Iklan

BPS Catat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,65 Persen pada Mei 2026

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia mengalami penurunan pada Mei 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT secara nasional berada di angka 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Penurunan tersebut terjadi di wilayah perkotaan maupun perdesaan. BPS menilai kondisi ini menjadi salah satu tanda adanya perbaikan dalam pasar tenaga kerja Indonesia, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, tren penurunan TPT terjadi secara konsisten di wilayah perkotaan dan perdesaan.

Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pasar kerja nasional.

“Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan,” kata Edy Mahmud.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang.

Angka tersebut meningkat sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan.

Pada Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau bertambah 522 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Kenaikan jumlah penduduk bekerja menjadi salah satu indikator yang diperhatikan BPS dalam melihat kondisi pasar tenaga kerja.

Bertambahnya jumlah pekerja menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penyerapan tenaga kerja dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, BPS mencatat jumlah pekerja paruh waktu pada Mei 2026 mencapai 38,42 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 72 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, jumlah pekerja setengah pengangguran juga mengalami peningkatan.

BPS mencatat terdapat 10,79 juta pekerja setengah pengangguran pada Mei 2026, bertambah sekitar 59 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

“Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72.000 orang. Serta untuk pekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59.000 orang,” tutur Edy.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan meski tipis.

Pada Mei 2026, TPAK tercatat sebesar 70,57 persen atau naik 0,01 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Jika dilihat berdasarkan status jam kerja, jumlah pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang.

Angka tersebut meningkat sekitar 391 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Perkembangan positif juga terlihat pada jumlah pekerja formal. BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal pada Mei 2026 mencapai 60,31 juta orang.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40,70 persen dari total penduduk yang bekerja. Proporsi pekerja formal tersebut meningkat 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Meningkatnya pekerja formal menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan struktur pasar tenaga kerja.

Pekerjaan formal umumnya memiliki hubungan kerja dan sistem yang lebih terstruktur dibandingkan pekerjaan informal.

Selain pekerja formal, BPS juga mencatat adanya peningkatan jumlah pekerja komuter. Pada Mei 2026, jumlah pekerja komuter mencapai 7,74 juta orang.

Jumlah pekerja komuter tersebut meningkat sekitar 554 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang melakukan perjalanan dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan kembali pada hari yang sama.

Berbagai indikator tersebut menjadi gambaran mengenai perkembangan pasar tenaga kerja Indonesia pada Mei 2026.

Tidak hanya angka pengangguran yang turun, jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan.

BPS melihat penurunan TPT di perkotaan maupun perdesaan sebagai perkembangan yang positif.

Kondisi tersebut menunjukkan daya serap tenaga kerja mulai membaik di berbagai wilayah.

Dengan TPT nasional sebesar 4,65 persen, pasar tenaga kerja Indonesia pada Mei 2026 menunjukkan tren yang lebih positif dibandingkan Februari 2026.

Perkembangan jumlah pekerja formal, pekerja penuh, hingga pekerja komuter juga menjadi bagian dari indikator yang menggambarkan dinamika ketenagakerjaan nasional. (*/stch/dda)

Iklan