BANYUMASEKSPRES.ID, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) resmi membuka Penerimaan Taruna Baru (PTB) 2026 mulai 18 Agustus 2026. Sekolah kedinasan di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut menyediakan 130 kuota bagi calon taruna dan taruni.
Pendaftaran STMKG 2026 terbuka bagi lulusan SMA, MA, SMK, dan sederajat. Proses pendaftaran serta pembayaran seleksi administrasi berlangsung pada 18-30 Agustus 2026 melalui portal PTB STMKG dan SSCASN BKN.
Salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan adalah tinggi badan. Peserta laki-laki wajib memiliki tinggi minimal 155 cm, sedangkan peserta perempuan minimal 150 cm.
Selain tinggi badan, calon peserta harus memenuhi ketentuan usia, kesehatan, penglihatan, status pernikahan, pendidikan, serta persyaratan lainnya. Peserta juga harus bersedia bekerja dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan.
Pada penerimaan tahun ini, STMKG menyediakan 130 formasi. Sebanyak 60 kursi diperuntukkan bagi formasi nasional dan 70 kursi lainnya untuk formasi afirmasi.
Formasi nasional terdiri atas 25 kursi Meteorologi, 10 kursi Klimatologi, 10 kursi Geofisika, serta 15 kursi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Sementara itu, formasi afirmasi ditujukan bagi peserta dari sejumlah wilayah yang telah ditentukan.
Wilayah afirmasi tersebut mencakup Papua, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku. Peserta jalur afirmasi harus memenuhi ketentuan wilayah dan dokumen tambahan sesuai kategori yang dipilih.
Calon peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia dan dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani. Peserta juga tidak boleh mengalami buta warna serta harus memenuhi ketentuan kesehatan yang ditetapkan.
Dari sisi usia, peserta harus berumur minimal 15 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 November 2026. Peserta juga belum menikah dan wajib bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan di STMKG.
Calon taruna harus bebas narkoba dan tidak sedang terikat dinas dengan instansi lain. Peserta juga diwajibkan bersedia bekerja di BMKG serta ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk syarat fisik, tinggi minimal peserta laki-laki adalah 155 cm dan perempuan 150 cm. Berat badan juga harus proporsional atau seimbang dengan tinggi badan.
Peserta yang menggunakan kacamata masih dapat mengikuti seleksi dengan ketentuan tertentu. Lensa sferis maksimal minus 4 dioptri atau lensa silindris maksimal minus 2 dioptri.
Peserta juga harus bersedia menjalani LASIK dengan biaya sendiri apabila dinyatakan diterima dan tindakan tersebut diperlukan. Karena itu, kondisi penglihatan sebaiknya diperiksa sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Lulusan SMA, MA, SMK, atau sekolah sederajat dari semua jurusan dapat mengikuti pendaftaran STMKG 2026. Peserta yang lulus pada 2026 tetapi belum menerima ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus atau dokumen yang sesuai ketentuan.
Khusus peserta afirmasi, terdapat persyaratan tambahan terkait wilayah kelahiran, domisili, atau riwayat pendidikan. Dokumen seperti akta kelahiran, KTP, dan kartu keluarga dapat digunakan untuk membuktikan persyaratan tersebut.
Peserta afirmasi juga harus menyelesaikan pendidikan SD, SMP, atau SMA sederajat di provinsi yang termasuk wilayah afirmasi. Bagi peserta afirmasi Orang Asli Papua (OAP), diperlukan rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP).
Seleksi STMKG 2026 terdiri atas beberapa tahapan yang harus dilewati peserta. Setelah seleksi administrasi, peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), kemudian dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Tahapan berikutnya meliputi tes kebugaran, kesehatan, dan wawancara. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian penentu sebelum pengumuman kelulusan akhir.
Pada tes kebugaran, peserta mengikuti Cooper Test berupa lari sejauh 2,4 kilometer. Catatan waktu terbaik yang mendapat nilai 100 adalah kurang dari 8 menit 37 detik untuk laki-laki dan kurang dari 11 menit 50 detik untuk perempuan.
Waktu lebih dari 15 menit 31 detik bagi laki-laki dan 18 menit 31 detik bagi perempuan berada pada nilai 50. Karena itu, persiapan fisik penting dilakukan sebelum mengikuti seleksi.
Dalam wawancara, peserta dinilai dari motivasi, komitmen, kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, kemampuan interpersonal, kesadaran diri, kecerdasan emosi, serta kemampuan belajar. Aspek tersebut digunakan untuk melihat kesiapan peserta mengikuti pendidikan kedinasan.
Pendaftaran sekaligus pembayaran seleksi administrasi berlangsung pada 18-30 Agustus 2026. Seleksi administrasi dijadwalkan pada 18 Agustus-1 September 2026, sedangkan hasilnya diumumkan pada 2-3 September 2026 melalui SSCASN BKN.
Biaya pendaftaran STMKG 2026 sebesar Rp75.000. Peserta juga dikenakan biaya CAT BKN untuk SKD sebesar Rp100.000 dan SKB sebesar Rp100.000 sesuai tahapan yang diikuti.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain bukti pembayaran, pasfoto terbaru berlatar merah, KTP, KK, KIA atau surat keterangan Dukcapil, serta ijazah atau dokumen penggantinya. Pasfoto dan dokumen identitas menggunakan format JPG maksimal 500 KB, sedangkan dokumen pendidikan menggunakan PDF maksimal 1.000 KB.
Peserta afirmasi perlu menyiapkan dokumen tambahan sesuai jalur yang dipilih. Peserta afirmasi OAP juga wajib memiliki surat keterangan OAP dari MRP dengan stempel basah.
Calon peserta sebaiknya membaca pengumuman resmi PTB STMKG sebelum memulai proses pendaftaran. Selanjutnya, peserta membuat akun pada portal SIMAS STMKG dan membayar biaya pendaftaran Rp75.000.
Bukti pembayaran harus disimpan untuk kebutuhan proses berikutnya. Peserta kemudian membuat akun SSCASN BKN, mengunggah bukti pembayaran dan dokumen persyaratan, lalu melakukan login menggunakan NIK serta kata sandi.
Dalam portal SSCASN, peserta memilih STMKG sebagai sekolah kedinasan tujuan. Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu sekolah kedinasan.
Sebelum melakukan finalisasi, seluruh data dan dokumen harus diperiksa kembali. Peserta yang sudah menyelesaikan pendaftaran sebaiknya mencetak atau menyimpan bukti pendaftaran.
Pendaftaran STMKG 2026 menjadi kesempatan bagi calon taruna yang ingin menekuni bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi-MKG. Informasi resmi mengenai persyaratan, jadwal, serta perubahan ketentuan perlu dipantau melalui kanal PTB STMKG dan SSCASN BKN.
Dengan batas pendaftaran sampai 30 Agustus 2026, calon peserta disarankan tidak menunggu hari terakhir. Pastikan tinggi badan, usia, kesehatan, pendidikan, dan seluruh dokumen sudah memenuhi ketentuan sebelum melakukan finalisasi. (mdr)