Iklan

Warga Desa Gemeksekti Kebumen Gelar Tradisi Merdi Bumi, Penuh Doa dan Rasa Syukur

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki beragam tradisi budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Salah satu tradisi yang masih dijaga hingga kini adalah Merdi Bumi, sebuah tradisi yang biasanya diselenggarakan pada bulan Muharram sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah serta berbagai nikmat yang telah diterima masyarakat selama setahun.

Tradisi Merdi Bumi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antarmasyarakat.

Melalui kegiatan ini, warga berkumpul, berdoa bersama, dan memperkuat semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan di Kabupaten Kebumen.

Seperti yang dilakukan warga Dukuh Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, pada akhir pekan lalu.

Untuk pertama kalinya, masyarakat di dukuh tersebut menyelenggarakan tradisi Merdi Bumi secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh warga dari berbagai rukun tetangga (RT).

Setiap RT membawa tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Tumpeng-tumpeng tersebut kemudian dikumpulkan di lokasi acara sebagai bagian dari prosesi adat yang berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang diikuti seluruh warga.

Doa bersama tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, dan hasil panen yang melimpah pada masa mendatang.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, SE.

Prosesi tersebut menjadi tanda dimulainya kegiatan makan bersama yang diikuti seluruh warga sebagai simbol persatuan dan rasa syukur.

Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, mengatakan bahwa penyelenggaraan Merdi Bumi di Dukuh Tanuraksan merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam melestarikan tradisi budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Gemeksekti.

Selain menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Merdi Bumi juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga sehingga kehidupan sosial masyarakat semakin harmonis.

Suramin juga menyampaikan harapannya agar tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

Dengan menjadikannya sebagai agenda rutin desa, nilai-nilai budaya lokal diharapkan tetap terjaga sekaligus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurut Suramin, Desa Gemeksekti terdiri atas empat pedukuhan dan seluruhnya kini telah melaksanakan tradisi Merdi Bumi.

Dengan terlaksananya kegiatan di Dukuh Tanuraksan, seluruh wilayah desa telah ikut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kebumen.

Tradisi Merdi Bumi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan pascapanen.

Kegiatan ini mencerminkan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama warga.

Kebersamaan yang tercipta melalui doa bersama, membawa tumpeng, hingga makan bersama menjadi simbol bahwa keberhasilan dalam memperoleh hasil panen tidak hanya dinikmati secara individu, tetapi juga dirayakan bersama seluruh masyarakat.

Pelestarian tradisi seperti Merdi Bumi juga memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya daerah.

Di tengah perkembangan modernisasi, tradisi lokal menjadi bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Melalui penyelenggaraan Merdi Bumi secara rutin, masyarakat Desa Gemeksekti berharap nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan gotong royong tetap tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam bercocok tanam dan memperoleh hasil panen merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Merdi Bumi diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi media memperkuat persatuan masyarakat serta melestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kebumen. (cah/stch/dda)

Iklan