Iklan

Beasiswa ADB-JSP Kuliah di Jepang Dibuka, Ada Uang Saku dan Tunjangan

Iklan

BANYUMASEKSPRES.ID, Beasiswa Asian Development Bank-Japan Scholarship Program atau ADB-JSP kembali dibuka untuk calon mahasiswa Asia Pacific University atau APU.

Program beasiswa pascasarjana ini memberikan dukungan biaya pendidikan, buku, tempat tinggal, hingga uang saku bulanan bagi penerima terpilih.

Menurut laman APU, beasiswa ADB-JSP menyasar calon mahasiswa yang ingin mempelajari bidang pembangunan kawasan Asia Pasifik melalui pendidikan pascasarjana.

Calon pendaftar dari Indonesia juga berkesempatan mengikuti seleksi karena Indonesia termasuk negara yang memenuhi kriteria penerima beasiswa tersebut.

Sebelum menjadi kandidat penerima beasiswa, calon mahasiswa harus mendaftar terlebih dahulu ke program studi yang tersedia di APU.

Selanjutnya, pihak APU akan menyeleksi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk direkomendasikan kepada pihak pemberi beasiswa ADB-JSP.

Beasiswa ADB-JSP di APU menawarkan sejumlah komponen pembiayaan yang dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan pascasarjana tanpa menanggung biaya utama.

Penerima mendapatkan pembebasan biaya masuk secara penuh serta biaya kuliah penuh selama menjalani program studi yang telah disetujui.

Selain biaya pendidikan, mahasiswa menerima tunjangan hidup bulanan sebesar 144.000 yen atau sekitar Rp15,9 juta untuk kebutuhan selama studi.

Besaran tunjangan hidup tersebut sudah termasuk biaya tempat tinggal dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai ketentuan program beasiswa.

Beasiswa juga mencakup biaya buku serta materi pembelajaran yang diperlukan mahasiswa selama mengikuti kegiatan akademik di APU nantinya.

Penerima memperoleh fasilitas asuransi kesehatan sebagai bagian dari dukungan beasiswa selama periode pendidikan berlangsung sesuai ketentuan program.

Biaya tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi Indonesia-APU juga ditanggung pada awal dan akhir masa program beasiswa penerima.

Masa beasiswa awal diberikan selama satu tahun, sedangkan perpanjangan tahun kedua dapat diberikan berdasarkan prestasi akademik mahasiswa.

Untuk mengikuti Beasiswa ADB-JSP, calon pendaftar harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh program dan universitas mitra.

Pendaftar harus merupakan warga negara dari negara anggota peminjam ADB serta negara yang memenuhi syarat Bantuan Pembangunan Resmi Jepang.

Indonesia termasuk negara yang memenuhi kriteria tersebut sehingga warga negara Indonesia dapat mengikuti proses seleksi Beasiswa ADB-JSP.

Pelamar tidak boleh memiliki kewarganegaraan ganda dari negara maju mana pun dan tidak sedang tinggal atau bekerja luar negara asal.

Calon penerima juga harus mempunyai pengalaman kerja penuh waktu sekurang-kurangnya dua tahun setelah memperoleh gelar sarjana.

Pengalaman kerja tersebut harus sudah dimiliki ketika pelamar mengajukan permohonan Beasiswa ADB-JSP untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana.

Pelamar wajib memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara lisan dan tulisan yang baik agar dapat mengikuti proses studi.

Batas usia pelamar maksimal 35 tahun ketika mengajukan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku dalam program beasiswa tersebut.

Calon mahasiswa juga harus sudah diterima pada program magister yang disetujui di kampus mitra, termasuk Asia Pacific University.

Pelamar belum boleh terdaftar dalam program gelar pascasarjana dan tidak memiliki gelar sarjana atau magister dari luar negara asal.

Selain itu, pelamar tidak sedang mengejar gelar master kedua dan harus mempunyai gelar sarjana atau setara dengan catatan akademik unggul.

Pendaftar juga tidak boleh merupakan direktur eksekutif, direktur pengganti, manajemen, atau staf ADB maupun lembaga yang ditunjuk ADB-JSP.

Ketentuan tersebut juga berlaku bagi konsultan serta kerabat pihak-pihak yang termasuk dalam kelompok tersebut berdasarkan aturan program.

Penerima beasiswa harus bersedia kembali dan bekerja di negara asal selama minimal dua tahun setelah menyelesaikan pendidikan.

Dari sisi ekonomi, pendapatan keluarga pelamar tidak boleh melebihi USD50.000 atau sekitar Rp887,87 juta per tahun.

Sementara pendapatan individu pelamar tidak boleh lebih dari USD25.000 atau sekitar Rp444 juta per tahun sesuai ketentuan.

Pendapatan tersebut harus dibuktikan melalui surat keterangan penghasilan apabila pelamar terpilih sebagai kandidat penerima beasiswa ADB-JSP.

Dalam proses pendaftaran, calon penerima juga perlu menyiapkan surat keterangan kerja menggunakan kop atau logo perusahaan terkait.

Surat tersebut harus ditandatangani pihak berwenang dan mencantumkan tanggal mulai serta berakhirnya pekerjaan, posisi, dan pendapatan.

Apabila pendapatan tercantum menggunakan mata uang lokal, pelamar wajib melakukan konversi ke USD menggunakan USD Conversion Form.

Kedua formulir tersebut kemudian harus diserahkan, dengan template yang dapat diunduh melalui laman resmi pengumuman beasiswa.

Jika pekerjaan saat ini belum mencapai dua tahun, pelamar perlu menyertakan surat keterangan kerja dari perusahaan sebelumnya.

Informasi mengenai dokumen pendaftaran lainnya akan diberikan kepada pelamar yang berhasil lolos menjadi kandidat penerima Beasiswa ADB-JSP.

Proses pendaftaran diawali dengan mencermati informasi Beasiswa ADB-JSP melalui laman resmi APU sebelum menentukan program studi yang dipilih.

Setelah memahami ketentuan, calon mahasiswa dapat mendaftar ke APU paling lambat 5 November 2026 atau 8 Januari 2027.

Selanjutnya, pendaftar perlu menunggu hasil seleksi dari APU untuk mengetahui apakah berhasil menjadi kandidat yang direkomendasikan.

Kandidat penerima beasiswa kemudian wajib melengkapi seluruh dokumen pendaftaran ADB-JSP sesuai persyaratan yang diberikan pada tahap berikutnya.

Pengumuman penerima Beasiswa ADB-JSP direncanakan disampaikan pada akhir Juni setelah seluruh rangkaian seleksi dan proses administrasi selesai.

Kesempatan ini dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan magister dengan dukungan pembiayaan penuh.

Melalui ADB-JSP, mahasiswa terpilih memperoleh dukungan pendidikan sekaligus fasilitas pendukung selama menjalani studi pascasarjana di APU. (vip)

Iklan