BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Beragam kegiatan bakal menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Kebumen.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa acara seremonial, tetapi juga diisi dengan ziarah makam pendiri pondok pesantren, pertandingan olahraga, perlombaan religi, hingga pawai budaya santri.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pondok Pesantren dalam rangka kegiatan HSN 2026 tingkat Kabupaten Kebumen yang digelar di Gedung Pertemuan IAINU Kebumen, Kamis (10/9).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H Fahrudin MPd, Ketua RMI PCNU Kebumen KH Johan Amru Al Hafidz, Rektor IAINU Kebumen Dr Benny Kurniawan MPdI, serta perwakilan pengurus dan santri pondok pesantren se-Kabupaten Kebumen.
Kasi Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Kebumen H Fahrudin mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional merupakan agenda tahunan.
Namun, rangkaian kegiatan HSN 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin.
Menurut dia, momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), perguruan tinggi, pengasuh pesantren, pengurus pondok pesantren, serta para santri.
Koordinasi lintas unsur tersebut dinilai penting agar seluruh rangkaian kegiatan HSN 2026 di Kabupaten Kebumen dapat berjalan dengan baik dan melibatkan lebih banyak kalangan pesantren.
Dalam rakor, panitia juga menyampaikan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai akhir September hingga puncak peringatan pada Oktober 2026.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Kebumen akan diawali dengan ziarah makam pendiri pondok pesantren pada 24 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para pendiri pesantren yang telah memberikan kontribusi dalam perkembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kebumen.
Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan Futsal Santri yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026.
Pertandingan olahraga ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarsantri dari berbagai pondok pesantren.
Sehari setelahnya, yakni 5-6 Oktober 2026, akan digelar Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK).
Ajang tersebut menjadi salah satu kegiatan yang berkaitan erat dengan tradisi keilmuan pesantren.
Kegiatan HSN 2026 di Kebumen juga memberikan ruang bagi santri untuk berkreasi melalui perlombaan.
Pada 10 Oktober 2026, terdapat dua perlombaan yang akan digelar. Pertama, lomba video dengan tema “Pesantrenku Bersih”. Kedua, lomba menulis sejarah pondok pesantren.
Lomba video diharapkan dapat mendorong santri dan lingkungan pesantren untuk menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan.
Sementara lomba menulis sejarah pesantren menjadi sarana untuk menggali kembali perjalanan dan kontribusi pondok pesantren di Kabupaten Kebumen.
Dengan demikian, rangkaian HSN tidak hanya berisi kegiatan olahraga dan keagamaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan kehidupan pesantren kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada 17 Oktober 2026 melalui Tadarus Al-Qur’an Serentak.
Kegiatan tersebut akan menjadi salah satu agenda religi dalam rangkaian HSN 2026.
Para santri dan masyarakat diharapkan dapat ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sehari kemudian, tepatnya 18 Oktober 2026, para santri akan mengikuti Pawai Budaya Santri HSN 2026.
Pawai akan dilaksanakan dari kecamatan masing-masing menuju titik pusat kegiatan di Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren.
Pawai budaya tersebut diharapkan menjadi salah satu kegiatan yang mampu memperlihatkan keberagaman tradisi dan kreativitas santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Kebumen.
Selain menjadi bagian dari peringatan HSN, kegiatan ini juga dapat menjadi ruang kebersamaan bagi para santri dan masyarakat.
Setelah berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan, puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Kebumen dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026.
Puncak peringatan akan ditandai dengan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di Alun-alun Kebumen.
Fahrudin berharap momentum Hari Santri Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, peringatan HSN harus menjadi kesempatan untuk kembali mengingat sejarah serta kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Pesantren telah menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang memiliki pengetahuan keagamaan, karakter, akhlak, sekaligus kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” ujar Fahrudin, Jumat (11/9).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan agama.
Pesantren juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial generasi muda.
Melalui rangkaian HSN 2026, pesantren di Kabupaten Kebumen diharapkan semakin memperkuat hubungan dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, serta masyarakat.
Beragam agenda yang telah disiapkan juga menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Kebumen dikemas melalui berbagai pendekatan, mulai dari kegiatan religi, olahraga, kreativitas, literasi sejarah, hingga budaya.
Dengan rangkaian tersebut, HSN 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antarsantri sekaligus mengingat kembali perjalanan panjang pesantren dan kontribusinya bagi masyarakat serta bangsa. (cah/stch/dda)














