Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Revitalisasi Pasar Kroya Cilacap Dikebut, Target Rampung Akhir November 2026
TPS Sida Jaya Penaruban Olah Sampah Plastik Menjadi BBM dengan Teknologi Pirolisis

TPS Sida Jaya Penaruban Olah Sampah Plastik Menjadi BBM dengan Teknologi Pirolisis

Ubah Sampah Plastik Jadi Sesuatu yang Lebih BaikUbah Sampah Plastik Jadi Sesuatu yang Lebih Baik
TUNJUKKAN HASIL: Kepala Desa Penaruban, Kamsir menunjukan hasil pengolahan sampah plastik menjadi solar

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik di Indonesia, Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, menghadirkan sebuah inovasi yang patut menjadi perhatian.

Melalui Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sida Jaya, limbah plastik yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan berhasil diolah menjadi bahan bakar menggunakan teknologi pirolisis.

Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Sekilas, bangunan TPS Sida Jaya tampak sederhana. Namun, di dalamnya berlangsung proses yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi alternatif.

Plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), dibakar, atau mencemari sungai, kini memiliki nilai ekonomi karena diolah menjadi bahan bakar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Perjalanan TPS Sida Jaya dimulai pada awal tahun 2024. Pada masa awal operasional, pengelola masih menggunakan mesin berkapasitas kecil.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi cukup tinggi sehingga hasil yang diperoleh belum mampu menutupi seluruh biaya operasional.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat pengelola untuk terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah tidak pernah surut.

Setelah melalui berbagai uji coba, TPS Sida Jaya akhirnya menggunakan mesin buatan Desa Timbang yang memiliki kapasitas jauh lebih besar.

Mesin tersebut mampu mengolah ratusan kilogram limbah plastik dalam satu kali proses sehingga produksi menjadi lebih efisien.

Efisiensi juga meningkat berkat perubahan sistem pembakaran. Jika sebelumnya tungku menggunakan kayu bakar, kini pengelola memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar pemanas.

Langkah ini mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efektivitas proses produksi.

Proses utama yang digunakan adalah teknologi pirolisis, yaitu metode pemanasan plastik dalam suhu tinggi tanpa proses pembakaran langsung.

Melalui proses tersebut, sekitar 100 kilogram sampah plastik dapat menghasilkan kurang lebih 90 liter bahan bakar yang diklaim memiliki kualitas setara Dexlite.

Seluruh aktivitas pengolahan berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri.

Kehadiran BUMDes membuat pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi desa.

Pada tahap awal, kebutuhan bahan baku berasal dari warga Desa Penaruban melalui program bank sampah.

Masyarakat diajak memilah dan menabung sampah plastik yang kemudian memiliki nilai ekonomi.

Hasil tabungan sampah tersebut dapat dicairkan menjelang Hari Raya Idulfitri maupun peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus.

Program bank sampah berhasil mengubah pola pikir masyarakat.

Sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dipilah dan dikumpulkan karena dapat memberikan tambahan penghasilan.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku juga semakin besar.

Saat ini, pasokan plastik tidak hanya berasal dari warga Penaruban, tetapi juga didatangkan dari sejumlah pasar tradisional hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyumas. Seluruh limbah kemudian dipilah sebelum masuk ke dalam proses pirolisis.

Kepala Desa Penaruban, Kamsir, menilai persoalan sampah plastik sebenarnya dapat diselesaikan lebih cepat apabila desa-desa saling berkolaborasi dalam membangun fasilitas pengolahan bersama.

Menurutnya, satu unit mesin pengolah sampah dapat dimanfaatkan oleh beberapa desa sekaligus sehingga biaya investasi menjadi lebih ringan dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahan sampah plastik juga telah dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Bahan bakar yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan traktor pertanian, mesin penggiling padi, hingga berbagai kebutuhan mesin lainnya.

Harga bahan bakar hasil olahan tersebut juga relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10 ribu per liter.

Kehadirannya menjadi alternatif yang membantu masyarakat memperoleh bahan bakar dengan harga lebih ekonomis tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar desa.

Tidak hanya menciptakan energi alternatif, TPS Sida Jaya juga membuka peluang ekonomi baru.

Mulai dari kegiatan pengumpulan sampah, pemilahan, hingga proses produksi bahan bakar, seluruhnya melibatkan masyarakat sehingga menciptakan lapangan usaha baru di tingkat desa.

Meski telah menunjukkan hasil positif, pengembangan TPS Sida Jaya masih membutuhkan dukungan, terutama dalam bentuk permodalan dan pengembangan fasilitas produksi.

Pemerintah desa berharap inovasi ini dapat memperoleh perhatian lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga sehingga dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain.

Semakin banyak desa yang memiliki fasilitas pengolahan sampah seperti TPS Sida Jaya, semakin besar pula potensi pengurangan limbah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar juga mampu meningkatkan kemandirian energi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Keberhasilan Desa Penaruban membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dengan inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi pirolisis, sampah plastik justru dapat diubah menjadi sumber energi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif ini menjadi contoh bahwa solusi terhadap persoalan sampah dapat lahir dari desa dan berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pasar Kroya Ditarget Selesai November

Revitalisasi Pasar Kroya Cilacap Dikebut, Target Rampung Akhir November 2026