BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas memasuki tahap penting setelah proses hibah lahan untuk pembangunan sekolah resmi ditandatangani oleh Bupati Banyumas.
Langkah ini menjadi tonggak awal percepatan pembangunan sekolah yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Informasi tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang digelar pada Kamis (30/7/2026).
Dalam forum tersebut, Dinas Pendidikan memaparkan perkembangan terbaru terkait pembangunan SNT II Banyumas, mulai dari proses hibah lahan hingga pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, menjelaskan bahwa proses hibah tanah telah memasuki tahapan penandatanganan oleh Bupati Banyumas di Jakarta.
Penandatanganan tersebut menjadi dasar hukum bagi pembangunan sekolah yang akan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 20 hektare.
Menurut Wahyu, lahan yang akan digunakan berada di kawasan Bumi Perkemahan Kendalisada, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki luas yang memadai untuk mendukung konsep sekolah terintegrasi yang akan dikembangkan.
“Dalam Forum Konsultasi Publik ini kami menyampaikan perkembangan pembangunan SNT II Banyumas, baik mengenai proses hibah tanah maupun pelaksanaan penerimaan murid baru,” ujarnya.
Selain progres pembangunan fisik, Dinas Pendidikan juga melaporkan perkembangan proses penerimaan peserta didik baru.
Pendaftaran telah berlangsung pada 21 hingga 27 Juli 2026 dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
Untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar mencapai 74 siswa, sedangkan pada jenjang SMA terdapat 56 pendaftar.
Secara keseluruhan, kuota penerimaan yang ditetapkan sebanyak 80 siswa telah berhasil terpenuhi sesuai target yang ditentukan.
Seluruh calon peserta didik juga diwajibkan mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) sebagai bagian dari proses seleksi. Pelaksanaan tes tersebut selesai pada Kamis (30/7/2026).
Wahyu menjelaskan bahwa seluruh biaya pelaksanaan Tes Bakat Skolastik ditanggung oleh pemerintah sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Menurutnya, apabila tes tersebut diikuti secara mandiri, biaya yang harus dibayarkan cukup besar.
“Tes Bakat Skolastik selesai dilaksanakan hari ini. Seluruh biaya tes ditanggung pemerintah sehingga peserta tidak dibebani biaya,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Banyumas berharap seluruh unsur masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan SNT II Banyumas.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Kabupaten Banyumas dengan fasilitas yang lebih lengkap serta sistem pembelajaran yang terintegrasi.
Sementara proses pembangunan belum selesai, kegiatan belajar mengajar dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tetap dilaksanakan di sekolah transisi yang menempati eks Gedung SMP Negeri 1 Kalibagor.
Lokasi tersebut akan digunakan sementara hingga pembangunan gedung utama SNT II Banyumas rampung.
Wahyu menambahkan bahwa SNT II Banyumas merupakan sekolah nasional terintegrasi kedua yang dibangun di Kabupaten Banyumas.
Sebelumnya, pemerintah telah lebih dahulu menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Banyumas sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat Banyumas segera memperoleh manfaat dari hadirnya sekolah baru dengan konsep pendidikan yang lebih modern, terpadu, dan berkualitas.
Dengan dimulainya proses hibah lahan seluas sekitar 20 hektare, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi II Banyumas kini memasuki fase yang lebih konkret.
Pemerintah daerah optimistis proyek ini dapat berjalan lancar dan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Banyumas untuk jangka panjang. (*/stch/dda)