Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Pengadilan, Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara 622 Miliar
Karina Ranau Masih Trauma Usai Jadi Korban Penganiayaan di Warung Miliknya

Karina Ranau Masih Trauma Usai Jadi Korban Penganiayaan di Warung Miliknya

Trauma Jadi Korban PenganiayaanTrauma Jadi Korban Penganiayaan
Karina Ranau

BANYUMASEKSPRES.ID, Artis Karina Ranau mengaku masih mengalami trauma berat setelah menjadi korban dugaan penganiayaan di Warung Jukut Goreng Samali miliknya.

Meski proses hukum atas kasus tersebut telah meningkat ke tahap penyidikan, peristiwa yang dialaminya masih meninggalkan dampak psikologis yang cukup besar, baik bagi dirinya maupun keluarganya.

Karina menyampaikan kondisi tersebut usai menghadiri gelar perkara di Polsek Pancoran.

Menurutnya, kejadian yang terjadi secara tiba-tiba itu membuatnya kehilangan rasa aman saat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia mengaku hingga kini masih berusaha memulihkan kondisi mentalnya. Rasa takut masih sering muncul ketika hendak bepergian atau menjalankan pekerjaannya seperti biasa.

“Kalau rasa trauma itu memang masih saya rasakan sampai sekarang. Bukan hanya saya, tetapi juga keluarga saya. Saya jadi takut ke mana-mana dan sulit berkonsentrasi menjalani aktivitas sehari-hari,” ungkap Karina.

Perempuan yang dikenal sebagai istri mendiang aktor Epy Kusnandar itu mengatakan, dampak psikologis yang dialaminya jauh lebih berat dibanding luka fisik.

Menurutnya, bayangan kejadian tersebut terus muncul dan membuatnya sulit melupakan insiden yang terjadi di tempat usahanya.

Salah satu hal yang paling membuatnya terpukul adalah ketika melihat kembali rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam dugaan penganiayaan tersebut.

Setiap kali menyaksikan video itu, Karina mengaku tidak mampu menahan air mata karena kembali mengingat kejadian yang dialaminya.

Ia juga membayangkan bagaimana reaksi mendiang suaminya apabila masih berada di sisinya saat insiden tersebut terjadi.

Pikiran itu semakin membuat emosinya tidak stabil dan memperberat rasa sedih yang dirasakan. Menurut Karina, kejadian tersebut benar-benar terjadi di luar dugaan.

Saat itu dirinya hanya menjalankan aktivitas seperti biasa di warung miliknya sebelum akhirnya menghadapi situasi yang membuatnya mengalami trauma hingga sekarang.

Ia mengaku masih mengingat dengan jelas ekspresi terduga pelaku saat peristiwa berlangsung.

Bayangan tersebut terus menghantuinya sehingga rasa takut belum sepenuhnya hilang meski waktu telah berlalu.

“Ekspresi yang saya lihat saat kejadian itu masih terus terbayang sampai sekarang. Itu yang membuat saya masih merasa takut dan trauma,” katanya.

Tidak hanya Karina, keluarganya juga ikut merasakan dampak dari peristiwa tersebut.

Putranya yang masih berusia 11 tahun dan saat ini berada di kampung halaman disebut ikut terpukul setelah mengetahui kabar yang menimpa sang ibu.

Karina mengatakan anaknya hanya bisa memberikan dukungan dari kejauhan. Sebagai seorang anak, putranya merasa sedih dan bingung melihat ibunya menjadi korban dugaan penganiayaan yang ramai diberitakan.

Meski demikian, dukungan dari keluarga menjadi salah satu penyemangat bagi Karina untuk tetap menjalani proses hukum yang sedang berlangsung.

Karina berharap penyidikan yang kini dilakukan pihak kepolisian dapat berjalan secara profesional hingga tuntas.

Ia ingin kasus yang dialaminya diproses sesuai ketentuan hukum sehingga memberikan kepastian dan rasa keadilan.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, Karina juga meningkatkan sistem keamanan di Warung Jukut Goreng Samali.

Ia telah memasang sejumlah kamera CCTV tambahan di beberapa titik untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas di sekitar lokasi usaha.

Menurutnya, penambahan sistem keamanan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi dirinya, karyawan, maupun para pelanggan yang datang ke warung miliknya.

Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Karina Ranau kini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian.

Karina berharap seluruh proses hukum dapat berjalan dengan baik sehingga memberikan keadilan sekaligus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali menimpa siapa pun. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Surat Dakwaan Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Pengadilan, Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara 622 Miliar