BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah aksi iseng saat bermain bersama teman berakhir menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Banyumas.
Seorang bocah bernama Pamuji, siswa kelas VI SD asal Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, harus menjalani proses evakuasi selama beberapa jam setelah jari tangannya tersangkut pada jalu atau foot peg sepeda dan tidak dapat dilepaskan selama dua hari.
Peristiwa tersebut menarik perhatian karena proses penyelamatan memerlukan penanganan khusus dari Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas.
Berkat kehati-hatian petugas, komponen logam yang menjepit jari korban akhirnya berhasil dilepaskan tanpa menimbulkan cedera serius.
Petugas Rescue Damkar Banyumas, Bagas, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada Senin (13/7) sore.
Setelah menerima informasi, korban segera dibawa ke Markas Komando (Mako) Damkar Banyumas untuk mendapatkan penanganan yang lebih aman menggunakan peralatan penyelamatan.
Menurut keterangan petugas, insiden bermula ketika korban sedang bermain bersama teman-temannya.
Dalam suasana bercanda, korban memasukkan salah satu jarinya ke lubang jalu atau pijakan kaki sepeda.
Namun, setelah dimasukkan, jari tersebut justru tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan kembali.
Korban dan keluarganya sempat berupaya melepaskan jari secara mandiri, tetapi usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Kondisi itu bahkan telah berlangsung sejak Sabtu sebelum akhirnya diputuskan meminta bantuan kepada petugas Damkar pada Senin sore.
Setelah korban tiba di Mako Damkar Banyumas, tim penyelamat segera melakukan pemeriksaan terhadap posisi jari dan komponen logam yang menjepitnya.
Karena jalu terbuat dari logam dan menempel sangat dekat dengan jari korban, proses pelepasan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 16.15 WIB. Petugas harus bekerja dengan sangat hati-hati agar proses pemotongan logam tidak melukai jaringan pada jari korban.
Keselamatan korban menjadi prioritas utama sehingga setiap tahapan dilakukan secara perlahan dan terukur.
Untuk memotong bagian logam tersebut, Tim Rescue menggunakan beberapa peralatan khusus, di antaranya mesin gerinda, tang, serta semprotan air.
Mesin gerinda digunakan untuk memotong jalu, sedangkan semprotan air berfungsi menjaga suhu logam agar tidak terlalu panas akibat gesekan selama proses pemotongan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko luka bakar pada kulit korban sekaligus menjaga agar panas dari logam tidak mengenai jari yang masih terjepit.
Petugas juga terus memastikan posisi tangan korban tetap stabil selama proses evakuasi berlangsung.
Menurut Bagas, proses penyelamatan memerlukan ketelitian tinggi karena ruang kerja sangat sempit dan kesalahan kecil dapat menyebabkan cedera pada korban.
Oleh sebab itu, setiap potongan logam dilakukan secara bertahap hingga akhirnya jalu dapat dilepaskan sepenuhnya.
Setelah bekerja selama kurang lebih tiga jam, petugas akhirnya berhasil membebaskan jari korban sekitar pukul 19.00 WIB.
Usai proses evakuasi selesai, kondisi korban dipastikan dalam keadaan aman dan jari yang sebelumnya terjebak berhasil dilepaskan dari komponen sepeda tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua maupun pihak sekolah agar terus mengawasi aktivitas bermain anak.
Rasa ingin tahu yang tinggi sering kali membuat anak mencoba berbagai hal tanpa menyadari potensi bahaya yang dapat terjadi.
Selain dikenal menangani kebakaran, Damkar juga memiliki tugas penyelamatan atau rescue dalam berbagai situasi darurat, termasuk membantu masyarakat yang mengalami kecelakaan akibat benda atau peralatan yang menjepit anggota tubuh.
Kemampuan tersebut didukung oleh peralatan khusus dan personel yang telah mendapatkan pelatihan penyelamatan.
Masyarakat juga diimbau untuk segera meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kejadian serupa dan menghindari upaya melepaskan benda yang menjepit secara paksa.
Tindakan yang tidak tepat berisiko memperparah cedera atau menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh.
Keberhasilan Tim Rescue Damkar Banyumas dalam menangani kasus ini menunjukkan pentingnya respons cepat, penggunaan peralatan yang tepat, serta penanganan profesional sehingga korban dapat diselamatkan dengan aman tanpa mengalami cedera yang lebih serius. (zet/stch/dda)