BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Tradha Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program Beasiswa Tradha 2026.
Setelah berkiprah selama satu dekade dalam pemberian beasiswa, yayasan tersebut kembali memberikan dukungan pendidikan kepada 10 mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan Talk Show Beasiswa Tradha 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Kolopaking, Kebumen, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan anak muda Kebumen dan dikemas melalui berbagai sesi yang membahas pendidikan, keluarga, pengembangan diri, hingga kontribusi generasi muda bagi daerah.
Kegiatan Beasiswa Tradha 2026 tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan finansial untuk pendidikan.
Program tersebut juga dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jaringan, serta membangun karakter.
Talk show tersebut dibagi menjadi dua sesi utama, yakni Parentalk dan Youthtalk.
Sesi Parentalk membahas pentingnya peran keluarga dalam mendukung perjalanan pendidikan dan karier anak.
Diskusi menghadirkan psikolog Yulaida serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Khalisha Adelia Aziza, S.E., B.Sc., M.Sc., yang juga menjabat sebagai Direktur Tradha Foundation.
Pembahasan tersebut menekankan bahwa keberhasilan pendidikan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik.
Dukungan keluarga, komunikasi, lingkungan yang positif, serta pemahaman terhadap potensi anak juga menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan.
Sementara itu, sesi Youthtalk mengangkat tema “Muda, Berdaya, dan Berdampak untuk Kebumen”.
Sesi tersebut menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, yang juga dikenal sebagai CEO Tradha Group sekaligus founder Ascendia Disability Center, serta seniman visual Putra Akbar Wahyu Hidayat, S.Ds.
Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan motivasi kepada pelajar serta mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi.
Generasi muda juga didorong untuk berani berkreasi, mandiri, membangun kemampuan profesional, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asal.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Mahasiswa tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga keterampilan, pengalaman organisasi, jaringan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Salah satu penerima Beasiswa Tradha 2026, Ligar Amellea Razuanur, mahasiswi S1 Ilmu Administrasi Negara PSDKU Kebumen UNS, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Tradha Foundation.
Menurut Ligar, program beasiswa yang diterimanya bukan hanya membantu perjalanan pendidikan dari sisi finansial.
Ia juga memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan yayasan.
“Beasiswa ini bukan hanya memberikan dukungan dalam perjalanan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi saya untuk belajar, berkembang, dan memperluas jejaring melalui berbagai kegiatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dimas Yusuf Darmawan, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNS asal Alian.
Bagi mahasiswa, dukungan seperti ini dapat menjadi modal penting untuk menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kapasitas diri.
Program beasiswa menjadi salah satu bentuk investasi sumber daya manusia karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk fokus menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani, yang hadir sebagai pemilik Tradha Foundation, memberikan pesan kepada seluruh penerima beasiswa atau awardee.
Ia menegaskan bahwa beasiswa tidak seharusnya hanya dipandang sebagai bantuan finansial.
Menurutnya, beasiswa merupakan bentuk kepercayaan yang disertai tanggung jawab untuk membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Jangan pernah berhenti pada pertanyaan ‘apa yang bisa saya dapat?’, tetapi mulailah bertanya ‘apa manfaat yang bisa saya berikan bagi Kebumen?’,” ujar Lilis.
Ia juga mendorong para penerima beasiswa untuk memiliki cita-cita tinggi, memperbanyak ilmu dan pengalaman, tetapi tetap menjaga kepedulian terhadap daerah tempat mereka tumbuh.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang ingin dibangun melalui program Beasiswa Tradha.
Penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berhasil secara akademis dan profesional, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Lilis mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Namun, upaya tersebut akan semakin kuat apabila mendapat dukungan dari dunia usaha dan lembaga sosial.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam sektor pendidikan dapat memperluas akses dan kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Tradha Foundation sendiri disebut telah konsisten selama lebih dari 20 tahun membantu pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Perjalanan tersebut menghasilkan sejumlah alumni yang kini telah berkarier di berbagai bidang, mulai dari industri besar hingga sektor profesional.
“Kami bangga melihat alumni kami kini sukses berkarier di berbagai bidang, mulai dari industri besar hingga sektor profesional lainnya,” tegas Lilis.
Ia menambahkan, Tradha Foundation tidak hanya berupaya memberikan dukungan dalam bidang akademik.
Pendidikan karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan penerima manfaat.
Program Beasiswa Tradha 2026 menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan dapat diberikan tidak hanya dalam bentuk bantuan biaya kuliah.
Pendampingan, pengembangan jaringan, pembentukan karakter, serta kesempatan untuk berdiskusi dengan berbagai tokoh juga dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda.
Dengan memberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa sekaligus menghadirkan ruang diskusi bagi ratusan anak muda Kebumen, Tradha Foundation berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak berhenti pada persoalan finansial.
Harapannya, para penerima beasiswa mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan pendidikan, mengembangkan kompetensi, membangun karier, dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Bagi Kebumen, keberadaan program seperti ini juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (cah/stch/dda)














