BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Harga kemasan plastik di Kabupaten Purbalingga mulai menunjukkan tren penurunan dalam satu bulan terakhir setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, para pedagang kaki lima (PKL) belum menurunkan harga jual produknya dan memilih mempertahankan harga demi menjaga kestabilan pendapatan di tengah biaya operasional yang masih belum sepenuhnya kembali normal.
Salah seorang pedagang Es Teh Jumbo di Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Muarifah, mengatakan harga gelas plastik atau cup kini turun menjadi Rp18.500 per pak yang berisi 50 buah.
Sebelumnya, harga kemasan tersebut sempat melonjak hingga Rp23.000 per pak, sementara harga normalnya berada di kisaran Rp15.000 per pak.
“Turunnya kurang lebih sudah ada satu bulan ini sejak naik drastis,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Menurut Muarifah, setiap hari usahanya membutuhkan sekitar satu pak cup plastik untuk melayani pelanggan.
Ketika harga kemasan melonjak beberapa waktu lalu, ia terpaksa menyesuaikan harga jual es teh dari Rp3.000 menjadi Rp3.500 per cup agar keuntungan usaha tetap terjaga dan tidak mengalami kerugian.
Meskipun harga kemasan kini mulai turun, ia belum berencana menurunkan harga jual.
Menurutnya, penurunan harga cup plastik masih belum kembali ke kondisi normal seperti sebelum terjadi kenaikan akibat terganggunya pasokan bahan baku.
Ia berharap harga kemasan dapat terus mengalami penurunan hingga kembali ke kisaran harga normal.
Dengan begitu, biaya operasional usaha dapat lebih ringan dan memberikan ruang untuk melakukan penyesuaian harga apabila kondisi benar-benar stabil.
Hal senada disampaikan pedagang siomay di kawasan Bancar, Purbalingga, Febrian Saputra.
Ia mengaku memilih mempertahankan strategi usahanya meski biaya kemasan mulai menurun.
Febrian tetap menjual siomay seharga Rp5.000 per porsi yang berisi empat buah.
Ia belum menaikkan jumlah isi porsi maupun menurunkan harga jual karena masih mempertimbangkan berbagai biaya produksi lainnya yang juga memengaruhi keberlangsungan usahanya.
Menurut para pedagang, menjaga harga tetap stabil dinilai lebih baik dibandingkan sering melakukan perubahan harga dalam waktu singkat.
Langkah tersebut juga dianggap mampu menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus memberikan kepastian harga bagi konsumen.
Dengan mulai turunnya harga kemasan plastik, pelaku usaha berharap biaya produksi dapat terus menurun sehingga aktivitas usaha semakin stabil.
Mereka juga berharap kondisi ekonomi dan pasokan bahan baku kembali normal agar harga kemasan benar-benar kembali ke tingkat sebelum lonjakan yang dipicu gejolak global. (alw/stch/dda)














