BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara terus mengawal pelaksanaan Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Tahun 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar monitoring langsung ke sejumlah sekolah dasar yang menjadi penerima bantuan revitalisasi.
Kepala Dindikpora Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, S.H., M.Si., melakukan peninjauan ke tiga sekolah dasar di Kecamatan Kalibening, yakni SD Negeri 1 Pingit Lor, SD Negeri 1 Lawen, dan SD Negeri 1 Kasinan.
Monitoring ini bertujuan memastikan seluruh pekerjaan pembangunan berjalan sesuai dengan rencana, baik dari sisi progres pelaksanaan maupun kualitas hasil pekerjaan.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Program tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan fasilitas pendidikan, hingga penyediaan berbagai sarana penunjang proses belajar mengajar.
Dalam kunjungannya, Yusuf Agung Prabowo menegaskan bahwa pengawasan secara langsung menjadi langkah penting untuk memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek fisik, tetapi juga harus menghasilkan lingkungan belajar yang mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.
“Revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Dengan fasilitas yang semakin baik, peserta didik dapat belajar dengan lebih optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sekolah yang memiliki bangunan layak dan fasilitas memadai akan memberikan suasana belajar yang lebih kondusif.
Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Selain memeriksa perkembangan pembangunan, tim Dindikpora juga melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan di lapangan.
Setiap tahapan revitalisasi dipastikan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Yusuf menegaskan bahwa Dindikpora Banjarnegara akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh pekerjaan selesai.
Pengawalan dilakukan mulai dari proses pelaksanaan, kualitas konstruksi, ketepatan penggunaan anggaran, hingga penyelesaian proyek sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Melalui monitoring ini, kami ingin memastikan seluruh proses revitalisasi berjalan sesuai standar sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat. Kami berkomitmen mengawal program ini agar terlaksana tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu,” tegasnya.
Program revitalisasi sekolah di Banjarnegara diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Dengan tersedianya ruang belajar yang lebih representatif, aman, dan nyaman, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal sehingga mendukung peningkatan prestasi peserta didik.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dindikpora juga berharap seluruh pihak, termasuk sekolah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat, dapat bersama-sama mengawasi pelaksanaan program tersebut.
Sinergi tersebut dinilai penting agar pembangunan berjalan transparan, berkualitas, dan sesuai dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Melalui Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Tahun 2026, pemerintah berupaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan layak sehingga seluruh siswa di Banjarnegara memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mampu menunjang proses pembelajaran secara maksimal. (*/stch/dda)














