Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Diana Pungky Laporkan Mantan Asisten atas Dugaan Penggelapan Dana 25,2 Miliar
Kreatif Sambut HUT RI ke-81, Warga Tambak Banyumas Sulap Plastik Kresek Jadi Bunga Hias

Kreatif Sambut HUT RI ke-81, Warga Tambak Banyumas Sulap Plastik Kresek Jadi Bunga Hias

Bunga Plastik Semarakkan Perayaan HUT RIBunga Plastik Semarakkan Perayaan HUT RI
WARNA-WARNI: Warga semangat membuat bunga dari plastik warna warni untuk memeriahkan pitulasan, Senin (3/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.

Salah satunya di Kecamatan Tambak, di mana warga berkreasi menghias lingkungan dengan bunga-bunga berwarna-warni yang dibuat dari plastik kresek.

Hiasan tersebut mempercantik sepanjang jalan desa sekaligus menciptakan suasana meriah menyambut bulan kemerdekaan.

Namun, di balik kreativitas masyarakat tersebut, Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah setelah seluruh rangkaian perayaan Agustusan berakhir.

Kepala UPKP Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, mengapresiasi inisiatif warga yang memanfaatkan plastik kresek menjadi dekorasi bertema kemerdekaan.

Menurutnya, penggunaan bahan sederhana menjadi bunga hias menunjukkan kreativitas masyarakat dalam menyemarakkan HUT RI sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hiasan yang dipasang di ruang terbuka memiliki umur pakai yang terbatas.

Paparan sinar matahari dan hujan dapat menyebabkan warna plastik memudar serta materialnya rusak sehingga berpotensi berubah menjadi sampah apabila tidak segera dibersihkan.

“Bunga dari plastik bagus, kreatif. Tapi kalau sudah berubah warna dibiarkan rusak menjadi sampah,” ujar Titien, Senin (3/8/2026).

Karena itu, UPKP mengimbau masyarakat agar tetap bertanggung jawab terhadap dekorasi yang telah dipasang.

Setelah peringatan HUT RI selesai, seluruh hiasan diharapkan segera dibongkar dan dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan maupun mengurangi keindahan kawasan.

Titien menegaskan, pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah berbagai kegiatan perayaan yang biasanya menghasilkan cukup banyak limbah.

Salah satu desa yang telah dipenuhi dekorasi bunga plastik adalah Desa Plangkapan.

Sepanjang sisi kanan dan kiri jalan desa tampak dihiasi bunga berwarna-warni yang dibuat dari plastik kresek sehingga menciptakan suasana kemerdekaan yang lebih semarak dan menarik perhatian masyarakat maupun pengguna jalan.

Menurut Titien, pihaknya juga telah menjadwalkan kegiatan sosialisasi di Desa Plangkapan pada pekan depan.

Dalam kegiatan tersebut, UPKP akan menyisipkan edukasi mengenai pengelolaan sampah setelah seluruh rangkaian perayaan Agustusan berakhir.

“UPKP minggu depan ada jadwal sosialisasi di Desa Plangkapan, sekalian disisipkan tentang pengelolaan sampah setelah Agustusan selesai,” katanya.

Sementara itu, warga Desa Plangkapan, Amir, mengatakan dekorasi tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat yang ingin memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Di lingkungan RT tempat tinggalnya, warga bersama-sama membuat bunga dari plastik kresek dengan berbagai warna.

Selain memperindah jalan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga.

Menariknya, sebagian besar bahan yang digunakan berasal dari plastik kresek bekas yang sebelumnya dipakai sebagai wadah belanja.

Plastik tersebut kemudian dibersihkan dan diolah menjadi bunga hias sehingga memiliki nilai guna baru.

Namun, untuk melengkapi jumlah dekorasi, sebagian warga juga membeli plastik kresek baru agar warna dan bentuk bunga yang dihasilkan lebih beragam.

Amir memastikan masyarakat telah berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan setelah perayaan selesai.

Bunga plastik yang masih dalam kondisi baik akan disimpan untuk digunakan kembali pada kegiatan berikutnya.

“Kalau nanti sudah selesai Agustusan, bunga plastik yang masih bagus bisa simpan,” ujarnya.

Sementara itu, dekorasi yang sudah rusak atau tidak layak pakai akan dikumpulkan dan dikelola sebagai sampah sesuai ketentuan.

Warga juga berkomitmen tidak membuang limbah dekorasi secara sembarangan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, kreativitas dalam menyemarakkan HUT RI diharapkan tetap berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui dekorasi yang menarik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rugi Rp25 Miliar Akibat Penggelapan Dana

Diana Pungky Laporkan Mantan Asisten atas Dugaan Penggelapan Dana 25,2 Miliar