Iklan

Update Korban Tribun VIP Ambruk di Kejurnas Drift Purwokerto, Polisi Periksa 13 Saksi

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Insiden ambruknya tribun VIP saat gelaran Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 di kompleks GOR Satria Purwokerto masih menyisakan proses penanganan korban dan penyelidikan penyebab kejadian.

Hingga Senin (27/7) pukul 12.00 WIB, sebanyak 90 orang tercatat menjadi korban dan telah mendapatkan perawatan di 11 rumah sakit di wilayah Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis sesuai kondisi cedera masing-masing.

Dari total korban, sebanyak 49 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani rawat jalan, sementara 40 orang masih menjalani perawatan inap.

Satu korban lainnya masih dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan cepat sesaat setelah tribun roboh.

Lebih dari 20 unit ambulans diterjunkan untuk membawa korban ke berbagai rumah sakit sesuai tingkat keparahan luka yang dialami.

Selain memastikan proses evakuasi berjalan lancar, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama panitia penyelenggara dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) juga langsung mengunjungi para korban untuk memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan terpenuhi.

“Dari hasil kunjungan, komunikasi dengan korban, keluarga, dan pihak rumah sakit, kami memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur kesehatan yang berlaku,” ujar Sadewo.

Korban tersebar di 11 rumah sakit. Rumah Sakit Orthopaedi menjadi fasilitas kesehatan yang menangani korban terbanyak dengan 26 pasien, disusul RS Wijayakusuma yang merawat 21 korban.

Selebihnya dirawat di RS Elisabeth, RS JIH Purwokerto, RS Geriatri, RS Ananda, RS Dadi Keluarga, RS Wiradadi, RS Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, hingga RSUD Banyumas.

Terkait penyebab ambruknya tribun, Sadewo menegaskan pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

Ia juga meminta seluruh panitia penyelenggara bersikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang. Saya telah meminta panitia penyelenggara untuk kooperatif dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan agar penyebab kejadian ini dapat diketahui secara jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Polresta Banyumas terus mengusut penyebab pasti robohnya tribun non permanen tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi mengungkapkan hingga saat ini penyidik telah memeriksa 13 orang saksi.

Sebanyak 12 saksi berasal dari unsur penyelenggara kegiatan, mulai dari event organizer (EO), penanggung jawab acara, pemesan tribun, kru panggung, kepala vendor, bagian properti, vendor tiket, vendor perizinan, kepala steward, kru rigging, hingga pimpinan perlombaan.

Satu saksi lainnya merupakan korban yang berada di lokasi saat kejadian.

“Total saksi yang sudah diperiksa ada 13 orang. Sebanyak 12 orang berasal dari pihak penyelenggara dan satu orang merupakan saksi korban,” kata Petrus.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga ambruknya tribun dipicu euforia penonton ketika panitia membagikan kaus pada sesi penutupan acara.

Penonton yang berebut merchandise menyebabkan beban pada tribun berubah secara tidak merata sehingga struktur tribun mengalami pergeseran.

Menurut Petrus, pembagian kaus dilakukan lebih dari satu kali sehingga penonton terus berpindah dan berdesak-desakan di atas tribun.

Kondisi tersebut membuat tribun non permanen bergoyang sebelum akhirnya roboh.

“Ada kegiatan selebrasi dengan membagikan atau melemparkan kaus. Pengunjung di tribun VIP menjadi tidak beraturan, berdesak-desakan sehingga bebannya tidak seimbang. Terjadi pergeseran berulang karena pembagian kaus lebih dari satu kali. Tribunnya non permanen, bergoyang, kemudian roboh,” jelasnya.

Polisi juga menemukan adanya penonton yang melompat saat suasana selebrasi berlangsung.

Penyidik menduga penyelenggara belum mengantisipasi potensi lonjakan beban pada tribun sementara tersebut.

Selain itu, panitia dinilai belum menempatkan petugas pengawas di setiap tribun maupun memberikan imbauan kepada penonton agar tetap tertib selama acara penutupan.

Meski demikian, kepolisian menegaskan penyebab pasti ambruknya tribun masih menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh.

Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam perencanaan, pemasangan, maupun pengawasan penggunaan tribun selama pelaksanaan Kejurnas Drift.

Kapolresta Banyumas berharap seluruh korban segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Ia juga menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan dan analisis selesai dilakukan. (dms/stch/dda)

Iklan