BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Ketersediaan elpiji 3 kilogram atau LPG subsidi di Kabupaten Purbalingga selama Juli 2026 dipastikan dalam kondisi aman.
Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan karena permintaan gas bersubsidi hingga akhir bulan tercatat stabil dan proses distribusi berjalan lancar.
Stabilnya permintaan membuat pasokan elpiji 3 kilogram di berbagai pangkalan resmi tetap terjaga.
Kondisi tersebut sekaligus memastikan kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, serta masyarakat yang berhak menerima LPG subsidi dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Koordinator Elpiji 3 Kg Kabupaten Purbalingga DPC Hiswana Migas Banyumas, Hendi, menjelaskan bahwa selama Juli 2026 tidak terjadi lonjakan permintaan elpiji 3 kilogram.
Situasi ini berbeda dengan momen-momen tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan yang biasanya memicu peningkatan konsumsi LPG.
“Permintaan gas (elpiji 3 Kg) masyarakat selama Juli 2026 stabil, tidak ada kenaikan,” katanya, Sabtu (25/7/2026).
Selain permintaan yang tetap terkendali, distribusi LPG subsidi di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga juga berlangsung normal.
Seluruh jaringan distribusi beroperasi sesuai jadwal sehingga pasokan ke pangkalan tidak mengalami kendala berarti.
Saat ini, Kabupaten Purbalingga memiliki 19 agen resmi dan 2.145 pangkalan yang bertugas menyalurkan elpiji 3 kilogram kepada masyarakat.
Jaringan distribusi tersebut dinilai cukup luas untuk menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke berbagai kecamatan.
Sepanjang Juli 2026, alokasi elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Purbalingga mencapai 920.160 tabung.
Jika dirata-rata, jumlah tersebut setara dengan sekitar 34.080 tabung yang didistribusikan setiap hari.
Besarnya kuota tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga tidak terjadi kekosongan stok di tingkat pangkalan.
Dengan distribusi yang berjalan lancar, masyarakat juga tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan tetap tersedia.
Hendi menambahkan bahwa selama Juli 2026 Pertamina tidak memberikan tambahan kuota fakultatif untuk Kabupaten Purbalingga.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi ketersediaan LPG subsidi karena kuota reguler masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tidak adanya tambahan kuota justru menunjukkan bahwa konsumsi elpiji 3 kilogram masih berada dalam kondisi normal.
Selama permintaan tidak mengalami lonjakan, distribusi dari kuota reguler dinilai sudah cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.
Keberadaan ribuan pangkalan resmi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi.
Dengan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh elpiji 3 kilogram sesuai ketentuan pemerintah.
Hiswana Migas juga mengimbau masyarakat membeli elpiji 3 kilogram hanya di pangkalan resmi.
Selain memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah, pembelian di pangkalan resmi juga membantu menjaga distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran.
Elpiji 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diprioritaskan bagi rumah tangga kurang mampu, pelaku usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran.
Oleh karena itu, masyarakat yang mampu diharapkan menggunakan produk LPG nonsubsidi agar distribusi gas bersubsidi tetap mencukupi bagi kelompok yang berhak.
Pemerintah bersama Pertamina dan Hiswana Migas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi LPG subsidi di daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan permintaan pada periode-periode tertentu.
Dengan kondisi distribusi yang stabil, jaringan agen dan pangkalan yang memadai, serta alokasi kuota yang dinilai mencukupi, masyarakat Kabupaten Purbalingga dapat menggunakan elpiji 3 kilogram dengan tenang tanpa perlu khawatir terjadi kelangkaan selama Juli 2026.
Pemerintah juga memastikan pengawasan terhadap penyaluran LPG subsidi akan terus dilakukan agar stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar hingga akhir tahun. (tya/stch/dda)