BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara kembali menggelar Bulan Dana PMI 2026 untuk menghimpun dukungan masyarakat bagi berbagai kegiatan kemanusiaan.
Tahun ini, penggalangan dana ditargetkan mampu mencapai Rp1,778 miliar.
Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai pelayanan PMI, terutama dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.
Penggalangan dana Bulan Dana PMI Banjarnegara 2026 berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026.
Apabila target yang ditetapkan belum tercapai hingga batas waktu tersebut, masa pengumpulan dana dapat diperpanjang selama satu bulan.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Banjarnegara 2026, Hendro Cahyono, mengatakan target tahun ini ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil penggalangan dana pada tahun sebelumnya.
Pada 2025, dana yang berhasil dihimpun PMI Banjarnegara mencapai sekitar Rp1,790 miliar.
Dengan mempertimbangkan capaian tersebut, target pengumpulan dana tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,778 miliar.
“Jika target perolehan belum terpenuhi, maka penggalangan dana akan diperpanjang satu bulan,” kata Hendro, Rabu (2/9/2026).
Penggalangan dana dilakukan melalui kupon dengan nominal yang cukup beragam, mulai dari Rp1.000 hingga Rp750.000.
Kegiatan tersebut dilaksanakan satu kali dalam setahun dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Setidaknya terdapat 11 sektor yang menjadi sasaran penggalangan dana Bulan Dana PMI Banjarnegara.
Di antaranya sektor penduduk, pelajar, mahasiswa, pegawai, perbankan, hingga sektor jasa konstruksi.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan PMI.
Hendro memastikan dana yang terkumpul dari masing-masing sektor akan disetorkan melalui rekening resmi Bulan Dana PMI Banjarnegara.
Pengelolaan dana tersebut juga telah memiliki pembagian penggunaan yang telah ditetapkan.
“Penggalangan dana dihimpun dari 11 sektor utama, di antaranya sektor penduduk, pelajar, mahasiswa, pegawai, perbankan, hingga jasa konstruksi,” ujarnya.
Dari dana yang berhasil dihimpun, sebagian besar dialokasikan untuk mendukung kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 75 persen dana Bulan Dana PMI Banjarnegara dialokasikan untuk berbagai kebutuhan kemanusiaan.
Penggunaannya mencakup pelayanan bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), dukungan bagi relawan, serta kegiatan kepalangmerahan lainnya.
Sementara itu, 20 persen dana digunakan untuk kebutuhan operasional kantor PMI. Adapun 5 persen lainnya disisihkan sebagai dana abadi.
Pembagian tersebut diharapkan dapat memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat tetap memberikan manfaat secara langsung, sekaligus mendukung keberlangsungan organisasi PMI dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan.
Dengan alokasi terbesar untuk kegiatan pelayanan, dana masyarakat yang terkumpul diharapkan dapat membantu PMI bergerak lebih cepat ketika terjadi bencana maupun ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, berharap target Bulan Dana PMI 2026 dapat tercapai.
Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar PMI memiliki sumber daya yang memadai untuk menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Alokasi anggaran yang dihimpun dari masyarakat akan sepenuhnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Amalia.
Dia menilai keberadaan PMI dan para relawan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama ketika terjadi bencana atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.
PMI tidak hanya berperan ketika bencana terjadi. Berbagai pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, pembinaan relawan dan PMR, serta aktivitas kepalangmerahan juga membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.
Karena itu, Amalia mengapresiasi para relawan PMI yang selama ini terus bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat Banjarnegara.
Menurutnya, partisipasi masyarakat melalui Bulan Dana PMI merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pelayanan sosial dan kemanusiaan di daerah.
“Mudah-mudahan masyarakat semakin memahami manfaat pengumpulan dana tersebut, serta menyadari pentingnya keberadaan PMI sebagai organisasi di bidang sosial kemanusiaan yang membantu pemerintah,” pungkasnya.
Bulan Dana PMI Banjarnegara 2026 masih berlangsung hingga 31 Oktober mendatang.
Apabila target Rp1,778 miliar belum tercapai, panitia memiliki opsi memperpanjang masa pengumpulan dana selama satu bulan.
Dengan target tersebut, PMI Banjarnegara berharap dukungan masyarakat dapat terus mengalir sehingga berbagai kegiatan kemanusiaan dapat berjalan secara optimal.
Dana yang dihimpun nantinya akan menjadi salah satu sumber dukungan bagi PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ketika menghadapi bencana, membutuhkan bantuan sosial, maupun memperoleh layanan kemanusiaan lainnya.
Melalui Bulan Dana PMI 2026, masyarakat Banjarnegara tidak hanya berkontribusi dalam penggalangan dana, tetapi juga ikut mendukung keberadaan layanan kemanusiaan yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat luas. (jud/stch/dda)