BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Bentrokan antarkelompok yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2026), berujung tragis.
Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu korban lainnya mengalami luka kritis, sementara delapan orang diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian aparat kepolisian karena melibatkan banyak orang dan diduga dipicu oleh konflik antarkelompok yang berada di kawasan tersebut.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif bentrokan serta identitas para pihak yang terlibat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, petugas sebenarnya telah berupaya menghentikan bentrokan sejak awal.
Namun, situasi yang melibatkan banyak massa membuat proses pembubaran tidak berjalan mudah sehingga bentrokan tetap menimbulkan korban jiwa.
Menurut Roby, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan mengenai kericuhan.
Personel berusaha melerai kedua kelompok yang terlibat agar situasi tidak semakin memanas.
“Petugas sudah berupaya melerai dan menghentikan bentrokan, namun karena jumlah massa cukup banyak, insiden tetap menyebabkan adanya korban,” ujarnya.
Dalam proses penanganan di lokasi, polisi menemukan dua korban yang mengalami luka serius.
Keduanya segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka berat dan kondisinya masih kritis.
Selain mengevakuasi korban, aparat juga mengamankan delapan orang yang diduga terlibat bentrokan.
Mereka berasal dari dua kelompok berbeda dan kini menjalani pemeriksaan di Polsek Menteng.
Dari delapan orang tersebut, enam orang berasal dari satu kelompok yang berada di lokasi, sedangkan dua orang lainnya merupakan kelompok lawan yang juga ikut diamankan guna dimintai keterangan.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui peran masing-masing orang dalam bentrokan, termasuk apakah terdapat pelaku utama yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Polisi juga masih mendalami identitas kedua kelompok tersebut. Berdasarkan informasi sementara, mereka diketahui menempati lahan kosong di kawasan Jalan Tambak, Menteng.
Meski demikian, aparat belum dapat memastikan status hukum maupun kepemilikan lahan yang menjadi lokasi bentrokan.
Seluruh informasi terkait keberadaan kedua kelompok tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Usai mengamankan situasi, Tim Inafis bersama penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab bentrokan.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah puing bangunan yang terbakar serta kendaraan yang hangus akibat insiden tersebut.
Selain itu, petugas juga menemukan bercak darah di beberapa titik serta batu-batu yang diduga digunakan saat bentrokan berlangsung.
Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan masih berlangsung. Penyidik akan memeriksa para saksi, korban yang masih dirawat, serta delapan orang yang telah diamankan guna mengungkap kronologi secara utuh.
Polisi juga akan menelusuri apakah bentrokan tersebut dipicu persoalan lama, sengketa lahan, atau faktor lainnya yang menjadi pemicu konflik.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Aparat memastikan akan mengusut tuntas kasus bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, hingga seluruh fakta terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*/stch/dda)