Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh 13,14 Persen pada Kuartal I 2026, Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional
Peternakan Lebah di Kebumen Jadi Wisata Edukasi, Siswa SMA Belajar Budidaya dan Panen Madu

Peternakan Lebah di Kebumen Jadi Wisata Edukasi, Siswa SMA Belajar Budidaya dan Panen Madu

Peternakan Lebah Kebulusan Dikenalkan kepada Generasi MudaPeternakan Lebah Kebulusan Dikenalkan kepada Generasi Muda
PENGALAMAN: Siswa SMA Negeri 1 Kebumen mempelajari berbagai jenis lebah di Peternakan lebah milik Albait Nurfaozi Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peternakan lebah milik Albait Nurfaozi di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, tidak hanya menjadi tempat produksi madu, tetapi juga berkembang sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan mahasiswa.

Berbagai kalangan datang untuk mempelajari dunia perlebahan, mulai dari mengenal jenis-jenis lebah, teknik budidaya, hingga proses panen madu secara langsung.

Seperti yang terlihat pada Minggu (2/8), sejumlah siswa SMA Negeri 1 Kebumen mengunjungi peternakan tersebut dalam rangka kegiatan pembelajaran di luar kelas.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tugas sekolah sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai budidaya lebah madu yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Selama berada di lokasi, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai spesies lebah yang dibudidayakan.

Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melihat secara langsung karakteristik setiap jenis lebah beserta perannya dalam menghasilkan madu.

Pemilik peternakan, Albait Nurfaozi, menjelaskan bahwa peternakannya membudidayakan berbagai jenis lebah, baik dari kelompok Apis maupun Trigona.

Menurutnya, keberagaman jenis lebah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin mengenal dunia perlebahan lebih dalam.

“Ada trigona jenis Leavicep, Itama Kalimantan, Itama Jawa, dan Biroi Sulawesi. Selain itu juga ada Apis Cerana serta Apis Mellifera,” ujar Albait.

Ia menjelaskan, untuk jenis Apis Mellifera dan Itama Jawa saat ini berada di lokasi peternakan kedua.

Namun, koleksi lebah yang ada di lokasi utama sudah cukup lengkap untuk dijadikan media pembelajaran bagi para pelajar maupun masyarakat umum.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan jenis-jenis lebah, struktur koloni, hingga teknik dasar budidaya.

Mereka juga diperlihatkan cara membuka sarang, mengangkat bingkai madu, serta proses memanen madu dengan aman tanpa mengganggu koloni lebah.

“Para siswa mendapatkan materi pelatihan mulai dari mengenal jenis lebah, cara mengangkat sarang, hingga proses memanen madu,” jelasnya.

Menurut Albait, kunjungan dari lembaga pendidikan bukanlah yang pertama kali dilakukan di peternakannya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga pernah datang untuk melakukan observasi maupun kegiatan pembelajaran mengenai budidaya lebah madu.

Ia mengaku senang karena semakin banyak kalangan muda yang tertarik mempelajari dunia perlebahan.

Menurutnya, sektor budidaya lebah memiliki peluang usaha yang cukup besar, baik untuk produksi madu maupun produk turunan lainnya seperti propolis, bee pollen, hingga lilin lebah.

“Ini termasuk bidang yang menarik dan masih memiliki prospek yang baik ke depan. Kalau semakin banyak anak muda tertarik dengan budidaya lebah, tentu menjadi hal yang sangat positif,” katanya.

Selain mengenalkan peluang usaha, Albait berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap keberadaan lebah sebagai salah satu serangga yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Lebah dikenal sebagai penyerbuk alami berbagai tanaman sehingga keberadaannya sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian.

Salah seorang peserta, Najwa, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengatakan sebelumnya hanya mengetahui lebah sebagai penghasil madu, namun kini memahami bahwa kehidupan dalam satu koloni lebah memiliki pembagian tugas yang sangat teratur.

“Lebah itu ada ratunya yang bertugas bertelur. Kemudian ada lebah perawat, lebah pekerja, dan tugas lainnya. Semua anggota koloni bekerja sesuai perannya sehingga kehidupan mereka berjalan sangat disiplin. Menurut saya itu luar biasa,” ungkap Najwa.

Pengalaman belajar langsung di peternakan membuat para siswa lebih mudah memahami materi dibandingkan hanya mempelajarinya melalui buku atau kelas.

Mereka juga dapat melihat secara nyata bagaimana proses budidaya lebah dilakukan oleh peternak, mulai dari perawatan koloni hingga menghasilkan madu berkualitas.

Kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan lebah di Kabupaten Kebumen.

Selain menjadi sarana pendidikan, peternakan lebah juga berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukasi yang mampu menarik pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perlebahan.

Dengan semakin banyaknya generasi muda yang memahami manfaat lebah dan peluang usaha di bidang budidaya madu, diharapkan lahir peternak-peternak baru yang mampu mengembangkan industri perlebahan sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui produk madu dan hasil turunannya. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pariwisata Sektor Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh 13,14 Persen pada Kuartal I 2026, Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional