Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
50 Juta Warga Desil 1 hingga 5 Bakal Terima Bansos Digital Langsung ke Rekening
BAZNAS Kebumen Salurkan 20 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BAZNAS Kebumen Salurkan 20 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BAZNAS Salurkan 20 Tangki Air BersihBAZNAS Salurkan 20 Tangki Air Bersih
BANTU: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan air bersih bagi warga membutuhkan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan 20 tangki air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut diberikan di tengah kondisi sejumlah wilayah Kebumen yang masih mengalami keterbatasan sumber air bersih akibat musim kemarau.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kebumen, Drs Mahmud Fauzi MSi, mengatakan bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian lembaganya terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Menurut Mahmud, program bantuan bagi warga terdampak kekeringan merupakan agenda yang rutin dilakukan BAZNAS Kebumen setiap tahun.

Selain kekeringan, BAZNAS juga memiliki program kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana lainnya.

“Ini salah satu program BAZNAS Kebumen yang setiap tahun pasti ada. Yaitu BAZNAS peduli kekeringan, kebakaran dan lainnya,” ujar Mahmud Fauzi, Jumat (12/9).

Penyaluran 20 tangki air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami keterbatasan air.

Kondisi kekeringan membuat sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit bahkan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mahmud berharap musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan krisis air segera berakhir.

Dengan berakhirnya kekeringan, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh air dari sumber-sumber yang selama ini digunakan.

“Semoga krisis air berkepanjangan ini segera berakhir sehingga warga dapat segera menikmati air dari Allah SWT,” imbuhnya.

Bantuan dari BAZNAS menjadi bagian dari dukungan berbagai pihak dalam penanganan krisis air bersih di Kabupaten Kebumen.

Sebelumnya, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus melakukan distribusi air ke wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, didampingi Bako Humas Heri Purwoto, mengapresiasi bantuan yang diberikan BAZNAS Kebumen.

Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan air bersih sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, hingga akhir Agustus 2026 terdapat 30 desa di 12 kecamatan yang harus mendapatkan droping air bersih.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan ketiga Agustus yang sebelumnya mencatat 21 desa di 10 kecamatan.

Kecamatan Karanggayam menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Terdapat delapan desa di wilayah tersebut yang mengalami krisis air bersih.

Selanjutnya, Kecamatan Sempor tercatat memiliki empat desa terdampak. Kecamatan Buayan, Pejagoan, dan Karangsambung masing-masing tiga desa.

Kemudian Rowokele dua desa, sedangkan Padureso, Sruweng, Poncowarno, Prembun, dan Karanganyar masing-masing satu desa.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan di Kebumen tersebar di sejumlah wilayah, terutama kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Dalam data yang disampaikan, total penerima bantuan air bersih mencapai 10.043 kepala keluarga atau sekitar 30.057 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 30 desa tersebut, BPBD Kebumen telah menyalurkan air bersih sebanyak 695 ribu liter atau setara dengan 155 tangki.

Heri Purwoto mengatakan penyaluran tersebut berasal dari dua sumber.

Sebanyak 100 tangki menggunakan anggaran APBD Kabupaten Kebumen, sedangkan 55 tangki lainnya berasal dari bantuan pihak ketiga.

“Bantuan ini bersumber dana APBD sebanyak 100 tangki ditambah bantuan pihak ketiga 55 tangki,” ujar Heri.

Dukungan dari pihak ketiga menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan karena kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat seiring meluasnya wilayah terdampak.

Kondisi kekeringan di Kebumen masih berkembang setelah data akhir Agustus tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru BPBD Kebumen, hingga 8 September 2026 distribusi air bersih telah mencapai 1.049.000 liter atau 234 tangki.

Penyaluran tersebut menjangkau 34 desa di 13 kecamatan dengan penerima mencapai 15.203 kepala keluarga atau 50.063 jiwa.

Dari total distribusi tersebut, 108 tangki berasal dari APBD Kabupaten Kebumen, sedangkan 126 tangki berasal dari dukungan CSR.

Sebelumnya, pada awal September, cakupan penyaluran juga telah meluas menjadi 33 desa di 14 kecamatan.

Saat itu, total distribusi tercatat 910 ribu liter dan menjangkau ribuan keluarga terdampak.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan air bersih di Kebumen masih cukup besar.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga sosial, dan pihak lain diperlukan untuk membantu masyarakat selama musim kemarau.

Bantuan 20 tangki dari BAZNAS Kebumen menjadi salah satu bentuk dukungan dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar warga.

Penyaluran air diharapkan dapat membantu masyarakat bertahan selama sumber air belum kembali normal.

Dengan kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan.

Pemerintah daerah dan berbagai lembaga juga terus melakukan pemantauan agar distribusi air bersih dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Krisis air bersih bukan hanya persoalan ketersediaan air, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Karena itu, distribusi air bersih selama musim kemarau menjadi langkah penting untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.(cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
50 Juta Warga Bakal Terima Bansos

50 Juta Warga Desil 1 hingga 5 Bakal Terima Bansos Digital Langsung ke Rekening