Iklan

51 Anak Tidak Sekolah di Tambak Banyumas Kembali Belajar, PKBM Masih Buka Pendaftaran

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebanyak 51 anak tidak sekolah (ATS) di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, kembali melanjutkan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.

Mereka mulai mengikuti pendidikan melalui sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyediakan program pendidikan kesetaraan.

Meski puluhan anak telah kembali belajar, jumlah tersebut belum mencakup seluruh ATS yang tercatat di Kecamatan Tambak.

Masih terdapat anak yang belum melanjutkan pendidikan sehingga upaya untuk mengajak mereka kembali belajar masih terus dilakukan.

Salah satu PKBM yang menampung ATS adalah PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Tambak.

Berdasarkan data sementara, terdapat 38 siswa baru ATS yang telah mendaftar dan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Para siswa tersebut mengikuti pembelajaran secara rutin tiga hari dalam sepekan.

PKBM Harapan Bangsa juga masih memberikan kesempatan bagi anak yang belum kembali mengenyam pendidikan untuk mendaftar hingga akhir Agustus 2026.

Tutor PKBM Harapan Bangsa Kecamatan Tambak, Khumayah, mengatakan pendaftaran masih dibuka agar semakin banyak anak tidak sekolah yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Masih menerima siswa baru ATS sampai akhir Agustus ini,” kata Khumayah.

Dari 38 siswa baru yang telah terdata, program pendidikan yang diikuti cukup beragam.

Satu siswa mengikuti program Paket A yang setara dengan jenjang sekolah dasar.

Kemudian, 16 siswa mengikuti Paket B atau setara sekolah menengah pertama.

Sementara itu, jumlah siswa yang mengikuti Paket C menjadi yang terbanyak, yakni 21 orang.

Program Paket C merupakan pendidikan kesetaraan yang setara dengan jenjang sekolah menengah atas.

Keberadaan program pendidikan kesetaraan tersebut memberikan kesempatan bagi anak yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan sekolah formal untuk kembali mendapatkan pendidikan.

Para siswa dapat mengikuti pembelajaran sesuai program yang mereka butuhkan.

Namun, proses pembelajaran ATS di Kecamatan Tambak masih menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya berkaitan dengan kehadiran siswa. Beberapa siswa terkadang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar karena mengalami keterbatasan mobilitas.

Jarak antara tempat tinggal dan lokasi pembelajaran juga menjadi persoalan bagi sebagian siswa.

Kondisi tersebut semakin terasa bagi siswa yang tinggal di wilayah perbukitan dengan akses transportasi yang terbatas.

“Kadang ada siswa yang izin karena sedang tidak ada yang antar jemput sekolah. Kalau ngojek biayanya Rp50 ribu, jauh rumahnya di wilayah perbukitan,” sambung Khumayah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan anak tidak sekolah tidak hanya berkaitan dengan keinginan untuk mendapatkan pendidikan.

Faktor akses transportasi, jarak rumah, hingga kemampuan keluarga dalam memenuhi biaya perjalanan juga dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan.

Karena itu, tutor PKBM tidak hanya memberikan materi pelajaran kepada siswa ATS.

Pendampingan juga dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan diri serta motivasi anak yang sempat berhenti sekolah.

Khumayah mengatakan para tutor terus memberikan motivasi kepada siswa agar mereka memiliki tekad untuk kembali belajar.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena sebagian anak membutuhkan dorongan setelah sebelumnya mengalami putus pendidikan.

Selain PKBM Harapan Bangsa, PKBM Surya Muhammadiyah Tambak juga menerima ATS untuk kembali mengikuti pendidikan kesetaraan.

Sekretaris PKBM Surya Muhammadiyah Tambak, Ragil Suhartono, menyebut terdapat 13 ATS yang telah kembali melanjutkan pendidikan.

Dari jumlah tersebut, delapan siswa mengikuti program Paket B, sedangkan lima siswa lainnya mengikuti Paket C.

“Pembelajaran belum mulai karena direktur dan koordinator tutor sedang mengikuti pelatihan, hari ini Ahad baru selesai,” tandas Ragil.

Kegiatan pembelajaran di PKBM Surya Muhammadiyah Tambak pun belum dimulai karena pihak pengelola masih mengikuti agenda pelatihan.

Setelah kegiatan tersebut selesai, proses belajar bagi siswa ATS akan segera dilanjutkan.

Secara keseluruhan, data rekapitulasi menunjukkan jumlah anak tidak sekolah di Kecamatan Tambak mencapai 177 anak.

Angka tersebut menunjukkan masih cukup banyak anak yang membutuhkan pendampingan agar dapat kembali mendapatkan hak pendidikan.

PKBM berharap jumlah ATS yang kembali mendaftar dapat terus bertambah.

Dengan adanya pendidikan kesetaraan, anak yang sebelumnya putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah sesuai jenjang yang ditempuh.

Upaya mengembalikan ATS ke dunia pendidikan juga membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Dukungan tersebut diperlukan agar anak tidak hanya kembali mendaftar, tetapi juga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara rutin hingga menyelesaikan pendidikan.

Bagi ATS yang masih belum melanjutkan pendidikan, keberadaan PKBM dapat menjadi salah satu pilihan untuk kembali belajar.

Program Paket A, Paket B, dan Paket C memberikan jalur pendidikan kesetaraan bagi anak sesuai jenjang pendidikan yang harus ditempuh.

Dengan masih dibukanya pendaftaran di sejumlah PKBM, peluang bagi anak tidak sekolah di Kecamatan Tambak untuk kembali mendapatkan pendidikan masih terbuka.

Harapannya, semakin banyak ATS yang terdata dapat kembali belajar dan memiliki kesempatan membangun masa depan melalui pendidikan. (fij/stch/dda)

Iklan