BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Karangjambu kini menghadapi ancaman serius setelah talud penahan jalan di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, mengalami longsor.
Kejadian longsor ini mengakibatkan sebagian badan jalan cor beton menggantung, yang memicu kekhawatiran akan potensi amblasnya jalan jika tidak segera ditangani dengan tepat.
Camat Karangreja, Sapto Suhardiyo, menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar dua pekan lalu, saat wilayah Karangreja dilanda hujan dengan intensitas tinggi.
“Saat itu terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangreja dan sekitarnya. Diduga guyuran hujan yang deras tersebut mengakibatkan talud jalan longsor,” ungkap Sapto saat berbincang dengan awak media pada Minggu (14/6/2026).
Dia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan telah melaporkan insiden tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga untuk segera melakukan penanganan.
Sapto juga menyatakan bahwa untuk mencegah terjadinya kecelakaan di lokasi longsoran, pihaknya telah memasang tanda peringatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.
“Saat ini lokasi juga sudah diberi penanda agar tidak membahayakan pengendara,” ujarnya tegas.
Meski demikian, kondisi kerusakan ini mulai dikeluhkan oleh para pengguna jalan.
Mereka khawatir bahwa longsoran akan terus melebar dan menggerus badan jalan utama yang merupakan akses vital bagi masyarakat.
Andri, salah satu pengendara yang sering melintas di ruas jalan tersebut, berbagi pandangannya mengenai situasi yang ada.
Dia mengatakan bahwa sebagian konstruksi jalan kini terlihat menggantung akibat kehilangan penyangga di bawahnya.
“Jalan yang terbuat dari cor beton sudah ada yang menggantung. Jika dibiarkan, takutnya longsor semakin ke dalam badan jalan, sehingga badan jalan amblas,” tuturnya penuh kekhawatiran.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan mengingat ruas tersebut merupakan akses utama masyarakat yang menghubungkan Kecamatan Karangreja dan Kecamatan Karangjambu.
Sebagai informasi tambahan, jika kerusakan ini tidak segera ditangani secara komprehensif, mobilitas warga serta distribusi barang antarkecamatan dapat terganggu secara signifikan.
Hal ini tentu akan berdampak negatif pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, langkah cepat dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran akses transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, dalam konteks lebih luas, kejadian longsor seperti ini menjadi pengingat penting bagi kita akan dampak perubahan iklim dan bencana alam yang semakin sering terjadi.
Dengan curah hujan yang meningkat akibat perubahan iklim global, infrastruktur seperti talud penahan jalan perlu diperkuat agar mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem. (*/stch/dda)