Iklan

19 Desa di Purbalingga Masuk Verifikasi Program Budidaya Ikan RAS dari KKP

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak 19 desa di Kabupaten Purbalingga memasuki tahap verifikasi sebagai calon penerima Program Budidaya Ikan Tematik berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tahapan ini menjadi proses penting untuk memastikan bantuan teknologi budidaya modern tersebut tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pembudidaya ikan di daerah.

Proses verifikasi dilaksanakan selama empat hari, yakni pada 21 hingga 24 Juli 2026.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga bersama para penyuluh perikanan mendampingi Tim Teknis Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau KKP yang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi calon penerima bantuan.

Kepala Bidang Perikanan DPPP Kabupaten Purbalingga, Hafidhah Khusniyati, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kesiapan setiap calon penerima.

Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola teknologi tersebut.

Menurutnya, tim melakukan penilaian terhadap sejumlah indikator penting, mulai dari kondisi lahan yang akan digunakan untuk budidaya, ketersediaan dan kualitas sumber air, kelengkapan sarana serta prasarana pendukung, hingga komitmen kelompok pembudidaya dalam mengoperasikan dan merawat sistem RAS secara berkelanjutan.

“Penerapan teknologi RAS ini difokuskan untuk mendongkrak produktivitas budidaya ikan lokal secara signifikan dengan penggunaan air yang jauh lebih efisien.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, target utama kami adalah meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para pembudidaya di Purbalingga,” ujar Hafidhah, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan sistem budidaya ikan modern yang memanfaatkan proses sirkulasi dan penyaringan air secara terus-menerus.

Dengan teknologi tersebut, penggunaan air dapat ditekan secara signifikan karena air yang telah digunakan akan disaring dan dimanfaatkan kembali.

Sistem ini juga mampu menjaga kualitas air tetap stabil sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal.

Selain lebih hemat air, teknologi RAS dinilai memiliki berbagai keunggulan lain.

Sistem tersebut memungkinkan kepadatan tebar ikan lebih tinggi dibandingkan metode budidaya konvensional, sehingga produktivitas dapat meningkat dalam luasan lahan yang sama.

Risiko serangan penyakit juga lebih mudah dikendalikan karena kualitas lingkungan budidaya dapat dipantau secara lebih intensif.

Hafidhah menambahkan, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan KKP merupakan langkah strategis dalam mempercepat modernisasi sektor perikanan daerah.

Pemerintah berharap penerapan teknologi budidaya modern mampu meningkatkan daya saing hasil perikanan Purbalingga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para pembudidaya ikan.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci agar produksi ikan dapat meningkat tanpa harus mengorbankan kelestarian sumber daya air maupun lingkungan sekitar.

Selama proses verifikasi berlangsung, tim teknis juga memberikan berbagai masukan kepada calon penerima bantuan terkait kesiapan teknis maupun manajemen budidaya.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu kelompok pembudidaya memahami sistem kerja teknologi RAS sebelum bantuan benar-benar direalisasikan.

Hasil verifikasi lapangan nantinya akan menjadi dasar bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menetapkan daftar resmi penerima Program Budidaya Ikan Tematik berbasis RAS Tahun 2026.

Desa-desa yang dinilai memenuhi seluruh persyaratan akan ditetapkan sebagai penerima bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Purbalingga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan ketersediaan ikan konsumsi.

Di sisi lain, peningkatan produktivitas diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama para pembudidaya ikan yang menjadi pelaku utama sektor perikanan.

Melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap sektor perikanan mampu berkembang lebih pesat serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Program Budidaya Ikan Tematik berbasis RAS juga diharapkan menjadi contoh penerapan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di masa mendatang. (alw/stch/dda)

Iklan