Iklan

Disnaker Banjarnegara Tingkatkan Kompetensi SDM Lewat 17 Program Pelatihan Kerja

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan kerja.

Pada tahun 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Banjarnegara mengalokasikan anggaran sebesar Rp775.275.000 untuk menyelenggarakan 17 kelas pelatihan kerja yang ditujukan bagi masyarakat guna meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Program pelatihan tersebut didanai dari beberapa sumber, yaitu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), APBD murni, serta pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Banjarnegara, Titi Prijanti, menjelaskan bahwa dari total 17 kelas pelatihan yang diselenggarakan, sebanyak tujuh kelas didanai melalui DBHCHT.

Sementara itu, sepuluh kelas lainnya memperoleh pendanaan dari APBD murni dan Pokir DPRD.

Menurutnya, pelatihan yang bersumber dari DBHCHT meliputi berbagai bidang yang memiliki peluang usaha cukup besar, seperti menjahit tingkat lanjut, barista, dan tata boga.

Adapun pelatihan yang dibiayai melalui APBD dan Pokir mencakup tata boga, tata rias pengantin, menjahit persiapan kerja, pengelasan (las), tata kecantikan rambut dan wajah, hingga daily make up.

“Pelatihan DBHCHT meliputi menjahit tingkat lanjut, barista, dan tata boga. Sementara pelatihan dari APBD dan Pokir mencakup tata boga, tata rias pengantin, menjahit persiapan kerja, las, tata kecantikan rambut dan wajah, serta daily make up,” kata Titi.

Ia mengungkapkan, sebagian besar program pelatihan telah berhasil dilaksanakan.

Saat ini, lima kelas yang didanai APBD murni masih berlangsung di Pondok Pesantren Al Fatah dan dijadwalkan selesai pada Agustus 2026.

Selain itu, dua kelas pelatihan barista dan satu kelas daily make up juga akan mulai dilaksanakan pada bulan yang sama.

Disnaker Banjarnegara menilai program pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Meskipun belum seluruh peserta memperoleh penempatan kerja secara langsung, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan telah mampu menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang usaha baru.

Menurut Titi, sejumlah alumni pelatihan kini telah mulai mengembangkan usaha secara mandiri.

Ada yang menerima pesanan makanan melalui platform daring setelah mengikuti pelatihan tata boga, sementara peserta pelatihan menjahit mulai membuka jasa jahit maupun menerima pesanan pakaian dari masyarakat sekitar.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kerja tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan di lingkungan masing-masing.

Disnaker Banjarnegara juga terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap kesempatan mengikuti pelatihan yang disediakan pemerintah.

Menurut Titi, minat belajar dan kemauan meningkatkan keterampilan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi.

“Kalau ada kesempatan dan ada tawaran pelatihan, kenapa tidak dimanfaatkan. Siapa tahu berawal dari minat mengikuti pelatihan justru bisa berkembang menjadi usaha atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Program pelatihan kerja ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain memperkuat kompetensi tenaga kerja, pelatihan juga diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis keterampilan.

Dengan dukungan anggaran yang mencapai lebih dari Rp775 juta, pemerintah optimistis pelatihan kerja tahun 2026 akan memberikan manfaat yang lebih luas.

Beragam pilihan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha di masa mendatang. (far/stch/dda)

Iklan