BANYUMASEKSPRES.ID, MOTOGP – Kondisi fisik Marc Márquez yang disebut belum sepenuhnya pulih justru membuat para rival semakin waspada.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih kemenangan pada MotoGP Aragon 2026, sekaligus memangkas jarak dengan Jorge Martín dalam persaingan gelar juara dunia.
Kemenangan di MotorLand Aragon membuat Márquez mengoleksi tambahan 25 poin dari balapan utama.
Ditambah kemenangan pada Sprint, ia mengamankan total 37 poin sepanjang akhir pekan dan naik ke posisi kedua klasemen.
Kini Márquez hanya berjarak 19 poin dari Jorge Martín yang masih memimpin klasemen.
Martín finis kelima di Aragon sehingga keunggulannya atas juara dunia bertahan tersebut kembali terpangkas.
Namun, performa impresif itu belum serta-merta berarti kondisi fisik Márquez sudah kembali sepenuhnya seperti sebelumnya.
Márquez mampu mendominasi balapan di Aragon meski menghadapi persaingan ketat dari Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi.
Pembalap bernomor 93 tersebut sempat mendapat tekanan dari Acosta pada beberapa fase balapan.
Namun, Márquez secara bertahap mampu melepaskan diri dan akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang.
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keempat Márquez di MotoGP musim 2026.
Ia juga semakin memperkuat catatannya di MotorLand Aragon dengan kembali meraih kemenangan di sirkuit yang menjadi salah satu tempat favoritnya.
Hasil tersebut sekaligus membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin ketat.
Setelah sebelumnya tertinggal cukup jauh, Márquez kini hanya membutuhkan selisih 19 poin untuk mengejar Martín.
Di balik performa tersebut, kondisi lengan kanan Márquez masih menjadi sorotan.
Cedera tersebut bermula setelah kecelakaan dengan Marco Bezzecchi di Indonesia pada musim sebelumnya.
Kondisi itu kemudian disebut sempat disembunyikan Márquez dari tim Ducati sebelum akhirnya kembali menjadi perhatian setelah insiden highside di Le Mans yang membuatnya harus menjalani operasi.
Márquez kemudian kembali tampil di Mugello. Sejak kembali beraksi, performanya tetap kompetitif dan ia mampu meraih sejumlah kemenangan.
Meski demikian, kondisi fisiknya belum sepenuhnya dianggap kembali ke level ideal.
Pengamat MotoGP Mat Oxley bahkan melihat adanya keterbatasan dalam penampilan Márquez ketika melewati beberapa tikungan kanan di Aragon.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa Márquez masih harus mengelola kondisi tubuhnya di tengah padatnya persaingan kejuaraan.
Kondisi tersebut justru menjadi alasan para rival semakin berhati-hati. Sebab, Márquez masih mampu bersaing di level teratas meski kondisi fisiknya disebut belum 100 persen.
Jurnalis MotoGP Mela Chércoles bahkan menilai Márquez tetap menjadi pembalap dengan level performa tertinggi di grid.
Dalam komentarnya melalui kanal YouTube NicoabadTV, Chércoles menyebut dirinya sudah melihat Márquez sebagai kandidat kuat juara dunia.
“Martín melakukan apa yang harus dia lakukan. Saya pikir juara dunia tahun ini adalah Márquez. Namun, saya sudah mengetahui itu sejak lama,” ujar Chércoles.
Ia kemudian menekankan kualitas Márquez dibandingkan pembalap lain di grid.
Menurut Chércoles, bahkan ketika kondisi lengan Márquez masih bermasalah, pembalap Ducati tersebut tetap mampu menunjukkan performa yang sangat tinggi.
Penilaian tersebut memperlihatkan betapa besar ancaman Márquez dalam persaingan perebutan gelar.
Dengan sembilan putaran Grand Prix yang masih tersisa setelah Aragon, selisih 19 poin jelas belum memberikan jaminan bagi Martín untuk mempertahankan posisi teratas.
Meski memiliki kecepatan yang sangat kompetitif, Márquez tetap dituntut berhati-hati dalam mengelola kondisi fisiknya.
Chércoles menilai pembalap asal Spanyol tersebut perlu pintar mengatur ritme balapan dan kondisi tubuh.
Márquez tidak bisa terus memaksakan diri apabila ingin mempertahankan peluang menjadi juara dunia hingga akhir musim.
“Dia harus mengatur dirinya sendiri, mengatur ritmenya, sesekali mengurangi tekanan agar bisa benar-benar tampil maksimal ketika dibutuhkan,” ujar Chércoles.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Márquez. Persaingan dengan Martín semakin ketat, sementara Marco Bezzecchi juga masih berada dalam persaingan papan atas.
Setelah Aragon, Márquez berada di posisi kedua klasemen dengan 237 poin, sedangkan Martín memimpin dengan 256 poin. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 24 poin dari Martín.
Dengan demikian, Márquez tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga konsistensi dan kemampuan menjaga kondisi fisiknya.
Jika mampu mempertahankan performa seperti di Aragon, peluang Márquez untuk kembali memimpin klasemen terbuka lebar.
Namun, sedikit saja mengalami kemunduran fisik dapat mengganggu upayanya mengejar Martín.
Putaran berikutnya akan berlangsung di MotoGP San Marino pada 11–13 September 2026.
Persaingan antara Márquez, Martín, dan Bezzecchi pun dipastikan semakin menarik memasuki fase akhir musim. (*/stch/dda)