BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan bambu di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan signifikan.
Lonjakan pesanan datang dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Banyumas, sejumlah kota di Jawa Tengah, hingga kawasan Jabodetabek.
Meningkatnya kebutuhan bambu setiap menjelang perayaan 17 Agustus menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha.
Salah satu kios penjual bambu di Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, bahkan mengaku kewalahan melayani tingginya permintaan pelanggan karena keterbatasan tenaga kerja.
Pemilik kios, Imam Hidayat, mengatakan lonjakan permintaan sudah mulai dirasakan sejak beberapa pekan terakhir.
Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat, pihaknya telah menyiapkan sekitar 25 ribu batang bambu dengan kualitas terbaik.
“Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tahun ini, kami sudah menyiapkan sekitar 25 ribu batang dengan kualitas bambu harus tua dan lurus agar kuat dan tahan lama,” jelas Imam.
Menurut Imam, bambu yang dipasarkan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mulai dari tiang bendera merah putih, tiang umbul-umbul, layur, hingga tongkat pramuka yang banyak dibutuhkan sekolah maupun masyarakat.
Setiap tahun, kebutuhan bambu memang meningkat tajam menjelang Agustus karena hampir seluruh desa, sekolah, instansi pemerintah, hingga komunitas masyarakat melakukan pemasangan atribut kemerdekaan.
Selain melayani pembelian dalam jumlah kecil, kios tersebut juga menerima pesanan dalam jumlah besar dari berbagai daerah yang akan digunakan untuk menghias jalan, lingkungan permukiman, hingga kawasan perkantoran.
Di tengah tingginya permintaan, Imam memastikan pasokan bambu tahun ini masih tergolong aman.
Hal tersebut karena usahanya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah petani bambu di Banyumas sehingga kebutuhan bahan baku tetap terpenuhi.
“Persiapan tahun ini alhamdulillah cukup karena kami bekerja sama dengan petani-petani lokal,” ujarnya.
Kerja sama tersebut dinilai sangat membantu menjaga ketersediaan stok, terutama saat permintaan meningkat drastis menjelang perayaan HUT RI.
Dengan pasokan yang stabil, pelanggan dari berbagai wilayah masih dapat memperoleh bambu sesuai kebutuhan, meskipun proses penyelesaian pesanan membutuhkan waktu lebih lama dibanding hari-hari biasa.
Meski stok bambu tersedia dalam jumlah cukup, Imam mengakui pihaknya menghadapi tantangan lain, yakni keterbatasan tenaga kerja.
Menurutnya, musim penjualan bambu tahun ini bertepatan dengan musim panen di sejumlah wilayah.
Akibatnya, banyak pekerja yang biasanya membantu proses pemotongan, pengangkutan, hingga pengolahan bambu memilih bekerja di sektor pertanian.
“Yang menjadi kendala justru tenaga kerja. Karena bersamaan dengan musim panen, proses pengerjaan bambu sedikit terhambat,” katanya.
Kondisi tersebut membuat proses penyelesaian pesanan membutuhkan waktu lebih lama, terutama untuk pesanan dalam jumlah besar dari luar daerah.
Hingga akhir Juli 2026, ribuan batang bambu telah dikirim ke berbagai daerah. Imam menjelaskan harga bambu bervariasi, tergantung ukuran, diameter, serta bentuk batang yang dipesan pelanggan.
Saat ini harga bambu berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per batang.
Selain menjual bambu mentah, kios miliknya juga menyediakan layanan tambahan berupa pengecatan bambu sesuai permintaan pelanggan.
Layanan tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat yang ingin langsung memasang bambu sebagai tiang bendera maupun dekorasi perayaan kemerdekaan.
“Kalau ada yang meminta dicat merah putih atau warna tertentu juga kami layani sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Lonjakan permintaan bambu diperkirakan masih akan berlangsung hingga mendekati puncak peringatan 17 Agustus 2026.
Tradisi menghias lingkungan dengan bendera, umbul-umbul, gapura, dan berbagai ornamen khas kemerdekaan membuat kebutuhan bambu meningkat hampir setiap tahun.
Momentum ini menjadi peluang ekonomi bagi para pelaku usaha bambu sekaligus petani lokal yang memasok bahan baku.
Tingginya aktivitas jual beli juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat di pedesaan.
Dengan masih tingginya antusiasme masyarakat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan bambu diperkirakan tetap tinggi hingga seluruh rangkaian perayaan Agustusan selesai. (zet/stch/dda)