Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
PSCS Cilacap U-17 Kalahkan Persibas Banyumas 3-2 di Piala Soeratin 2026, Jemmy Suparno Siapkan Rotasi Pemain
Masa Tunggu Haji Banjarnegara Turun Jadi 28 Tahun, Kemenhaj Imbau Masyarakat Daftar Sejak Dini

Masa Tunggu Haji Banjarnegara Turun Jadi 28 Tahun, Kemenhaj Imbau Masyarakat Daftar Sejak Dini

Masa Tunggu Haji Turun Jadi 28 TahunMasa Tunggu Haji Turun Jadi 28 Tahun
PEMBERKASAN: Calon jemaah haji alokasi tahun 2027 Kabupaten Banjarnegara, saat melakukan verifikasi berkas jemaah haji di Gedung Darussalam. Farah Anis Rahmawati

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kabar baik datang bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji.

Estimasi masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Kabupaten Banjarnegara mengalami penurunan signifikan.

Jika pada awal tahun 2026 masa tunggu diperkirakan mencapai 32 tahun, kini turun menjadi sekitar 28 tahun.

Penurunan masa tunggu tersebut disampaikan oleh Kasi Bina dan Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banjarnegara, Eti Sofiyatul Muyasaroh.

Menurutnya, masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada saat ini diperkirakan akan memperoleh jadwal keberangkatan pada tahun 2054.

“Kalau pendaftaran sekarang estimasi masa tunggunya sekitar 28 tahun. Di awal tahun masih sekitar 32 tahun, kemudian Maret-April turun menjadi 29 tahun, dan sekarang sudah menjadi 28 tahun,” ujar Eti.

Ia menjelaskan, estimasi masa tunggu tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah pusat, termasuk penyesuaian kuota haji nasional maupun regulasi penyelenggaraan ibadah haji.

Saat ini juga muncul wacana dari pemerintah untuk menyamakan masa tunggu haji di seluruh Indonesia menjadi sekitar 26 tahun.

Apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, bukan tidak mungkin estimasi masa tunggu di Banjarnegara akan kembali mengalami penyesuaian.

Meski masa tunggu mulai menurun, minat masyarakat untuk mendaftar haji justru terus meningkat.

Fenomena tersebut terlihat setiap memasuki musim haji, ketika antusiasme masyarakat untuk segera mendapatkan nomor porsi keberangkatan semakin tinggi.

Data Kemenhaj Kabupaten Banjarnegara menunjukkan bahwa sepanjang Juni 2026 terdapat 367 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji.

Memasuki Juli 2026, jumlah pendaftar terus bertambah hingga diperkirakan mencapai 800 hingga 900 orang, dan angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga akhir bulan.

Menurut Eti, tingginya minat masyarakat berasal dari berbagai kelompok usia. Tidak hanya kalangan muda, cukup banyak masyarakat yang baru mendaftarkan diri setelah memasuki masa pensiun.

Meski demikian, Kemenhaj Banjarnegara mengimbau masyarakat agar tidak menunda pendaftaran haji.

Semakin cepat seseorang memperoleh nomor porsi, semakin besar peluang untuk berangkat pada usia yang masih produktif.

Eti menyarankan masyarakat mulai mendaftar sejak usia minimal 12 tahun apabila telah memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki kemampuan finansial.

Dengan demikian, ketika jadwal keberangkatan tiba sekitar 28 tahun kemudian, usia calon jemaah masih berada pada kisaran 34 hingga 40 tahun.

Usia tersebut dinilai lebih ideal karena kondisi fisik umumnya masih prima sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina dan ketahanan tubuh.

“Harapan kami, masyarakat dapat mendaftar haji sejak usia minimal 12 tahun. Dengan begitu, saat tiba waktu keberangkatan usianya masih berkisar 34 hingga 40 tahun, sehingga kondisi fisik umumnya masih prima,” jelas Eti.

Selain mempersiapkan biaya perjalanan haji, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan sejak dini karena ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang baik.

Persiapan yang matang akan membantu calon jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.

Kemenhaj Kabupaten Banjarnegara memastikan pelayanan pendaftaran haji terus berjalan sesuai ketentuan.

Masyarakat yang ingin mendaftar dapat memperoleh informasi terkait persyaratan, prosedur, hingga estimasi masa tunggu langsung melalui kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat.

Dengan tren penurunan masa tunggu dan meningkatnya minat masyarakat, pemerintah berharap semakin banyak warga Banjarnegara dapat merencanakan ibadah haji sejak usia muda.

Langkah tersebut dinilai penting agar calon jemaah memiliki kesempatan berangkat dalam kondisi kesehatan yang optimal sekaligus dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lebih baik. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Memulai Laga dengan Hasil Manis

PSCS Cilacap U-17 Kalahkan Persibas Banyumas 3-2 di Piala Soeratin 2026, Jemmy Suparno Siapkan Rotasi Pemain