Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Siswa SMKN Nusawungu Raih Juara 3 Judo POPDA Jateng 2026
Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia Bawa Lima Atlet ke Thailand, Bidik Gelar Juara

Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia Bawa Lima Atlet ke Thailand, Bidik Gelar Juara

Tim Takraw Bidik Gelar AyutthayaTim Takraw Bidik Gelar Ayutthaya
SMASH: Sepak Takraw Adaptive Indonesia membawa lima atlet ke Para Sports Championship Thailand 2026 dan membidik gelar juara setelah sukses di Turki

BANYUMASEKSPRES.ID, THAILAND – Tim Nasional Sepak Takraw Adaptive Indonesia membawa lima atlet untuk mengikuti Para Sports Championship Thailand 2026.

Turnamen tersebut berlangsung pada 7-11 September 2026 di Provinsi Ayutthaya, Thailand.

Indonesia membidik hasil maksimal dalam keikutsertaan kali ini. Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia menargetkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus kembali meraih gelar juara pada dua kategori yang diikuti.

Lima atlet yang dibawa ke Thailand yakni Samsuk, M. Ridwan, Moh. Yanto, Gusri Gusmianto, dan Upik Suleman. Kelimanya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan memiliki klasifikasi disabilitas yang berbeda.

Tiga atlet, yakni Samsuk, M. Ridwan, dan Moh. Yanto, berasal dari Jawa Timur. Sementara itu, Gusri Gusmianto merupakan atlet asal Riau dan Upik Suleman berasal dari Gorontalo.

Kelima atlet tersebut akan memperkuat Indonesia pada dua kategori pertandingan yang disesuaikan dengan klasifikasi disabilitas masing-masing.

Dalam Para Sports Championship Thailand 2026, Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia mengikuti dua kategori, yakni Arm dan Mixed.

Kategori Arm diperuntukkan bagi atlet dengan disabilitas tangan. Sementara kategori Mixed diikuti atlet dengan disabilitas tangan dan kaki.

Keikutsertaan dalam dua kategori tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kemampuan para atlet sepak takraw adaptive di panggung internasional.

Para atlet diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman yang dimiliki untuk menghadapi persaingan selama turnamen berlangsung di Provinsi Ayutthaya.

Kompetisi internasional juga menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak takraw adaptive Indonesia.

Selain menjadi ajang mengukur kemampuan, pertandingan tersebut memberikan pengalaman bagi atlet untuk menghadapi lawan dari negara lain.

Dengan membawa lima atlet, Indonesia berharap dapat tampil kompetitif dan mencapai target yang telah ditetapkan tim.

Target juara yang dibidik Indonesia bukan tanpa alasan. Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia sebelumnya memiliki catatan positif di ajang internasional.

Pada 2025 lalu, tim Indonesia berhasil meraih medali emas dalam ajang internasional di Mersin, Turki.

Pencapaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi para atlet untuk kembali membidik prestasi terbaik di Thailand.

Pelatih Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia, Moh. Hanafi, berharap para atlet mampu mempertahankan pencapaian yang telah diraih pada turnamen sebelumnya.

“Target kami sesuai seperti kemarin. Mudah-mudahan bisa mempertahankan juara,” kata Hanafi.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kelima atlet yang akan bertanding.

Mereka diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan dan memanfaatkan pengalaman dari kompetisi sebelumnya.

Bagi tim, mempertahankan gelar juara tentu tidak mudah. Persaingan di level internasional menuntut para atlet untuk tampil maksimal sejak pertandingan dimulai.

Perjalanan Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia menuju Thailand tidak berlangsung mudah. Persiapan dan keberangkatan tim kali ini dilakukan secara mandiri.

Hanafi menjelaskan, tim belum menjadi bagian dari National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia).

Kondisi tersebut membuat tim harus mencari dukungan dari pihak lain agar dapat mengikuti berbagai kompetisi internasional.

“Karena belum masuk anggotanya NPC (National Paralympic Committee of Indonesia), kami cari sponsorship,” kata Hanafi.

Dukungan sponsor kemudian menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan tim selama mengikuti kompetisi.

Menurut Hanafi, kondisi tersebut membuat persiapan dan keberangkatan ke Thailand menghadapi berbagai tantangan.

Tim harus berupaya mendapatkan dukungan agar para atlet tetap dapat tampil membawa nama Indonesia.

Meski demikian, dukungan dari sejumlah donatur akhirnya membantu kelima atlet untuk berangkat ke Thailand.

Hanafi mengakui perjuangan untuk mempersiapkan keberangkatan tim cukup berat.

Namun, dukungan yang datang dari sejumlah pihak membuat para atlet akhirnya dapat mengikuti Para Sports Championship Thailand 2026.

“Kami sangat kesulitan. Tapi alhamdulillah ada rezekinya, anak-anak ini dibantu beberapa donatur,” ujar Hanafi.

Bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi tim. Tanpa dukungan berbagai pihak, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang masih melakukan persiapan secara mandiri.

Dukungan para donatur juga menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan olahraga adaptif di Indonesia.

Para atlet yang tampil di Thailand membawa misi untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Kelima atlet selanjutnya akan berjuang di Provinsi Ayutthaya selama pelaksanaan turnamen pada 7-11 September 2026.

Dengan pengalaman meraih medali emas di Mersin, Turki, pada 2025, Timnas Sepak Takraw Adaptive Indonesia berharap dapat kembali mencatatkan hasil positif.

Dua kategori yang diikuti, yakni Arm dan Mixed, diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Target mempertahankan gelar juara juga menjadi motivasi bagi tim dalam menghadapi seluruh rangkaian pertandingan.

Perjuangan lima atlet Indonesia tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan sepak takraw adaptive di level internasional.

Dengan dukungan yang semakin kuat, diharapkan para atlet dapat terus memiliki kesempatan tampil dalam berbagai kompetisi internasional dan mengukir prestasi bagi Indonesia.(*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Siswa SMKN Nusawungu Raih Juara 3 Cabor Judo di Popda Jateng

Siswa SMKN Nusawungu Raih Juara 3 Judo POPDA Jateng 2026