BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tumpukan sampah di Komplek KAI Bantarsoka, Purwokerto Barat, terbakar pada Kamis (23/7/2026).
Respons cepat Damkar Banyumas berhasil memadamkan api sebelum merembet ke area sekitar. Penyebab kebakaran masih diselidiki.
Tumpukan Sampah Terbakar di Purwokerto Barat, Damkar Banyumas Berhasil Cegah Api Merembet
PURWOKERTO – Kebakaran terjadi pada tumpukan sampah di kawasan Komplek KAI, Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Kamis (23/7/2026) pagi.
Berkat respons cepat dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area sekitar.
Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman dan fasilitas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.02 WIB dari Kapolsek Purwokerto Barat.
Setelah menerima informasi, Regu 2 Pos Damkar Induk segera bergerak menuju lokasi dan tiba hanya dalam waktu sekitar tujuh menit.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area sekitar,” ujar Andaru.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 09.15 WIB.
Seorang warga bernama Indrawati (51) yang saat itu berada di warung dekat lokasi melihat asap dan api muncul dari belakang bangunan warung yang berada di sekitar tumpukan sampah.
Melihat kejadian tersebut, Indrawati segera meminta bantuan warga sekitar dan petugas KAI untuk melakukan pemadaman awal sembari menghubungi aparat terkait.
Laporan kemudian diteruskan kepada Babinsa dan Polsek Purwokerto Barat yang selanjutnya menghubungi petugas Damkar Banyumas.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman menggunakan peralatan standar hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
“Api berhasil dipastikan padam sekitar pukul 10.45 WIB,” kata Andaru.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.
Menurut Andaru, minimnya saksi yang mengetahui awal munculnya api membuat petugas belum dapat menyimpulkan sumber penyebab kebakaran tersebut.
Proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia, pembakaran sampah, atau penyebab lainnya.
Meski demikian, proses pemadaman berlangsung lancar sehingga api tidak sempat menjalar ke fasilitas di sekitar lokasi.
Dalam insiden tersebut, petugas memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Selain itu, hingga proses penanganan selesai, tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan ataupun kerugian material akibat kebakaran tersebut.
Keberhasilan mengendalikan api dalam waktu relatif singkat dinilai menjadi faktor utama yang mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Proses pemadaman tidak hanya melibatkan personel Regu 2 Pos Damkar Induk.
Sejumlah unsur lain juga turut membantu penanganan di lapangan, antara lain Babinsa, Polsek Purwokerto Barat, petugas PT KAI, serta masyarakat sekitar yang ikut melakukan pengamanan area.
Kolaborasi tersebut membuat proses pemadaman berjalan lebih cepat sekaligus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Menyikapi kejadian tersebut, Andaru Budilaksono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau yang membuat material kering lebih mudah terbakar.
Ia meminta warga tidak menunda pelaporan apabila menemukan titik api, sekecil apa pun, agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum kebakaran membesar.
Menurutnya, respons cepat dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun fasilitas umum.
Dengan sinergi antara warga, aparat keamanan, dan petugas pemadam kebakaran, potensi kebakaran yang lebih besar dapat dicegah sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. (zet/stch/dda)
















