BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Desa Prembun, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pelaksanaan rembug stunting yang melibatkan berbagai pihak.
Program ini menjadi langkah strategis untuk menyusun penanganan yang lebih terarah setelah ditemukan 17 anak terindikasi stunted serta tiga ibu hamil berisiko tinggi (risti) yang memerlukan pendampingan dan pemantauan intensif.
Meski berdasarkan data hingga Desember 2025 Desa Prembun masih berstatus zero stunting atau tidak memiliki kasus stunting, pemerintah desa menilai upaya pencegahan harus terus diperkuat agar anak-anak yang mulai menunjukkan gejala gangguan pertumbuhan tidak berkembang menjadi kasus stunting.
Kepala Desa Prembun, Masudi, mengatakan rembug stunting menjadi wadah koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun langkah bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Desa Prembun alhamdulillah zero stunting, yang masih perlu kita tangani adalah anak stunted,” ujar Masudi.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 17 anak yang masuk kategori terindikasi stunted.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena apabila tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi stunting.
Melalui rembug stunting, pemerintah desa menyusun berbagai program intervensi, mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, edukasi pola asuh, penyuluhan gizi, hingga peningkatan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama tenaga kesehatan agar setiap anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.
Selain fokus pada balita, Pemerintah Desa Prembun juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Hingga Juli 2026 tercatat terdapat delapan ibu hamil di Desa Prembun. Dari jumlah tersebut, tiga orang masuk kategori kehamilan berisiko tinggi (risti) sehingga menjadi prioritas pemantauan oleh tenaga kesehatan.
Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan ibu maupun janin tetap terjaga hingga proses persalinan.
Menurut Masudi, perhatian terhadap ibu hamil menjadi salah satu langkah paling efektif dalam menekan risiko lahirnya bayi dengan gangguan pertumbuhan.
Masudi menjelaskan, meskipun alokasi Dana Desa mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah desa tetap memberikan prioritas terhadap program kesehatan masyarakat, termasuk pencegahan stunting.
“Dana Desa yang saat ini turun signifikan tidak hanya untuk infrastruktur, juga untuk program prioritas termasuk penanganan stunting,” katanya.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan kesehatan, penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, hingga penguatan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Upaya pencegahan stunting di Desa Prembun juga didukung oleh fasilitas kesehatan yang memadai.
Desa ini memiliki Pusat Kesehatan Desa (PKD) serta lima Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui posyandu, balita memperoleh layanan pemantauan berat badan, tinggi badan, imunisasi, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi mengenai pemenuhan gizi.
Sementara itu, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsultasi kesehatan, hingga penyuluhan mengenai pentingnya gizi selama masa kehamilan.
Pemerintah Desa Prembun berharap kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat dapat mempercepat penanganan anak-anak yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan.
Sinergi tersebut dinilai penting agar seluruh sasaran memperoleh layanan kesehatan secara optimal, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah desa optimistis status zero stunting dapat dipertahankan, sementara 17 anak yang terindikasi stunted dapat memperoleh intervensi lebih dini sehingga tumbuh kembang mereka kembali optimal.
Melalui langkah preventif yang konsisten, Desa Prembun berharap mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang sekaligus mendukung target penurunan angka stunting di Kabupaten Banyumas. (fij/stch/dda)