Iklan

Spesifikasi Tablet Gaming Red Magic Astra 2 Hadirkan Layar 185 Hz

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Red Magic Astra 2 menjadi salah satu tablet gaming yang menawarkan spesifikasi kelas flagship. Perangkat besutan Nubia ini hadir di pasar global dengan membawa layar OLED.

Memiliki refresh rate hingga 185 Hz, chipset Snapdragon kelas atas, serta sistem pendingin yang dirancang untuk menjaga performa ketika digunakan bermain game dalam waktu lama.

Tablet gaming ini sebelumnya diperkenalkan di China dengan nama Red Magic Gaming Tablet 5 Pro. Ketika masuk pasar internasional, Nubia menggunakan nama Red Magic Astra 2.

Akan tetapi desain dan spesifikasi utamanya tetap memiliki kemiripan yang sangat dekat dengan versi China. Salah satu perbedaan yang terlihat berada pada kemampuan pengisian daya.

Versi global mendukung fast charging 75 watt, sedikit lebih rendah dibandingkan model yang dipasarkan di China dengan daya 80 watt.

Di luar perbedaan tersebut, Red Magic Astra 2 tetap mengandalkan sejumlah fitur yang ditujukan untuk memberikan pengalaman gaming lebih responsif.

Perangkat ini juga membawa berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya ditujukan untuk bermain game, tetapi juga mendukung aktivitas produktivitas.

Layar OLED 9,06 Inci dengan Refresh Rate 185 Hz

Sektor layar menjadi salah satu daya tarik utama Red Magic Astra 2. Tablet ini menggunakan panel X10 OLED berukuran 9,06 inci dengan resolusi 2.4K.

Refresh rate-nya bersifat adaptif dan dapat bekerja mulai dari 60 Hz hingga 185 Hz. Angka tersebut memungkinkan animasi dan pergerakan objek di layar terlihat lebih halus.

Hal ini terutama ketika digunakan untuk memainkan game yang mendukung frame rate tinggi. Selain itu, simak tablet yang cocok untuk produktivitas dan editing ringan dengan harga terjangkau.

Red Magic juga membekali tablet ini dengan teknologi frame interpolation yang menghasilkan hingga 144 fps pada lebih dari 200 judul game yang kompatibel.

Untuk kebutuhan visual, layar tablet memiliki tingkat kecerahan maksimum hingga 1.600 nits. Sementara itu, tingkat kecerahan seluruh layar menampilkan warna putih mencapai sekitar 1.100 nits.

Respons layar sentuh menjadi perhatian. Red Magic Astra 2 menggunakan pengontrol Synaptics S3930 dengan touch sampling rate 300 Hz, respons sentuhan hingga 2.000 Hz, dan latensi yang diklaim hanya 1 milidetik.

Ada pula algoritma wet touch yang dirancang agar panel tetap dapat merespons sentuhan ketika permukaan layar dalam kondisi sedikit basah.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Sistem Pendingin Khusus

Untuk menunjang performa, Red Magic Astra 2 ditenagai Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 3 nm.

Chipset tersebut ditemani RedCore R4, yakni chip khusus gaming dari Red Magic, serta sistem optimasi Energy Cube 3.0.

Kombinasi ini dirancang untuk mengatur pemakaian CPU dan GPU sesuai beban kerja sekaligus membantu mengoptimalkan penggunaan memori.

Performa tinggi tentu membutuhkan sistem pendingin yang memadai. Karena itu, Nubia memberikan sistem pendingin aktif berbasis cairan yang menjadi salah satu fitur unggulan tablet ini.

Sistem tersebut memanfaatkan fluorinated coolant yang bersirkulasi melalui jalur tertutup menggunakan pompa mikro.

Teknologi ini dipadukan dengan Liquid Metal 3.0, vapor chamber berukuran besar, dan beberapa lapisan penghantar panas.

Kombinasi sistem pendingin tersebut ditujukan untuk membantu mempertahankan suhu perangkat ketika tablet digunakan menjalankan game dengan beban tinggi.

Desain Transparan dengan 11 Lampu RGB

Dari sisi tampilan, Red Magic Astra 2 membawa desain yang terinspirasi perangkat gaming. Bagian belakangnya memiliki area transparan yang memperlihatkan elemen tertentu dari sistem pendingin.

Tablet ini juga memiliki 11 lampu RGB LED yang dapat dikustomisasi. Pencahayaan tersebut menjadi elemen estetika tambahan sekaligus memperkuat identitas Red Magic sebagai perangkat gaming.

Penempatan komponen dan desain belakang dibuat menyatu sehingga memberikan tampilan yang berbeda dari tablet produktivitas pada umumnya.

Baterai 8.300 mAh dan Dua Port USB-C

Red Magic Astra 2 membawa baterai berkapasitas 8.300 mAh dengan dukungan pengisian cepat 75 watt untuk versi global.

Salah satu fitur yang cukup menarik bagi gamer adalah keberadaan dua port USB-C. Konfigurasi tersebut memberikan fleksibilitas ketika pengguna memainkan game dalam posisi horizontal sambil mengisi daya.

Kedua port juga mendukung bypass charging. Dengan fitur ini, daya dapat dialirkan langsung ke sistem tanpa harus melewati baterai.

Teknologi tersebut berguna untuk mengurangi beban pada baterai ketika tablet digunakan sambil terhubung ke sumber listrik.

Tablet ini juga mendukung reverse charging sehingga dapat digunakan untuk membantu mengisi perangkat lain dalam kondisi tertentu.

Dilengkapi AI untuk Gaming dan Produktivitas

Red Magic Astra 2 menjalankan Red Magic OS 11.5 yang dilengkapi MORA AI Agent 2.0. Fitur berbasis AI tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Selain membantu optimalisasi permainan, pengguna dapat menggunakannya untuk mendukung produktivitas, merekam permainan, membuat klip atau replay, hingga melakukan pengeditan video.

Tersedia pula mode membaca bergaya e-ink yang dirancang untuk memberikan pengalaman membaca lebih nyaman dan membantu mengurangi kelelahan mata.

Untuk kebutuhan konektivitas dan multimedia, tablet ini memiliki speaker stereo 1227 dengan teknologi N’Bass.

Perangkat juga mendukung pemindai wajah, sensor sidik jari, USB 3.2 Gen 2, serta kemampuan menampilkan konten ke layar eksternal hingga resolusi 4K dengan refresh rate 144 Hz.

Harga Red Magic Astra 2 di Pasar Global

Red Magic Astra 2 tersedia dalam pilihan warna Eclipse Black dan Starfrost Silver. Tablet ini hadir dalam dua konfigurasi penyimpanan untuk pasar global. Berikut kisaran harga resminya:

  • Red Magic Astra 2 12/256 GB: US$749 atau sekitar Rp13,4 juta
  • Red Magic Astra 2 16/512 GB: US$849 atau sekitar Rp15,2 juta

Dengan kombinasi layar 185 Hz, chipset flagship, sistem pendingin, baterai besar, serta fitur gaming berbasis AI, Red Magic Astra 2 menyasar pengguna yang membutuhkan tablet berperforma tinggi.

Meski demikian, spesifikasi tinggi tersebut juga membuat harganya berada di kelas premium. Karena itu, perangkat ini lebih cocok bagi gamer atau pengguna kreatif.

Hal ini dilihat dari pengguna yang memang membutuhkan performa tinggi dalam format tablet, bukan sekadar untuk penggunaan multimedia sehari-hari. (*/nds)

Iklan