Iklan

KM Surya A Terbalik Dihantam Ombak Besar di PPNP Pekalongan, 1 Nelayan Tewas

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PEKALONGAN – Kapal nelayan KM Surya A terbalik setelah dihantam ombak besar saat hendak masuk ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Sabtu (12/9/2026) malam.

Dalam kecelakaan tersebut, seorang nelayan bernama Muhayat (55) meninggal dunia.

Korban merupakan warga Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Muhayat sempat mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Kecelakaan kapal tersebut terjadi ketika KM Surya A baru selesai melaut dan dalam perjalanan kembali menuju pelabuhan.

Komandan KP IX-1015 Dit Polairud Polda Jateng, Aiptu Wahyoe Tri P., mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelumnya, kapal tersebut telah selesai mencari ikan dan kemudian berlayar kembali menuju PPNP Pekalongan.

“Pada pukul 20.30 WIB kapal selesai mencari ikan dan kemudian kembali menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan,” kata Wahyoe.

Situasi berubah ketika KM Surya A tiba di depan pintu masuk pelabuhan. Kapal secara tiba-tiba dihantam ombak besar dari arah belakang.

Besarnya hantaman ombak membuat kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.

Kapal kemudian menghantam daratan berupa tumpukan batu yang berada di area dermaga hingga mengalami kerusakan.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, setibanya di depan pintu masuk pelabuhan, kapal tiba-tiba terdorong ombak besar dari belakang. Kapal kemudian terbalik dan menghantam daratan berupa tumpukan batu dermaga hingga pecah,” ujarnya.

Saat kapal terbalik, Muhayat dan seorang nelayan lainnya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sisi kapal.

Namun, kondisi gelombang yang masih menghantam membuat keduanya akhirnya terlepas dari kapal.

Muhayat kemudian ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sementara nelayan lainnya berhasil meminta pertolongan dengan berteriak.

Teriakan tersebut terdengar oleh petugas keamanan PPNP. Petugas kemudian segera menghubungi instansi terkait dan relawan SAR untuk melakukan proses pertolongan dan evakuasi.

Respons cepat dilakukan karena lokasi kejadian berada di kawasan pintu masuk pelabuhan dengan kondisi kapal yang telah terbalik dan mengalami kerusakan akibat menghantam tumpukan batu dermaga.

Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Ditpolairud Polda Jateng, Polres Pekalongan Kota, Satpolairud, Pos AL Kota Pekalongan, hingga pengelola PPNP.

Selain itu, PMI Kota Pekalongan dan relawan SAR Arnavat juga turut membantu proses evakuasi dan penanganan kecelakaan kapal tersebut.

Muhayat selanjutnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Budi Rahayu Kota Pekalongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RS Budi Rahayu, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Wahyoe.

Sementara itu, nelayan lain yang berada di kapal dan berhasil selamat turut dimintai keterangan oleh petugas untuk membantu proses penanganan kecelakaan.

Setelah proses evakuasi korban, petugas melakukan assessment di lokasi kejadian.

Assessment dilakukan untuk memastikan kondisi KM Surya A setelah terbalik dan menghantam tumpukan batu di area dermaga.

Petugas juga mengumpulkan informasi serta keterangan terkait kronologi kecelakaan.

Penanganan kejadian tersebut kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait. Informasi mengenai kecelakaan kapal juga telah dilaporkan kepada pimpinan.

Kecelakaan KM Surya A menjadi perhatian karena terjadi ketika kapal hendak memasuki pelabuhan setelah menyelesaikan aktivitas melaut.

Hantaman ombak besar dari arah belakang membuat kapal terbalik sebelum akhirnya menghantam tumpukan batu di kawasan dermaga.

Petugas masih melakukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing, sementara informasi dari korban selamat dan kondisi kapal menjadi bagian dari assessment untuk mengetahui secara lebih lengkap kejadian tersebut. (*/stch/dda)

Iklan