Iklan

1.800 Guru Ikuti Seminar Nasional How To Be a Great Teacher, Bahas Tantangan Pendidikan di Era Digital

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Perkembangan teknologi digital, media sosial, hingga perubahan karakter peserta didik membuat profesi guru menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, seorang pendidik kini dituntut mampu menjadi inspirator, komunikator yang efektif, sekaligus pembimbing yang mampu mengarahkan siswa menghadapi perubahan zaman.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Pelatihan dan Seminar Nasional Guru bertajuk “How To Be a Great Teacher” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Teacherpreneur Nusantara (TPN) Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Kebumen itu diikuti sekitar 1.800 peserta dari berbagai daerah, menunjukkan tingginya antusiasme para pendidik untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka.

Seminar menghadirkan Syafii Efendi, M.M., President & Founder IEC, President Indonesian BRICS Youth Forum, sekaligus President Islamic Young Economic Forum sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya guru terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu menciptakan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Ketua DPD Teacherpreneur Nusantara Jawa Tengah, Slamet Muridan MM, mengatakan bahwa dunia pendidikan sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Kemajuan teknologi dan akses informasi yang begitu luas membuat karakter peserta didik ikut berubah, sehingga guru harus memiliki pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif.

Menurutnya, guru saat ini bukan lagi sekadar penyampai materi di ruang kelas.

Mereka juga memiliki peran sebagai motivator, pembimbing karakter, serta teladan yang mampu membangun semangat belajar siswa.

“Tantangan guru di era digital semakin kompleks. Perkembangan teknologi, media sosial, hingga perubahan karakter peserta didik menuntut guru terus meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.

Slamet menjelaskan bahwa peserta didik dari Generasi Z memiliki pola pikir, kebiasaan, serta cara belajar yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Mereka tumbuh bersama teknologi digital sehingga membutuhkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan inspiratif.

Karena itu, guru perlu meningkatkan kemampuan komunikasi, memahami psikologi peserta didik, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif.

Melalui seminar How To Be a Great Teacher, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengembangan kompetensi guru, peningkatan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), strategi membangun komunikasi yang efektif di kelas, hingga cara menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Menurut Slamet, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki guru modern.

Penyampaian materi yang jelas, komunikatif, dan inspiratif akan membantu siswa lebih mudah memahami pelajaran sekaligus meningkatkan motivasi belajar.

“Generasi Z membutuhkan guru yang bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi, menjadi teladan, komunikator yang baik, sekaligus pembimbing dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara guru dan peserta didik menjadi faktor penting dalam membangun lingkungan belajar yang positif.

Guru yang mampu menyampaikan materi dengan menarik akan lebih mudah menciptakan interaksi aktif di dalam kelas.

Selain itu, seminar juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarpendidik mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing.

Diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan pendidikan.

DPD Teacherpreneur Nusantara Jawa Tengah berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Melalui peningkatan kompetensi guru, kualitas proses belajar mengajar diharapkan semakin baik sehingga mampu menghasilkan generasi muda yang kreatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan global.

Slamet menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan nasional.

Oleh sebab itu, peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian bersama agar sistem pendidikan Indonesia mampu menjawab kebutuhan zaman yang terus berkembang.

“Kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki seorang guru. Penyampaian materi yang komunikatif dan inspiratif akan menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan,” pungkasnya.

Seminar nasional tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kompetensi guru tetap menjadi kebutuhan utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dengan terus belajar dan beradaptasi, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini. (cah/stch/dda)

Iklan