rabu (16/6/2026).

Program pertama yang ia usulkan adalah revitalisasi irigasi mikro melalui perbaikan saluran irigasi tersier.

Usulan ini muncul sebagai respons terhadap data BPS Jawa Tengah yang mencatat bahwa luas panen padi pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 5,36 persen menjadi 1,55 juta hektare dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Setya Ari, perbaikan infrastruktur irigasi di tingkat usaha tani sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

Oleh karena itu, ia mendorong agar dilakukan pemetaan serta perbaikan bertahap terhadap jaringan irigasi yang ada.

Program kedua yang diusulkan adalah pembangunan lumbung pangan desa yang dilengkapi dengan fasilitas cold storage.

Fasilitas ini diharapkan dapat tersedia di setiap kecamatan di wilayah Banyumas dan Cilacap untuk menyimpan gabah serta hasil pertanian dan perikanan lainnya.

Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, petani dan nelayan dapat memiliki waktu lebih panjang untuk menjual hasil produksinya tanpa terburu-buru.

Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kerugian akibat susut pascapanen dan membantu mereka dalam memperoleh harga jual yang lebih baik. (ads/stch/dda)

Iklan