Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pedagang Menara Teratai Tolak Relokasi Sembarangan, Kolam Retensi Masih Dikaji
Petenis 12 Tahun Banjarnegara Rafas Putra Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Petenis 12 Tahun Banjarnegara Rafas Putra Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Petenis Cilik Raih Emas POPDA JatengPetenis Cilik Raih Emas POPDA Jateng
JUARA: Atlet cabor tenis lapangan, Rafas Putra Adina Ramadana, menyabet medali emas pada pekan POPDA Jateng 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Prestasi gemilang ditorehkan Rafas Putra Adina Ramadana di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.

Petenis muda berusia 12 tahun tersebut berhasil menyabet medali emas cabang olahraga tenis lapangan sekaligus mulai membidik target lebih tinggi, yakni bisa menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.

Rafas merupakan siswa kelas VI SD Muhammadiyah. Medali emas diraihnya setelah berhasil mengalahkan wakil Pati dalam pertandingan POPDA Jateng yang berlangsung pada 1-6 September 2026.

Bagi Rafas, perjuangan meraih medali emas tidak berlangsung mudah. Rasa gugup sempat muncul ketika menghadapi pertandingan penentuan.

Selain itu, kondisi cuaca yang cukup panas juga menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan.

“Deg-degan, takut. Terus terlalu panas mataharinya,” cerita Rafas, Senin (7/9/2026).

Meski menghadapi tekanan, Rafas mampu menjaga konsentrasi dan mempertahankan permainan hingga pertandingan berakhir.

Sejumlah teknik yang selama ini diasah dalam latihan menjadi andalannya di lapangan.

Dalam pertandingan, Rafas mengandalkan beberapa teknik dasar tenis yang terus dilatih, di antaranya forehand, backhand, dan slice.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam permainannya ketika menghadapi lawan di POPDA Jateng 2026.

Persiapan menghadapi ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Tengah itu juga dilakukan secara serius. Rafas menjalani latihan selama sekitar dua bulan sebelum kompetisi.

Setiap hari, ia berlatih di Kepatihan, Banjarnegara. Latihan tersebut dilakukan bersama sang ayah yang sekaligus menjadi pelatihnya.

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Rafas menekuni tenis lapangan.

Kecintaannya terhadap olahraga tersebut bahkan bermula dari ajakan sang ayah.

Awalnya, Rafas hanya mencoba bermain tenis. Namun, dari sekadar mencoba, ketertarikannya semakin tumbuh hingga akhirnya ia menekuni olahraga tersebut dan mulai mengikuti berbagai kejuaraan.

Pengalaman bertanding Rafas pun tidak hanya berada di level daerah. Sebelum tampil di POPDA Jateng 2026, ia telah mengikuti sejumlah kompetisi, termasuk SKNAS hingga ajang tingkat nasional.

Pengalaman tersebut menjadi modal berharga ketika Rafas harus tampil dalam persaingan POPDA Jateng.

Meski usianya masih 12 tahun, ia mulai terbiasa menghadapi suasana pertandingan dan lawan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Medali emas POPDA Jateng 2026 tidak membuat Rafas berhenti mengejar prestasi. Justru, keberhasilan tersebut membuat targetnya semakin tinggi.

Rafas ingin terus meningkatkan kemampuan hingga suatu saat bisa mengenakan seragam tim nasional Indonesia.

Ia juga ingin prestasinya di dunia tenis dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa.

“Mau jadi timnas, ingin membanggakan Indonesia,” ujarnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Rafas menyadari bahwa kemampuan yang dimiliki saat ini masih harus terus dikembangkan.

Latihan secara konsisten menjadi salah satu kunci yang harus dijalankan. Selain kemampuan teknik, kondisi fisik juga menjadi perhatian.

Menurut Rafas, seorang atlet tidak cukup hanya memiliki kemampuan bermain, tetapi juga harus menjaga kondisi tubuh agar mampu mengikuti latihan dan pertandingan dengan baik.

Semangat tersebut membuat Rafas ingin terus belajar dari setiap pertandingan. Pengalaman menang maupun menghadapi kesulitan di lapangan menjadi bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan.

Ia pun memiliki pesan sederhana bagi atlet-atlet pelajar lain yang ingin mengejar prestasi di bidang olahraga.

“Disiplin, kerja keras dan berdoa,” pesan Rafas.

Medali emas yang diraih Rafas menjadi salah satu catatan prestasi Kabupaten Banjarnegara dalam POPDA Jawa Tengah 2026.

Secara keseluruhan, Banjarnegara mengakhiri kompetisi di peringkat ke-20 klasemen perolehan medali.

Kontingen Banjarnegara mengumpulkan enam medali emas, 11 perak, dan 20 perunggu.

Dari wilayah eks Karesidenan Banyumas, Kabupaten Banyumas menjadi kontingen dengan posisi tertinggi.

Banyumas finis di peringkat keempat setelah mengoleksi 28 emas, 30 perak, dan 43 perunggu.

Kabupaten Cilacap berada di posisi kedelapan dengan raihan 16 emas, 20 perak, dan 26 perunggu.

Sementara Kabupaten Purbalingga menempati peringkat ke-29 dengan tiga emas, 13 perak, dan 14 perunggu.

Adapun Kota Semarang keluar sebagai pemuncak klasemen POPDA Jateng 2026 dengan koleksi 99 emas, 58 perak, dan 58 perunggu.

Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 56 emas, 41 perak, dan 62 perunggu.

Sementara Kota Salatiga berada di peringkat ketiga dengan 30 emas, 19 perak, dan 27 perunggu.

Bagi Rafas, capaian emas di POPDA Jateng menjadi pijakan untuk mengejar target berikutnya.

Perjalanan menuju level nasional masih panjang, tetapi semangat untuk terus berlatih sudah mulai ditanamkan sejak usia muda.

Dengan disiplin, kerja keras, dukungan keluarga, serta pengalaman bertanding yang terus bertambah, Rafas berharap suatu hari dapat berkembang menjadi petenis yang mampu membawa nama Indonesia di level yang lebih tinggi. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pedagang Menara Teratai Tolak Relokasi

Pedagang Menara Teratai Tolak Relokasi Sembarangan, Kolam Retensi Masih Dikaji