Iklan

Pernyataan Ikram Rosadi soal Kapok Nikah dengan ‘Cici-Cici’ Viral, Publik Kaitkan dengan Larissa Chou

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Ikram Rosadi kembali menjadi sorotan publik setelah potongan siaran langsung (live) di TikTok miliknya viral di media sosial.

Mantan suami Larissa Chou itu menuai beragam reaksi usai mengaku kapok menikah dengan perempuan yang ia sebut sebagai “cici-cici”, istilah yang umum digunakan untuk menyebut perempuan keturunan Tionghoa.

Dalam siaran langsung tersebut, Ikram Rosadi menyampaikan pernyataan yang kemudian memicu perdebatan di kalangan warganet.

Ia mengaitkan pengalaman pernikahannya dengan persoalan nafkah dan perceraian.

“Ya kapok nikah sama cici-cici. Nanti saya dibilang enggak mampu menafkahi lagi. Terus nanti dicerai lagi. Terus gimana? Kalau sama cici-cici lagi, nanti saya duda dua kali atuh guys,” ujar Ikram Rosadi.

Cuplikan video tersebut kemudian beredar luas di platform X dan telah ditonton ratusan ribu kali.

Berbagai komentar pun bermunculan, dengan sebagian besar warganet menilai pernyataan tersebut justru memunculkan spekulasi baru mengenai penyebab kandasnya rumah tangga Ikram Rosadi dan Larissa Chou.

Salah satu akun X, @gomugomuuuuuuuu, menilai ucapan Ikram Rosadi seolah memperkuat anggapan bahwa persoalan kemampuan memberikan nafkah menjadi salah satu masalah dalam rumah tangganya.

“Dia malah memperkuat statement sendiri berarti emang enggak mampu jadi suami ini orang. Harusnya introspeksi diri bukannya malah Live bikin klarifikasi mempermalukan diri sendiri. Kalau enggak sanggup menafkahi mending jangan nikah lagi Mas. Urus kambing saja,” tulis akun tersebut.

Komentar serupa juga disampaikan akun @hateorlove9999. Menurutnya, persoalan rumah tangga tidak berkaitan dengan latar belakang etnis pasangan, melainkan komunikasi dan tanggung jawab dalam menjalani pernikahan.

“Masalahnya bukan terletak pada ‘cici-cici’-nya. Tapi masalah nafkah dan komunikasi. Umur berapapun kalau pola pikirnya seperti dia pasti bubar juga. Solusinya, nikah sama yang umur dan saldo rekeningnya sama. Biar adil,” tulisnya.

Sementara itu, akun @Yolatheluca menyoroti sikap Larissa Chou yang selama proses perceraian dinilai tidak pernah secara terbuka mengungkap penyebab keretakan rumah tangganya kepada publik.

“Padahal, Larissa diam saja tak diumbar ke publik. Dia ngomong, semua jadi tahu,” tulis akun tersebut.

Komentar lain datang dari akun @shafinarooms yang mempertanyakan alasan Ikram Rosadi mengaitkan kegagalan rumah tangga dengan perempuan keturunan Tionghoa.

“Alasan kapok menikah dengan cici-cici kok malah takut enggak bisa menafkahi lagi, bukannya introspeksi diri. Kalau memang dari awal tidak merasa enggak sanggup menafkahi, kenapa berani menikahi anak orang?” tulisnya.

Sebelumnya, alasan perceraian Larissa Chou dan Ikram Rosadi sempat disampaikan oleh kuasa hukum Larissa Chou, Made Rediyudana.

Ia menjelaskan bahwa keretakan rumah tangga keduanya mulai terjadi sejak Oktober 2025.

Menurut Made, setelah terjadi perselisihan, Ikram Rosadi memutuskan meninggalkan rumah yang ditempati bersama Larissa Chou.

Sejak saat itu hubungan keduanya semakin renggang dan menjalani kehidupan secara terpisah.

Selama sekitar tujuh bulan berpisah rumah, hubungan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.

Kondisi tersebut akhirnya membuat Larissa Chou memutuskan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Meski tidak mengungkap seluruh alasan perceraian secara rinci, Made Rediyudana mengatakan salah satu penyebab yang dirasakan kliennya adalah perasaan menjalani rumah tangga seorang diri, termasuk dalam mengurus anak-anak.

“Terkait alasan bercerai, saya tak bisa bicara banyak. Tapi salah satunya karena klien saya kerap merasa sendiri dalam menjalani rumah tangga dan mengurus anak-anaknya,” ujar Made.

Setelah perceraian resmi diputuskan, Larissa Chou diketahui tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan Ikram Rosadi demi kepentingan anak.

Keduanya disebut tetap menjalankan pola pengasuhan bersama atau co-parenting agar kebutuhan dan tumbuh kembang anak tetap menjadi prioritas, meskipun rumah tangga mereka telah berakhir. (*/stch/dda)

Iklan