Iklan

PDIP Purbalingga Mulai Konsolidasi Pemilu 2029, 6.243 Pengurus Ranting Disiapkan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purbalingga mulai menggerakkan konsolidasi struktur partai sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.

Konsolidasi dilakukan melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) yang akan digelar secara maraton di 239 ranting yang tersebar di 18 kecamatan.

Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum pembentukan kepengurusan baru di tingkat ranting dan anak ranting.

DPC PDIP Purbalingga juga akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk periode 2026–2031.

Ketua DPC PDIP Purbalingga HR Bambang Irawan mengatakan, konsolidasi dilakukan setelah masa bakti kepengurusan ranting dan anak ranting sebelumnya berakhir.

“Musran dan Musanran akan dilaksanakan mulai 19 September. Jadwalnya sudah disiapkan secara matang,” ungkap Bambang Irawan.

Pelaksanaan Musran dan Musanran PDIP Purbalingga dijadwalkan berlangsung dalam empat putaran. Putaran pertama dijadwalkan pada Sabtu (19/9/2026).

Pada tahap awal tersebut, konsolidasi digelar di empat kecamatan, yakni Kalimanah, Bobotsari, Kertanegara, dan Kejobong.

Agenda kemudian dilanjutkan pada Minggu (20/9/2026). Pada putaran berikutnya, kegiatan berlangsung di Kecamatan Purbalingga, Bukateja, Kemangkon, Bojongsari, Karangjambu, dan Rembang.

Putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026). Musran dan Musanran akan digelar di Kecamatan Mrebet, Karanganyar, Kaligondang, dan Pengadegan.

Sementara itu, tahap terakhir dijadwalkan pada Minggu (27/9/2026). Empat kecamatan yang menjadi lokasi agenda terakhir yakni Padamara, Kutasari, Karangmoncol, dan Karangreja.

Dengan jadwal tersebut, seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga akan masuk dalam rangkaian konsolidasi struktur partai.

Konsolidasi tidak hanya menyangkut pergantian atau pembentukan kepengurusan.

Struktur baru di tingkat ranting dan anak ranting juga diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput.

Bambang Irawan mengatakan, pengurus baru diharapkan mampu memperkuat konsolidasi dan semangat gotong royong kader di wilayah masing-masing.

“Pengurus ranting dan anak ranting diharapkan bisa melakukan konsolidasi dan gotong royong dengan kader yang ada di bawah. Termasuk untuk siap menjalankan tegak lurus perintah partai,” tegasnya.

Dalam struktur yang disiapkan, setiap ranting nantinya memiliki tujuh pengurus. Sementara anak ranting akan diisi oleh lima pengurus.

Jika dihitung secara keseluruhan, struktur kepengurusan di tingkat desa dan dusun tersebut mencapai 6.243 pengurus.

Mereka akan menjadi bagian dari struktur organisasi PDIP di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

“Mereka ini merupakan petugas partai yang akan bergotong royong bersama menggerakkan mesin partai di tingkat akar rumput,” lanjut Bambang.

Pembentukan struktur kepengurusan periode 2026–2031 juga dikaitkan dengan persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.

DPC PDIP Purbalingga memproyeksikan struktur ranting dan anak ranting sebagai salah satu bagian dari konsolidasi organisasi menuju agenda politik nasional tersebut.

Dengan struktur yang tersebar hingga tingkat desa dan dusun, partai memiliki kepengurusan yang berada di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga.

Konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi kader di lapangan.

Bambang menekankan pentingnya kerja bersama antara pengurus ranting, anak ranting, dan kader yang berada di bawahnya.

Semangat gotong royong disebut menjadi salah satu bagian yang ingin diperkuat melalui kepengurusan baru.

Agenda konsolidasi juga menjadi kesempatan bagi DPC untuk memastikan struktur organisasi di tingkat bawah berjalan sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan.

Untuk memastikan rangkaian Musran dan Musanran berjalan sesuai jadwal, DPC PDIP Purbalingga membentuk dua tim khusus.

Tim 1 dikomandoi Sekretaris DPC PDIP Purbalingga Karseno bersama Budi Agung Prasetyo, R. Daffa Putra Irawan, Abdul Majid, Tadjriyanto, Retno Kusumaningdyah, dan Jatminingsih.

Sementara Tim 2 diketuai Tongat. Tim tersebut beranggotakan Imawan Taqiudin, Nurahmat Priyo Utomo, Nurlaela Dian Latifah, Wahyu Penilis Hastuti, Sulasmi, dan Sutarman.

Kedua tim tersebut bertugas memastikan agenda konsolidasi di seluruh wilayah yang telah dijadwalkan dapat berjalan.

Dengan pembagian tim tersebut, DPC PDIP Purbalingga menyiapkan pelaksanaan Musran dan Musanran secara bertahap selama dua pekan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 19 September dan berakhir pada 27 September 2026.

Setelah seluruh proses selesai, kepengurusan ranting dan anak ranting periode 2026–2031 diharapkan dapat segera menjalankan tugas organisasi di wilayah masing-masing.

Konsolidasi struktur tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan internal DPC PDIP Purbalingga menuju agenda Pemilu 2029.

Sebanyak 6.243 pengurus tingkat ranting dan anak ranting disiapkan untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput. (alw/stch/dda)

Iklan