Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PDRB Purbalingga Tembus 9,5 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Capai 5,35 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,35 PersenPertumbuhan Ekonomi Capai 5,35 Persen
PERTUMBUHAN EKONOMI: Aktivitas bazar UMKM saat CFD di Purbalingga. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga pada Triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,35 persen

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga pada Triwulan I tahun 2026 mencatatkan angka yang menggembirakan, yaitu mencapai 5,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year atau y-on-y).

Capaian ini menjadi modal awal yang kuat bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam upayanya mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen sebelum masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati berakhir.

Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mencatat bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) untuk Triwulan I 2026 mencapai Rp9,529 triliun.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp5,623 triliun.

Jika dibandingkan dengan Triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan perekonomian Kabupaten Purbalingga juga menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya angka sebesar 2,77 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang mencapai angka fantastis yaitu 15,05 persen.

Hal ini menandakan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat.

Dari sudut pandang pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Pemerintah (PK-P) menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan catatan angka pertumbuhan mencapai 20,06 persen.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga Mukodam menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren positif ekonomi daerah yang terus membaik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini tentu sangat menggembirakan. Dibandingkan tahun sebelumnya kita mengalami kenaikan. Kita berharap di triwulan berikutnya sampai Desember, angka terakhir tahun 2025 yang sebesar 5,9 bisa terlampaui,” ungkapnya pada Jumat (12/6/2026).

Mukodam menambahkan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dicanangkan oleh pemerintah daerah masih sangat realistis untuk dicapai apabila tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun.

“Sehingga target pertumbuhan ekonomi di masa kepemimpinan Bupati Fahmi dan Wabup Dimas dapat tercapai sebelum masa akhir jabatan. Bahkan kami berharap bisa dipertahankan atau lebih tinggi lagi,” ujarnya optimis.

Menarik untuk dicatat adalah penegasan Mukodam mengenai pentingnya faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh belanja pemerintah semata, tetapi juga sangat bergantung pada aktivitas ekonomi masyarakat serta dunia usaha.

“APBD hanya sebagai oli pelumas atau stimulus. Yang paling penting ialah pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri, termasuk para pengusaha,” tegas Mukodam.

Data dari BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I tahun 2026 merupakan salah satu indikator positif yang mencerminkan semakin meningkatnya aktivitas konsumsi dan usaha di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Pemerintah daerah berharap tren tersebut dapat terus dijaga melalui penguatan sektor usaha yang ada di masyarakat, peningkatan investasi, serta dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor jasa yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Situasi saat ini menunjukkan adanya geliat kegiatan bazar UMKM yang berlangsung selama Car Free Day (CFD) di Purbalingga.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas tetapi juga menjadi wujud nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

Peningkatan investasi juga menjadi salah satu fokus utama dari Pemkab dalam rangka mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Dengan semakin banyaknya proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang dilaksanakan di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan dan transportasi, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan perekonomian daerah secara keseluruhan. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dorong Penguatan Kompetensi Aparatur hingga Tingkat Desa

Pemkab Cilacap Perkuat SDM Aparatur Desa dan Kecamatan Demi Sukseskan Pembangunan Daerah

Berita Selanjutnya
Mahasiswa Demo di Bundaran HI

BEM UI Demo Besar di Bundaran HI, 1.500 Mahasiswa Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM dan Sembako