Iklan

3 Santriwati Kebumen Wakili Jawa Tengah di MTQ Nasional XXXI 2026 Semarang

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Tiga santriwati asal Kabupaten Kebumen mendapat kesempatan membela kontingen Jawa Tengah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang.

Ketiganya akan tampil pada cabang lomba yang berbeda. Mereka adalah Hasna Huriya Zalfa’ pada cabang Qiroat Murottal Remaja Putri, Nur Fadilla Aulia Luthfipada pada cabang Tahfiz 10 Juz Putri, serta Nur Afifah pada cabang Kaligrafi Putri.

Keikutsertaan tiga santriwati tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kebumen.

Mereka tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah dalam kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, menyampaikan dukungan kepada ketiga peserta tersebut.

Ia berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan tenang, percaya diri, dan tetap menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar.

Hasna Huriya Zalfa’ akan mengikuti cabang Qiroat Murottal Remaja Putri. Cabang ini menjadi salah satu kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai ketentuan perlombaan.

Sementara itu, Nur Fadilla Aulia Luthfipada akan berkompetisi dalam cabang Tahfiz 10 Juz Putri.

Cabang tersebut menguji kemampuan peserta dalam menghafal Al-Qur’an sesuai kategori yang diperlombakan.

Adapun Nur Afifah akan membawa kemampuan seni dalam cabang Kaligrafi Putri.

Ketiga peserta tersebut memiliki bidang yang berbeda sehingga perjuangan mereka turut memperlihatkan keberagaman talenta keagamaan yang dimiliki para santri di Kebumen.

Anif Solikhin mengatakan MTQ Nasional menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman baru di tingkat nasional.

Menurut dia, keikutsertaan ketiga santriwati tersebut juga mencerminkan proses pembinaan talenta keagamaan yang dilakukan melalui berbagai lingkungan pendidikan, mulai dari madrasah, pesantren, hingga lembaga pendidikan Al-Qur’an.

“Perjuangan mereka juga mencerminkan hasil pembinaan talenta keagamaan melalui madrasah, pesantren, dan lingkungan pendidikan Al-Qur’an,” ujar Anif.

Anif memberikan penguatan kepada para santriwati agar tidak menjadikan perlombaan sebagai beban.

Mereka diminta menjalani setiap tahapan dengan tenang dan ikhlas.

Menurutnya, kemampuan yang telah dipersiapkan selama proses pembinaan perlu ditampilkan sebaik mungkin.

Namun, hasil akhir perlombaan bukan satu-satunya hal yang harus menjadi perhatian.

Ia mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari ibadah.

Karena itu, keikutsertaan dalam MTQ juga dapat menjadi momentum untuk menjalankan ibadah sekaligus menyampaikan syiar Al-Qur’an.

“Jadi, laksanakan tugas ini sebagai bagian dari ibadah. Tidak ada beban yang harus kalian pikirkan. Laksanakan dengan niat ibadah dan syiar saja,” pesan Anif.

Pesan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para peserta saat menghadapi perlombaan.

Dengan membawa niat ibadah, mereka diharapkan dapat tampil maksimal tanpa terlalu terbebani oleh target hasil.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, rangkaian MTQ berlangsung pada 11-20 September 2026.

Pelaksanaan perlombaan menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan yang melibatkan kafilah dari berbagai provinsi.

Sebanyak 2.242 peserta lomba telah ditetapkan untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka mengikuti delapan cabang, 24 golongan lomba, dan 48 kategori yang diperlombakan.

Kafilah dari berbagai daerah juga mulai berdatangan ke Semarang sebelum rangkaian utama MTQ berlangsung.

Hingga 10 September 2026, tercatat 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba di Jawa Tengah.

Kota Semarang sebagai tuan rumah menyiapkan sejumlah arena untuk mendukung pelaksanaan perlombaan.

Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta dan kafilah selama berada di Semarang.

Keikutsertaan Hasna, Fadilla, dan Afifah di MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi.

Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi ketiganya untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan kemampuan masing-masing.

Bagi peserta yang telah mendapatkan pembinaan di daerah, kompetisi tingkat nasional dapat menjadi pengalaman berharga karena mereka bertemu dengan peserta dari berbagai provinsi dengan kemampuan yang beragam.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk pengembangan prestasi keagamaan di masa mendatang.

Selain itu, keberadaan santriwati Kebumen dalam kafilah Jawa Tengah dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mempelajari Al-Qur’an.

Pembinaan yang dilakukan melalui madrasah, pesantren, dan lingkungan pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam menumbuhkan talenta generasi muda.

Prestasi peserta di tingkat nasional juga dapat menjadi salah satu gambaran hasil dari proses pembinaan tersebut.

Tiga santriwati asal Kebumen tersebut kini menjadi bagian dari perjuangan kafilah Jawa Tengah di MTQ Nasional XXXI.

Mereka memiliki tanggung jawab untuk menampilkan kemampuan terbaik sesuai cabang yang diikuti.

Dukungan dari keluarga, pembina, lembaga pendidikan, dan masyarakat Kebumen diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi selama mengikuti perlombaan.

Bagi ketiganya, tampil di MTQ Nasional merupakan pengalaman penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan kemampuan keagamaan.

Apa pun hasil perlombaan nantinya, kesempatan menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah sudah menjadi pencapaian tersendiri.

Semangat dan ketenangan sebagaimana disampaikan Kakan Kemenag Kebumen menjadi bekal penting bagi para peserta.

Dengan niat ibadah dan semangat syiar, Hasna Huriya Zalfa’, Nur Fadilla Aulia Luthfipada, dan Nur Afifah diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Kebumen dengan baik di panggung MTQ Nasional XXXI 2026. (cah/stch/dda)

Iklan