Iklan

TPST Sumpiuh Optimalkan Pengangkutan RDF, Target Hanggar Bersih dalam 2 Bulan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pengelolaan Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST Sumpiuh, Banyumas, terus dioptimalkan untuk mengurangi material yang masih menumpuk di dalam hanggar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan pengangkutan RDF secara rutin menuju TPST BLE menggunakan dump truck.

Pengangkutan saat ini telah berlangsung setiap hari. Dalam pelaksanaannya, material RDF dari TPST Sumpiuh dikirim menggunakan satu dump truck per hari.

Pola tersebut diharapkan dapat mempercepat pengurangan volume RDF yang masih tersimpan di dalam hanggar.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPST Sumpiuh, Aris Widarto, mengatakan kondisi material RDF di dalam hanggar mulai menunjukkan perkembangan positif.

Volume RDF yang sebelumnya cukup banyak kini perlahan berkurang seiring dengan rutin dilakukannya pengangkutan.

“Volume RDF di hanggar sudah mulai banyak berkurang, semoga pengangkutan lancar terus sehingga bisa habis, tidak ada lagi yang menumpuk,” kata Aris, Kamis (27/8).

Menurut Aris, keberlangsungan proses pengangkutan menjadi faktor penting dalam upaya mengosongkan hanggar.

Apabila pengiriman RDF menuju TPST BLE dapat berjalan tanpa hambatan, material yang tersimpan dapat terus dikurangi sehingga ruang pengolahan di TPST Sumpiuh bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal.

Tumpukan RDF di hanggar TPST Sumpiuh tidak hanya disebabkan oleh proses pengelolaan material yang membutuhkan waktu.

Kondisi RDF juga sempat mengalami pemadatan setelah kawasan tersebut terdampak genangan banjir pada musim penghujan sebelumnya.

Luapan sungai membawa air dan material lumpur masuk ke area penyimpanan.

Lumpur kemudian mengendap dan bercampur dengan RDF yang berada di dalam hanggar.

Akibatnya, material menjadi lebih padat sehingga proses pengambilan dan pemindahan RDF menjadi lebih sulit.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, para karyawan TPST Sumpiuh melakukan penguraian material RDF secara rutin.

Material yang sudah memadat dipecah atau diurai kembali agar lebih mudah diambil dan dipindahkan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperlancar proses pengangkutan.

Dengan material yang lebih mudah diambil, proses pemuatan RDF ke dump truck dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Aris menargetkan seluruh RDF yang masih berada di dalam hanggar dapat diangkut dalam waktu sekitar dua bulan.

“Target dalam dua bulan ke depan, bahan RDF bisa terangkut semua, hanggar bersih,” sambung Aris.

Target tersebut tentunya bergantung pada kelancaran pengangkutan setiap hari.

Semakin konsisten dump truck mengangkut RDF menuju TPST BLE, semakin cepat pula volume material yang tersimpan di hanggar dapat dikurangi.

Optimalisasi pengangkutan RDF juga berkaitan dengan upaya TPST Sumpiuh dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

Ruang di dalam hanggar perlu dikelola dengan baik agar tidak terjadi penumpukan material yang dapat menghambat aktivitas pengolahan sampah berikutnya.

Penataan dan pengurangan tumpukan RDF diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih optimal bagi kegiatan pengolahan sampah.

Dengan demikian, proses pengelolaan sampah dari masyarakat dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.

TPST Sumpiuh sendiri disebut telah mengalami sejumlah perubahan dalam pengelolaan sampah dibandingkan kondisi sebelumnya.

Sampah dari pelanggan yang masuk ke hanggar setiap hari diupayakan dapat langsung dikelola sehingga tidak meninggalkan sisa sampah murni dalam jumlah besar.

Dalam prosesnya, sampah yang masuk dipilah untuk memisahkan berbagai material.

Sebagian hasil pengolahan kemudian menjadi RDF yang selanjutnya dikirim untuk dimanfaatkan di fasilitas pengelolaan berikutnya.

Pengurangan tumpukan RDF menjadi penting karena selain membuat hanggar lebih tertata, langkah tersebut juga mendukung keberlanjutan sistem pengolahan sampah di TPST Sumpiuh.

Jika target pengangkutan selama dua bulan tercapai, kapasitas ruang di hanggar dapat kembali tersedia untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah setiap hari.

Dengan pengangkutan satu dump truck setiap hari, proses pengurangan material RDF kini terus berjalan.

Kelancaran distribusi ke TPST BLE menjadi salah satu kunci agar target hanggar TPST Sumpiuh bersih dalam dua bulan dapat terealisasi. (fij/stch/dda)

Iklan