Iklan

Sampah Berserakan di Jalan Bung Karno Purwokerto Usai Pasar Minggu Pagi

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemandangan kurang sedap terlihat di sejumlah titik Jalan Bung Karno, Purwokerto, Minggu (23/8/2026).

Sejumlah kantong plastik berisi sisa buah-buahan dan sampah lainnya tampak berserakan di sepanjang jalan pusat kota tersebut.

Keberadaan sampah itu diduga berkaitan dengan aktivitas Pasar Minggu Pagi yang rutin berlangsung di kawasan Jalan Bung Karno.

Sampah yang tidak langsung tertangani membuat sejumlah bagian jalan terlihat kurang bersih dan menimbulkan kesan kumuh.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pengguna jalan. Selain mengganggu estetika kawasan pusat kota, sampah yang menumpuk juga dikhawatirkan menimbulkan persoalan sanitasi apabila tidak segera dibersihkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kantong plastik berisi berbagai jenis sampah terlihat berada di beberapa titik sepanjang Jalan Bung Karno.

Sampah tersebut antara lain berupa sisa buah-buahan dan sampah lain yang berasal dari aktivitas perdagangan.

Salah seorang pengguna jalan, Sugeng (37), menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan Jalan Bung Karno perlu mendapat perhatian lebih karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalan pusat kota Purwokerto.

“Apalagi ini merupakan jalan pusat kota Purwokerto, harusnya lebih bersih lagi,” paparnya.

Menurut Sugeng, keberadaan Pasar Minggu Pagi sebenarnya memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Aktivitas perdagangan dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk mendapatkan penghasilan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Namun, manfaat ekonomi tersebut menurutnya perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik.

Sugeng menilai persoalan kebersihan seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas perdagangan.

Pedagang dan pengelola pasar perlu memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan tidak ditinggalkan begitu saja setelah aktivitas jual beli selesai.

“Keberadaan pasar pagi memang penting untuk mendukung perekonomian lokal, namun hal ini tidak boleh mengorbankan kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi menjelaskan, pengelolaan sampah di kawasan tersebut pada dasarnya menjadi tanggung jawab masing-masing pedagang.

Jumlah pedagang yang beraktivitas di Pasar Minggu Pagi Jalan Bung Karno diperkirakan mencapai 70 hingga 80 pedagang.

Gatot mengatakan, pihaknya tidak memiliki kerja sama langsung dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Selama ini, pengelolaan dilakukan oleh paguyuban pedagang.

“Kalau di Jalan Bung Karno, dari dinas tidak ada kerja sama dengan KSM. Selama ini paguyuban yang mengurus,” jelasnya.

Persoalan sampah di Jalan Bung Karno selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan sistem pengelolaan sampah di kawasan Pasar Minggu Pagi berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah juga perlu memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap sampah setelah kegiatan pasar selesai.

Keberadaan sistem pengelolaan sampah yang jelas dinilai penting mengingat aktivitas Pasar Minggu Pagi melibatkan puluhan pedagang dan mendatangkan banyak masyarakat.

Tanpa pengelolaan yang baik, volume sampah yang dihasilkan berpotensi mengganggu kebersihan jalan dan lingkungan sekitar.

Plt Kepala DLH Kabupaten Banyumas dr. Arif Sugiono mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengarahkan pedagang di Jalan Bung Karno untuk bekerja sama dengan KSM dalam pengelolaan sampah.

Namun, DLH belum memastikan apakah seluruh pedagang telah menjalankan arahan tersebut.

“Kita sudah arahkan kerja sama dengan KSM. Mungkin pedagang di situ sudah kerja sama dengan pengelola KSM,” paparnya.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, DLH Banyumas berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Pengecekan diperlukan untuk mengetahui apakah sampah yang terlihat berserakan masih berkaitan dengan aktivitas perdagangan atau sudah masuk kategori sampah liar.

“Kita cek nanti sore, siapa tahu sudah dibersihkan. Kalau belum menjadi sampah liar ya kembali ke DLH,” pungkasnya.

Persoalan sampah di Jalan Bung Karno menjadi pengingat bahwa aktivitas ekonomi dan kebersihan lingkungan perlu berjalan beriringan.

Pasar Minggu Pagi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berdagang dan mendukung perekonomian lokal, tetapi aktivitas tersebut juga menghasilkan sampah yang harus dikelola dengan baik.

Kawasan Jalan Bung Karno sebagai bagian dari pusat Kota Purwokerto juga memiliki fungsi penting sebagai ruang publik.

Karena itu, kebersihan jalan dan lingkungan sekitar perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, pedagang, pengelola pasar maupun masyarakat.

Pengelolaan sampah yang tertib dapat mencegah sampah berserakan setelah kegiatan pasar selesai.

Selain membuat kawasan lebih nyaman, langkah tersebut juga membantu menjaga sanitasi dan mengurangi potensi gangguan kesehatan akibat lingkungan yang kotor.

Dengan koordinasi antara pedagang, paguyuban, dinas terkait dan KSM, persoalan sampah Pasar Minggu Pagi di Jalan Bung Karno Purwokerto diharapkan dapat segera ditangani dan tidak kembali terulang pada kegiatan berikutnya. (*/stch/dda)

Iklan