Iklan

Tol Jogja-Solo Dikebut, Ditargetkan Bisa Digunakan Saat Nataru 2026/2027

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo atau Tol Jogja-Solo terus dipercepat.

Sejumlah ruas proyek tol tersebut kini telah memasuki tahap akhir pembangunan dan ditargetkan dapat mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Percepatan pembangunan Tol Jogja-Solo menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas antara wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur utama menuju Yogyakarta dan kawasan sekitarnya.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, progres fisik Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai 92,54 persen berdasarkan data per 24 Juni 2026.

Capaian tersebut bahkan berada sedikit di atas target pembangunan yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan data per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54 persen, atau berada di atas target dengan deviasi positif 0,20 persen,” kata Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).

Dengan progres yang sudah mencapai lebih dari 90 persen, penyelesaian ruas Prambanan-Purwomartani terus dikebut.

Ruas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan konektivitas jalan tol yang menghubungkan Solo, Yogyakarta, hingga kawasan NYIA Kulonprogo.

Selain Tol Jogja-Solo, perkembangan juga terlihat pada proyek Tol Jogja-Bawen.

Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer telah mencapai progres konstruksi 98,68 persen berdasarkan data per 3 Juli 2026. Ruas tersebut diproyeksikan dapat beroperasi pada akhir 2026.

Jasa Marga juga mempercepat pembangunan Akses Bokoharjo yang menjadi salah satu akses pendukung Tol Jogja-Solo. Kesiapan lahan untuk akses tersebut telah mencapai 99,38 persen per 1 Juli 2026.

Akses Bokoharjo direncanakan menghubungkan Exit Tol Purwomartani dengan wilayah selatan DIY.

Keberadaan Akses Bokoharjo diharapkan dapat memberikan alternatif bagi kendaraan yang menuju kawasan selatan Yogyakarta.

Jalur tersebut nantinya terhubung dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading.

Kehadiran akses baru tersebut diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di Jalan Adisutjipto yang selama ini menjadi salah satu jalur penting menuju kawasan Yogyakarta.

Dengan adanya pilihan rute alternatif, distribusi kendaraan di sekitar wilayah tersebut diharapkan menjadi lebih merata.

“Kami menargetkan akses ini dapat dipersiapkan untuk beroperasi fungsional dalam mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 dan Lebaran 2027,” ujar Rivan.

Selain untuk mendukung mobilitas masyarakat, pembangunan Akses Bokoharjo juga berkaitan dengan sektor pariwisata.

Akses tersebut diproyeksikan dapat mempermudah wisatawan menuju sejumlah destinasi populer di kawasan Prambanan dan sekitarnya.

Beberapa destinasi yang diharapkan semakin mudah dijangkau melalui akses tersebut antara lain Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, dan Tebing Breksi.

Kemudahan akses transportasi dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Jasa Marga berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas antardaerah, tetapi juga mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di DIY dan wilayah sekitarnya.

Infrastruktur jalan tol dinilai dapat membuka peluang baru bagi aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, hingga investasi.

Percepatan pembangunan Tol Jogja-Solo juga mendapat dukungan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan perkembangan wilayah.

Meski demikian, Sri Sultan mengingatkan agar percepatan pembangunan tetap dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan.

Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sri Sultan.

Dengan progres sejumlah ruas yang telah mendekati tahap penyelesaian, pembangunan Tol Jogja-Solo dan akses pendukungnya terus menjadi perhatian menjelang periode libur Nataru 2026/2027.

Jika target pembangunan dan operasional fungsional dapat tercapai, keberadaan akses tersebut diharapkan mampu membantu kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus memberikan alternatif jalur menuju berbagai destinasi di Yogyakarta dan sekitarnya. (*/stch/dda)

Iklan