Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
239 Operator Desa di Purbalingga Dilatih Kelola DTSEN, Cegah Bansos Salah Sasaran
Program Makan Bergizi Gratis Mulai Disalurkan di Banyumas, 256 Balita dan Ibu Hamil Jadi Penerima

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Disalurkan di Banyumas, 256 Balita dan Ibu Hamil Jadi Penerima

MBG Perdana Jangkau 256 WargaMBG Perdana Jangkau 256 Warga
ANTUSIAS: Kelompok B3 di Desa Banjarpanepen menerima MBG perdana, Senin (13/7). Anak-anak antusias menghabiskan menu yang dibagikan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui resmi mulai disalurkan di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Senin (13/7/2026).

Sebanyak 256 penerima manfaat menerima paket makanan bergizi pada penyaluran perdana sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Program ini menyasar kelompok B3, yaitu balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui yang membutuhkan tambahan asupan gizi untuk mendukung kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak pada masa awal kehidupan.

Berdasarkan data pemerintah desa, penerima manfaat terdiri atas 17 ibu hamil, 49 ibu menyusui, dan 190 balita non-PAUD.

Kepala Desa Banjarpanepen, Mujiono, mengatakan pelaksanaan program MBG di wilayahnya diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kecukupan gizi keluarga.

Menurutnya, tambahan makanan bergizi diharapkan dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan memiliki kualitas tumbuh kembang yang lebih baik.

“Tambahan makanan bergizi ini diharapkan mampu membantu masyarakat tumbuh lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.

Meski demikian, Mujiono meminta proses distribusi makanan bergizi memperhatikan kondisi geografis desa yang didominasi kawasan perbukitan.

Ia menyoroti wilayah RW 2 yang memiliki akses paling sulit sehingga ibu hamil maupun penerima lainnya mengalami kendala apabila harus mengambil makanan secara mandiri.

“Orang sedang hamil untuk jalan saja susah, jauh-jauh mengambil MBG. Maka MBG-nya diantar sampai ke rumah penerima,” katanya saat peluncuran program MBG kategori B3 di aula Kantor Desa Banjarpanepen.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah desa bersama para kader kesehatan menyepakati sistem distribusi langsung ke rumah bagi penerima yang memiliki keterbatasan mobilitas atau tinggal di wilayah yang sulit dijangkau.

Di Desa Banjarpanepen terdapat sembilan titik posyandu yang digunakan sebagai lokasi penyaluran awal makanan bergizi.

Setelah menu MBG tiba di masing-masing posyandu, para kader desa bertugas mengantarkan makanan kepada penerima manfaat yang tidak memungkinkan datang langsung ke lokasi pembagian.

Menurut Mujiono, langkah tersebut dilakukan agar seluruh penerima memperoleh haknya tanpa terkendala kondisi medan maupun jarak tempuh.

“Jangan sampai timbul masalah karena kondisi wilayah kita yang luas dan sebagian sulit dijangkau,” tambahnya.

Peluncuran program MBG turut dihadiri unsur Forkopimcam Sumpiuh, Koordinator Kecamatan Sumpiuh Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG, tenaga kesehatan dari Puskesmas, serta Koordinator PLKB.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Suasana penyaluran perdana berlangsung meriah. Para balita datang bersama orang tua mereka untuk menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan.

Menu yang dibagikan terdiri atas nasi, lauk berprotein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan sebagai sumber gizi seimbang.

Anak-anak terlihat antusias menikmati makanan yang diberikan, bahkan banyak di antaranya menghabiskan seluruh menu di lokasi kegiatan.

Melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini, Pemerintah Desa Banjarpanepen berharap status gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dapat terus meningkat.

Kolaborasi antara pemerintah desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan distribusi bantuan berjalan lancar sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima, termasuk warga yang tinggal di wilayah dengan akses yang sulit. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemkab Cegah Bansos Salah Sasaran

239 Operator Desa di Purbalingga Dilatih Kelola DTSEN, Cegah Bansos Salah Sasaran