Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Profil Zeia Zartasha Janna: Anak Pertama Fiki Naki dan Tinandrose yang Lahir Prematur
Karhutla Banyumas Meningkat Saat Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada Titik Api

Karhutla Banyumas Meningkat Saat Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada Titik Api

Intensitas Kebakaran Lahan MeningkatIntensitas Kebakaran Lahan Meningkat

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Musim kemarau yang semakin menguat menyebabkan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyumas terus meningkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, titik api muncul di berbagai lokasi, mulai dari lahan kosong, kebun tebu, kawasan hutan, hingga tumpukan sampah.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama musim kemarau.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan sebagian besar kebakaran yang terjadi diduga dipicu oleh kelalaian manusia.

Salah satunya adalah kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan yang berpotensi menimbulkan api besar ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Peristiwa terbaru terjadi di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, pada Sabtu (25/7) malam.

Sebidang lahan seluas kurang lebih 10 x 15 meter terbakar setelah api yang diduga berasal dari pembakaran sampah merambat ke area sekitar.

Menurut Andaru, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.50 WIB dari seorang warga bernama Andre Kanugraha.

Setelah menerima laporan tersebut, Regu 1 Pos Damkar Induk langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Setelah menerima laporan, Petugas Regu 1 Pos Damkar Induk kemudian diberangkatkan ke lokasi dan proses pemadaman selesai pada pukul 20.35 WIB,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 14.00 WIB seseorang membakar tumpukan sampah dan sisa batang kayu di lahan yang berada di samping rumah warga.

Namun setelah api dinyalakan, lokasi ditinggalkan tanpa memastikan bara benar-benar padam.

Kondisi cuaca yang kering membuat api perlahan membesar hingga membakar lahan di sekitarnya.

Melihat api semakin meluas dan berpotensi merembet ke permukiman, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum mencapai rumah-rumah warga. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.

Andaru menegaskan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian saat membakar sampah.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat musim kemarau, karena api sangat mudah merembet dan memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Kebakaran di Sokaraja menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi selama musim kemarau di Banyumas.

Sehari sebelumnya, lahan di sebelah barat PT SKI di Desa Cilongok juga terbakar hingga merembet ke limbah lem.

Beruntung, petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 35 menit sehingga tidak meluas ke area lain.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (23/7), kebakaran juga terjadi di tumpukan sampah kawasan Komplek KAI Bantarsoka, Purwokerto Barat. Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke area sekitar stasiun.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran tersebut masih belum diketahui karena minimnya saksi yang melihat awal munculnya api.

Selain itu, lonjakan kebakaran juga sempat terjadi pada awal Juli. Dalam satu hari, Banyumas mengalami tiga kebakaran lahan di wilayah Purwokerto Timur, Sokaraja, dan Purwojati.

Salah satu kebakaran di kebun tebu wilayah Sokaraja diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga memicu kobaran api.

Melihat meningkatnya jumlah kejadian, BPBD Banyumas memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani, pemerintah desa, Forkopimcam, dan instansi terkait lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih cepat dan efektif apabila muncul titik api baru.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus menghadapi ancaman kekeringan, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat akibat musim kemarau.

Untuk mendukung upaya pemadaman, BPBD telah menyiapkan lima hingga sepuluh unit pompa air, mobil tangki, serta peralatan semprot (sprayer) yang siap digunakan sewaktu-waktu.

Peralatan tersebut disiagakan untuk mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.

BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas apabila menemukan titik api sekecil apa pun.

Langkah pencegahan tersebut dinilai menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran yang lebih luas selama musim kemarau 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dikaruniai Anak Perempuan

Profil Zeia Zartasha Janna: Anak Pertama Fiki Naki dan Tinandrose yang Lahir Prematur